Kenikmatan Sejati Kuliner Khas Sulawesi di Festival Kuliner Serpong 2014


Rumah adat khas Sulawesi serasa membawa kita ke tempat asalnya

Festival Kuliner Serpong yang diselenggarakan setiap tahun oleh Summarecon Mall Serpong ini memasuki usia yang ke 5. Kali ini FKS2014 mengusung tema Kuliner Sulawesi dengan tagline “Sulawesi Nyamanna’…Pe Sadap”. Bertempat di halaman parkir Selatan Summarecon Mall Serpong, FKS buka setiap hari. Pada saat weekdays FKS buka mulai pukul 16.00-22.00 WIB. Sedangkan pada saat weekend mulai pukul 11.00-23.00, kecuali Jumat yang baru mulai buka pukul 14.00. Dan tadi malam, tanggal 7 September 2014, gelaran Festival Kuliner Serpong 2014 resmi ditutup dengan pengundian satu unit vespa sebagai salah satu door prize utama.

Mercusuar di tengah parkiran Selatan Summarecon Mall Serpong

FKS 2014 terbukti sangat meriah melihat padatnya pengunjung terutama pada saat weekend baik dari dalam kota maupun luar kota. Salah satu sahabat saya bahkan datang jauh-jauh dari Mauk, Banten demi untuk mencicipi Coto Makassar. FKS sudah berlangsung sejak tanggal 15 Agustus yang lalu dan akan berakhir pada tanggal 7 September 2014. Dalam gelaran FKS, pengunjung dapat menikmati kuliner khas Sulawesi seperti Konro Bakar Karebosi, Cotto Makassar, Mie Cakalang Goreng, Lumpia Sulawesi, Ikan Tude Bakar hingga menyeruput kehangatan kopi Toraja Celebes atau menikmati kesegaran Es Pisang Ijo atau disebut juga es palubutung.

Menurut Cut Meutia, GM of Coorporate Communication PT. Summarecon Agung, Tbk. menuturkan bahwa FKS 2014 ini diikuti oleh 67 stand makanan dan 27 gerobak jajanan yang menyajikan kuliner khas warisan nusantara. Puluhan pedagang tersebut diseleksi secara ketat baik soal rasa, harga maupun kehigienisan makanannya. Bukan hanya kuliner khas Sulawesi (Makasar, Manado, Gorontalo) saja yang tersedia di FKS 2014, di beberapa stand, pengunjung dapat juga mencoba nasi timbel Solo, Tahu Gejrot Cirebon, Siomay Bandung, Nasi Bali hingga Nasi Goreng Jambi, dll. Semua dihadirkan demi memuaskan dahaga kuliner warga Serpong dan sekitarnya. Bahkan beberapa pedagang dihadirkan langsung dari kota asalnya seperti pemilik Coto Makassar Cotota yang memboyong juru masak serta mendatangkan rempah rempahnya langsung dari Makassar.

Booth paling laris dengan antrian terpanjang selama FKS 2014

Selain dapat menikmati sajian khas Sulawesi, pengunjung juga dihibur dengan berbagai macam pertunjukkan. Malam di FKS yang makin meriah (24/8) salah satunya pengunjung dihibur dengan suara emas Ermy Kulit. Konsep dan tempat dirancang mengikuti tema Sulawesi. Beberapa bangunan didesain sedemikian rupa sehingga nuansa pelaut atau pelayar memang sangat kental sekali.

phinisi
Kapal Phinisi kebanggaan Suku Bugis dan kebanggaan Indonesia

Dipanggung utama yang juga merupakan replika kapal, kebanggaan suku Bugis, berdiri kokoh Kapal Phinisi. Cocok sekali sebagai landmark utama dalam FKS 2014 ini. Terbukti beberapa orang asyik berfoto ria di depan bahkan di atas kapal yang sejatinya sudah mengelilingi dunia. Kapal Phinisi terkenal sangat tangguh di lautan luas. KRI Dewa Ruci merupakan bukti sejarah warisan yang didapat dari Suku Bugis sudah mengharumkan nama Indonesia di berbagai negara di dunia. Tak heran jika suku Bugis dikenal sebagai pelaut handal karena kepiawaiannya membuat kapal Phinisi, yang juga dapat membaca arah angin, cuaca dan mata angin melalui bintang dan kondisi langit seperti yang pernah dituturkan seorang blogger asal Sulawesi, Yusran Darmawan.

Ermy Kulit menghibut penonoton FKS 2014

Loket-loket FKS 2014 terlihat sangat mencolok karena dihias seperti rumah adat Tongkongan dan Suku Toraja. Kepala kerbau tak luput menjadi ciri khas rumah adat. Konon semakin banyak kepala kerbau yang menjadi hiasan maka semakin dipandang pula keluarga yang menghuni didalamnya oleh masyarakat. Di beberapa titik hiasan corak pilar, dinding dan banner memiliki motif dan corak etnik khas Sulawesi. Bahkan kita bisa melihat kain khas serta alat penenun kain di bagian Informasi dengan bangunan yang cukup mencolok juga yakni mercusuar. Mana ada mercusuar di tengah kota selain di FKS 2014.

Mercusuar yang juga sebagai pusat informasi FKS 2014

Dari sisi seni asli Sulawesi, FKS 2014 selalu menampilkan hiburan kolintang dan instrumen musik Makassar lainnya setiap hari. Yang unik, hiburan untuk anak anak pun tersedia odong-odong perahu yang bisa menampung enam orang anak sekaligus. Waktu yang tepat untuk mengunjungi FKS 2014 adalah sore hari. Selain udaranya tidak terlalu panas, antrian pun tidak terlalu mengular.

Suasana FKS saat Weekend yang dipadati pengunjung
Odong-odong khas FKS dengan perahunya

Day 1

Kisaran harga makanan dan minuman cukup terjangkau, mulai dari 5000 rupiah hingga 33.000 rupiah. Untuk keluarga kecil seperti saya, dengan modal 100.000 rupiah sudah cukup mengisi perut. Sebagai permulaan saya membeli kue cubit (12.000) dan es cendol Elisabeth Bandung (10.000) kemudian istri saya membeli mie kocok Bandung plus nasi putih (35.000), sedangkan saya lebih memilih Konro Bakar Karebosi (33.000) meski harus mengantri hingga 20 menit lebih. Sisa uangnya saya belanjakan untuk dua botol air mineral dan satu botol teh pucuk dingin. Total genap 100.000 rupiah. Harga yang sepadan dengan rasa yang disajikan, lokasi yang nyaman, hiburan yang ada, dan kemeriahan acara. Pantas jika Festival Kuliner sebelum-sebelumnya kerap dipadati pengunjung dan selalu menuai kesuksesan.

Mie Kocok Bandung
konro
Konro Bakar Kerbosi pasti Muaantappp, asli booth dengan antrian paling panjang selama FKS 2014

Alat transaksi yang digunakan adalah kartu elektronik yang bekerja sama dengan Bank Permata. Pengunjung bisa melakukan deposit menggunakan kartu kredit dengan kelipatan 100.000 rupiah. Sedangkan deposit dibawah 100 ribu rupiah bisa dilakukan secara tunai. Kartu tersebut dapat diisi sejumlah uang di loket-loket yang tersebar di sejumlah titik di FKS 2014. Yup, meskipun naik odong-odong, transaksi tetap menggunakan kartu deposit tersebut. Dan pengunjung pun dapat mengumpulkan struk pembayarannya untuk diikutsertakan dalam undian dengan grand prize sebuah motor Vespa Primavera. Minimal transaksinya adalah seratus ribu rupiah untuk satu kupon undian.

Day 2

Dengan berbekal voucher gratis dari RasamasaID melaui kuis via twitter, hari kedua pekan kedua ini saya mengajak serta adik saya dari Bandung. Setelah merasakan makanan berat, saatnya mencicipi makanan kecil khas Sulawesi. Cemal cemil yang saya buru kali itu adalah Pisang Goreng Sambal Roa dan Lumpia Sulawesi. Daaannn ternyata untuk mendapatkan pisang goreng sambal roa ternyata tidak mudah, karena booth bersamaan dengan Bubur Manado yang maknyus itu. Malam itu saya harus gigit jari karena tidak mendapatkan satu porsi bubur Manado karena sudah tandas. Akhirnya hanya bisa mendapatkan dua jenis kudapan saja.

Bagi saya, pisang goreng sambal roa ini memiliki rasa yang khas. Rasa manis dari pisang dipadu dengan rasa pedas dan asin sambal Roa khas Sulawesi. Cukup nikmat sebagai teman minum es pisang ijo. Sama-sama menu pisang. Memang jika sambalnya diganti sambal terasi mungkin agak terrasa aneh. Meski cukup asin namun sajian pisang goreng sambal roa ini menambah khasanah kuliner khas Sulawesi yang baru saya ketahui.

Lumpia ini memang sangat mengugah selera. Dari tampilan memang tak berbeda jauh dengan lumpia Semarang. So, apa bedanya? Isinya tetap sama rebung, namun rasanya tidak terlalu manis dan benar-benar pas sekali. Kriuk-kriuk serta di tambah dengan sambal lumpia yang kental. Beberpa kali bahkan saya kombinasikan sambal lumpia dengan pisang gorengnya, hehe ternyata menimbulkan cita rasa yang berbeda juga. Dengan dua kudapan hangat dan satu minuman dingin rasanya sudah cukup puas di hari kedua di FKS 2014.

Day 3

Yap, hari ketiga sehari sebelum penutupan akhirnya saya kembali lagi ke FKS 2014. Kali itu saya mengajak ibu mertua dan dua kakak ipar saya beserta anaknya. Mereka takluk melihat antrian mengular di booth kuliner khas Sulawesi, akhirnya mereka hanya membeli beberapa makanan khas daerah lainnya seperti simoay Bandung, Gudeg Yogya bahkan makanan anak-anak seperti permen gulali dan arumanis. Sementara saya masih hunting satu makanan lainnnya yakni Coto Makassar Cotota.

Boleh dibilang di booth Coto Makassar ini antrian tidak terlalu panjang seperti booth Konro Karebosi dan Bubur Manado. Saya memesan dengan isian daging dan paru. Kuah kentalnya meresap hingga ke bulir bulir daging yang lembut dan paru yang kenyal. Untuk pertama kalinya istri saya pun mencicipi Coto Makassar ini. “Rasanya hampir mirip dengan Soto Betawi tapi bumbu rempahnya sangat terasa” tuturnya sambil mengambil sendokan kedua.

Permainan isntrumen tradisional selalu memukau saya dan membuat anak saya yang berumur 4 tahun sangat excited. Salah satunya grup Kolintang ini yang memainkan beberapa lagu lawas dengan sangat apik. Harmonisasi tercipta dengan indah, semua pengunjung terpukau dengan permaian yang indah. Meski instrumen tersebut terbuat dari beberapa bilah kayu yang memiliki suara dan notasi yang bebeda.

Dari segi musikalitas, FKS 2014 mampu menggabungkan perpaduan antara musik modern dan musik tradisional. Nuansa etnis membuat semua pengunjung bisa mengenal bahwa budaya Indonesia sangat kaya bukan hanya melalui kuliner melainkan juga seni dan produk lainnya. Kain songket yang di pajang pusat informasi pun bisa di beli dengan mudah. Sebuah karya yang merupakan warisan dari nenek moyang yang harus dilestarikan hingga anak cucu kelak.

Tak bisa dimungkiri bahwa kapal Phinisi menjadikan daya tarik tersendiri bagi anak-anak dan keluarga. Kapal ini hampir mirip dengan kapal phinisi sesuai dengan aslinya namun dengan bentuk dan ukuran yang nampaknya sedikit lebih kecil. Anak saya akhirnya bisa mencuri kesempata bisa naik hingga ke lambung kapal dan berpose dengan bebas sebelum akhirnya pada hari-hari berikutnya di jaga ketat oleh petugas keamanan.

zona anti mati gaya

Setiap pengunjung yang datang tidak perlu khawatir kehabisan daya saat update status atau untuk sekedar berselfie ria di FKS 2014. Charging Zone yang bekerja sama dengan Okezone.com ini nyaris tidak pernah kosong setiap kali saya melaluinya. Selalu saja ada pengunjung yang menunggu agar smartphonenya bisa digunakan untuk mengabadikan momen yang tak bisa diulang di FKS 2014.

Hadirnya Yayasan Budha Tzu Chi memang memberikan kesan tersendiri pada gelaran FKS 2014. Para pengunjung diajak untuk lebih peduli pada lingkungannya. Meskipun sudah ada petugas kebersihan yang sigap dan siap sedia membersihkan sampah dan bekas makanan pengunjung, namun tetap kampanye untuk menjaga lingkungan cukup efektif untuk mengurangi sampah botol minuman. Setiap lima buah botol minuman bekas dapat ditukar dengan satu kupon undian. Dan setiap 20 pengunjung pertama bisa mendapatkan recycle bag. Gerakan peduli lingkungan ini setidaknya memberikan pemahaman dan bentuk penyadaran agar pengunjung bisa lebih peduli lingkungan dan mengurangi efek global warming. Stimulus ini diharapkan bisa terus dilanjutkan pada event lainnya di masa mendatang. Kegiatan positif seperti ini harus terus digalakan agar masyarakat tidak lupa.

Yang cukup menarik bagi saya adalah sajian booth non halal. Dengan hadirnya sajian booth non halal tidak mengurangi umat Islam untuk tetap menikmati kuliner halal lain yang disajikan. Booth non halal ini ditempatkan secara terpisah dengan booth lainnya. Pengunjungnya cukup lumayan banyak karena hampir separuhnya warga Serpong berasal dari berbagai agama dan latar belakang. Ini menunjukkan Indonesia yang sebenarnya. Meskipun berbeda tetapi kita bisa disatukan dengan sajian kuliner khas Sulawesi.

Buat yang suka cemal cemil pun disediakan booth khusus yang menyediakan segala rupa oleh oleh khas Sulawesi seperti jus markisa, kopi bahkan kaus dan sarung khas Sulawesi ada di booth ini.

Booth yang tak pernah sepi dari pengunjung

Dari pantauan di lapangan selama tiga kali kunjungan, booth Konro Karebosi inilah yang paling ramai dikunjungi. Saya sendiri cukup puas merasakan konro bakarnya yang maknyuuss. Dagingnya lembut dengan kuah beningnya yang gurih. Sambalnya cukup menantang sehingga menambah selera makan. Konro bakar ini bisa jadi salah satu primadona kuliner pada FKS 2014.

Di pusat informasi inilah, pengunjung dapat menukarkan struk belanja selama di FKS 2014. Setiap kelipatan 100.000 rupiah dapat ditukarkan dengan satu kupon dengan grand prize Vespa Primavera. Namun beberapa pengunjung nampaknya kurang antusias dengan grand prize ini. Meskipun hampir setiap hari FKS dipadati oleh pengunjung namun kotak ini hanya terisi kurang dari sepertiganya. Di beberapa tempat memang beberapa pengunjung banyak yang membuang struknya begitu saja, entah tidak tau informasi tersebut atau memang tidak ingin mencoba peruntungannya.

Konsep acara FKS 2014 ini boleh dibilang dipersiapkan dengan sangat matang. Toilet di luar pun tak luput menjadi perhatian sehingga pengunjung tidak perlu wara wiri kedalam Mall Serpong. Beberapa hal yang juga tak luput dari persiapan adalah seragam para petugas kebersihan dengan pakaian adatnya. Beberapa petugas security pun terlihat lebih familiar dan lebih dekat dengan pengunjung dengan pakaian pakaian adat. Hampir di setiap sudut selalu ada patugas yang siap membantu. Melaui petugas kebersihan ini pula banyak pengunjung yang meminta dicarikan tempat karena padatnya pengunjung. Well, untuk mendapatkan tempat terbaik didepan panggung memang butuh perjuangan. Meleng sedikit, tempat bisa langsung di samber orang heheheh.

Kedepan FKS membutuhkan tempat yang lebih besar lagi nampaknya. Parkir Selatan Mall Sumarrecon Serpong tampaknya sudah cukup padat terutapa pada saat weekend. Belum lagi antrian parkir mobil yang tidak mudah. Untunglah parkir motor lebih leluasa dan lebih dekat sehigga terkesan tidak membedakan antra yang memiliki mobil dan memiliki motor. Parkir motor dengan sangat mudah bisa diakses di belakang gedung, sehingga aksesnya pun lebih mudah hingga ke are FKS 2014.

Playground area yang dekat dengan FKS 2014

Overall, kegiatan FKS ini nyaris tidak ada celah yang perlu di kritisi. Dengan pengalaman selama 4 kali sebelumnya, penyelenggraan kali ini rasanya FKS 2014 boleh dikatakan sempurna. Namun ada sajian khas Sulawesi yang tidak bisa saya temui di FKS ini yakni Jalangkote dan Baro’bo. Padahal dua panganan tersebut sudah cukup sulit ditemui. Andai saja keduanya ada, maka semakin lengkap sudah gelaran FKS 2014 yang dirancang dengan sangat apik baik dari kuliner, seni, kuis, lelang hingga pagelaran spesial yang benar-benar memanjakan warga Serpong dan sekitarnya. Semoga kedepan bisa lebih ditingkatkan lagi penyelenggaraannya.

Ada cerita menarik selama empat kali kunjungan saya ke SMS sepanjang FKS 2014. Pada kunjungan ketiga tanggal 31 Agustus 2014, STNK saya hilang di halaman parkir. Saya justru sadarnya ketika pada tanggal 1 September 2014 kembali lagi ke SMS untuk mengambil macbook saya yang sedang di service di iBox. Ketika akan keluar, seperti biasa saya harus melewati pemeriksaan STNK. Saya mencari-cari STNK motor saya baik di dompet maupun di tas ransel, tapi tak juga menemukannya. Akhirnya setelah di data oleh petugas kemudian saya dipersilahkan pulang. Sesampainya di rumah pun ternyata STNK itu tak ada.

Setelah STNK itu hilang saya melupakannya begitu saja. Bahkan tanggal 6 September 2014 saya sudah mengurus berita kehilangan ke Polsek Pamulang kemudian mengurus duplikasinya ke SAMSAT Ciputat. Malamnya saya kembali ke SMS untuk terakhir kalinya sebelum penutupan FKS 2014. Eh ndilalah pada tanggal 7 Septermber 2014, ternyata ada dua petugas parkir MALL SMS Serpong yang datang kerumah saya dengan membawa STNK asli saya. Alhamdulillah, saya hanya bisa mengucap syukur. Terimakasih atas bantuan petugas Parkir SMS Serpong yang sudah rela susah payah mencari dan mengembalikan SNTK motor saya. Setelah tahu STNK saya kembali anak saya yang berumur 4 tahun berujar “Alhamdullah STNK daddy ketemu, akhirnya kita bisa ke SMS lagi yah” hahahah pokoknya sesuatu bingits deh.

Soft Opening SDC (Summarecon Digital Center)

SDC merupakan pengembangan baru PT. Summarecon Agung Tbk. Berlokasi di kawasan pendidikan SDC memberikan kemudahan kepada warga Serpong dan Gading Serpong yang membutuhkan peralatan komputer, gadget, kamera dan teknologi mobile lainnya. Dengan area seluas 32.395,21 m persegi dengan 3 lantai ini, SDC sudah dilengkapi dengan fasilitas olahraga, lapangan futsal indoor dan supermarket yang dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga keluarga.

SDC bisa menjadi pilihan alteratif bagi warga Serpong dan Gading Serpong ditengah semakin padat dan sulitnya tempat parkir di SMS. Terutama saat weekend, minimal untuk mendapatkan parkir mobil paling cepat adalah 30 menit. Dengan tingkat kepadatan dan rencana pengembangan SMS yang akan dilakukan bertahap, SDC merupakan pilihan yang paling tepat bagi keluarga untuk bersantai menikmati kebersamaan sambil berkuliner ria karena sudah ada foodcourt yang di desain mirip dengan SMS.

SDC direncanakan sudah diisi sejumalah 101 toko dan 240 counter yang akan memenuhi kebutuhan warga dalam pemenuhan barang teknologi baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk hobby atau bahkan keperluan bisnis sekalipun. Beberpa vendor ternama sudah tersedia di SDC dan memberikan promo diskon besar besaran dengan program-program menarikn lainnya.

Akses yang mudah di pusat pendidikan Gading Serpong yang dikelilingi oleh beberapa Universitas Terkemuka seperti UMN, Surya Research, Surya University dan beberapa cluster perumahan lainnya. Selain itu SDC berdekatan juga dengan area hangout dan meeting point seperti F&B Garden Walk, Garden Balcony, Garden View dan Garden Pads.

Kapasitas parkir SDC mempu menampung 749 mobil dan 941 motor. Bahkan sementara waktu masih tersedia akses bus gratis dari SMS-SDC-SQP.

Beberapa counter juga menjual pernak-pernik mainan dan hobby seperti mobil hot wheels dan permainan LEGO yang sangat digemari oleh kalangan anak-anak hingga dewasa.

Counter elektronik di SDC memeberikan harga sangat murah. Misalnya tongsis yang biasa dijual 100 ribu, pengunjung bisa mendapatkannya dengan harga 75 bahkan 50 ribu rupiah di beberapa counter SDC. Opening Promo diberikan secara besar besaran baik oleh toko maupun counter yang menjual beberapa gadget dan peralatan teknologi lainnya.

SDC cukup bisa dijelajah dengan mudah karena tidak terlalu luas seperi SMS. Sehingga bisa memudahkan pembeli untuk melakukan perbandingan harga antara toko satu dengan toko lainnya. Kedepan SDC akan menjadi Harco nya warga Serpong dan Gading Serpong.

Para pengguna Cosplay sedang unjuk gigi di SDC sehingga dimanfaatkan para pengunjung untuk sekedar foto bersama dan berselfie ria. Event tertentu bahkan selalu ada live music sehingga bisa mengundang masyarakat untuk datang. SDC saat ini mulai dilirik oleh anak muda Serpong sebagai tempat ngumpul. Bahkan beberapa komunitas pun menjadikan SDC sebagai basecamp baru dengan berbagai fasilitas yang memanjakan kebutuhan remaja.

Counter di SDC berjejer dengan sangat rapih

Counter dan toko ditata dengan rapi, minimalis dan modern sehingga memanjakan setiap pengunjug yang datang. Dan yang terpenting adalah bebas asap rokok. Inilah ciri khas Mall yang dikelola oleh Summarecon. Area dalam benar-benar bebas dari sampah dan asap rokok. Namun demikian para perokok masih bisa melakukan aktifitasnya di luar ruangan seperti di foodcourt atau tempat lain yang sudah disediakan.

Lapangan futsal indoor yang sudah aktif digunakan oleh pengunjung
Supermarket The Market yang dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga warga Serpong dan Gading Serpong
Jadwal Shuttle Bus (masih free dari SMS ke SDC dan sebaliknya)
Micro Bus yang digunakan sebagai Shuttle Bus sangat ngaman dengan berpendingin udara

Menurut Johanes Mardjuki yang juga Direktur Utama Summarecon, mengungkapkan “Hadirnya SDC diharapkan mampu menyempurnakan dan melengkapi segala kebutuhan masyarakat terutama kebutuhan produk digital dan teknologi informasi terkini. Pembangunan SDC juga merupakan wujud visi misi Summarecon dalam mengembangkan kawasan Sumarecon Serpong agar menjadi kawasan yang memiliki value lebih sekaligus dapat meingkatkan kualitas perputaran bisnis di wilayah ini”. Semoga harapannya bisa disambut hangat oleh masyarakat yaa.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Culinary Writing Competition

Semua Foto dan Video adalah Dokumentasi Pribadi

8 thoughts on “Kenikmatan Sejati Kuliner Khas Sulawesi di Festival Kuliner Serpong 2014

    1. wakakaka abisss dapet voucher gratisan sih🙂 jadi sampe 3x kunjungan. Harusnya dpt gelas yeee hihihihihi

      *Regards,Dzulfikar* *081322929329*

      [image: Dzulfikar Al-A’la on about.me]

      Dzulfikar Al-A’la about.me/dzulfikar

      On Mon, Sep 8, 2014 at 10:25 PM, Creative Learner wrote:

      >

  1. konro bakar,coto,es palu butung,nyam nyammm…. *ngeces*,ada binte biluhuta ga mas?wahhhh telat nih,pdhl deket dri rmh,kel suami yg asli sulawesi pasti pd ngiler juga nih klo baca postingan’y mas…:D

    1. binte kayaknya gak ada, aku cari baro’bo sama ada orang yg nyari jalangkote juga gak dapet. tp worthed lah bbrp makanan masih autentik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s