PNS bukan (satu-satunya) pilihan


Sabtu lalu, dengan sengaja saya mampir dulu di depan BSI BSD yang berdampingan dengan sekolah saya. Karena perut sudah keroncongan, siang hari yang terik itu saya memesan satu mangkuk mie ayam. Sambil menunggu pesanan dibuatkan oleh si abang, saya tergelitik mendengarkan percakapan dua mahasiswi yang sedang membicarakan soal pekerjaan, sembari menikmati mie ayam. Mereka saya sinyalir adalah mahasiswa BSI BSD.

Saat ini memang sedang dibuka proses pendaftaran CPNS 2014 dengan berbagai formasi dari beberapa instansi, kementerian dan pemerintah kota/daerah. Uniknya salah satu mahasiswi itu bilang kalau dia merasa tidak tertarik sama sekali dengan lowongan tersebut. Pasalnya mereka punya image buruk tentang kinerja PNS. Rasanya saya juga punya banyak pengalaman yang sama berurusan dengan aparat instansi pemerintah.

Kemudian mereka berdua saling bercerita bagaimana pengalaman mereka saat KKP di beberapa kantor kelurahan di Tangerang Selatan. Karakter PNS yang mereka hadapi kurang lebih sama rata. Santai dan hanya terlihat sibuk bekerja ketika lurahnya datang atau mengontrol. Sementra itu sisanya hanya merekalah yang lebih banyak bekerja atau tepatnya disuruh atau bahasa halusnya pekerjaan para PNS kelurahan itu didelegasikan kepada mereka yang sedang praktik kerja.

Boleh jadi pengalaman mereka sama. Untuk mengurus KTP dan urusan kependudukan lainnya sulitnya bukan main. Bisa jadi memang dipersulit. Kalau bisa sulit kenapa di permudah? Begitu kali yah. Memang karakter PNS seperti ini tidak bisa disama ratakan. Namun, image buruk terhadap kinerja para PNS sudah bukan lagi rahasia umum.

Dengan cerita dan pengalaman kedua mahasiswi tersebut bahkan salah satunya sampai berseloroh “gue gak bakalan daftar PNS selama masih ada pekerjaan lain, kalau pun gue daftar PNS, itupun pilihan terakhir gue kalau emang gak ada lagi pekerjaan yang bisa gue lakuin” mendengar sumpah serapahnya saya mikir “Boleh juga nih mahasiswi BSI pemikirannya”.

Tidak ada yang membatasi seseorang untuk daftar PNS. Entah itu dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta. Yang jelas kalau kamu memang ingin jadi PNS, jadilah PNS yang bisa merubah wajah PNS selama ini. PNS tetap dibutuhkan oleh masyarakat, namun jangan selewengkan amanat jutaan rakyat Indonesia yang telah mempercayakan tugas dan tanggung jawab kepada para PNS selama ini.

One thought on “PNS bukan (satu-satunya) pilihan

  1. Pemikiran msh BSI itu sama dngku saat muda dulu, dipaksa2 masuk PNS sama ortu dan kakak2 yg semuanya PNS..tak bergeming sampe skrng, dan skrng mrk bilang..nanti tua kamu gak dapat pensiun gimana ? saya cuma senyum aja, toh saya bahagia gak jadi PNS🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s