10 Safety Tips Mudik Yang Harus Kamu Ketahui


Sabtu, 19 Juli 2014 berlokasi di Museum Purna Bakti Kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Ford Indonesia mengundang saya sebagai perwakilan dari Blogger Reporter Indonesia dalam rangka workshop Ford Driving Skills For Life (FDSFL). Kegiatan tersebut rupanya rutin dilaksanakan oleh Ford Indonesia sebagai salah satu program CSR (Corporate Social Responsibility) sehingga dapat diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari Lembaga Pemerintahan, Institusi Pendidikan serta komunitas lainnya. Hadir pada kesempatan yang sama berbagai komunitas otomotif seperti perwakilan dari Veloz, Mazda, Picanto juga komunitas Blogger dan Media.

Program FDSFL ini merupakan kegiatan yang ke tujuh kalinya diselenggarakan yang dimulai sejak tahun 2008. Artinya selama hampir tujuh tahun penyelenggaraan FDSFL tercatat sudah hampir 8000 peserta yang telah mengikuti workshop FDSFL. Tujuannya agar para peserta dapat tumbuh kesadaran akan budaya keselamatan di jalan raya serta dapat memaksimalkan efisiensi penggunaan bahan bakar kendaraan.

Bang Ipung salah satu narasumber membuka pertanyaan “Apakah H-7 atau H+7 meningkatnya resiko kecelakaan di jalan raya?” Beberapa menjawab sebelum lebaran dan beberapa menjawab setelah lebaran. Ternyata menurut pantauan dilapangan, kecelakaan saat mudik lebih banyak terjadi pada saat setelah lebaran. Alasannya, banyak pengemudi yang kurang istirahat. Setelah berangkat dari perantauan ke kampung halaman, seharusnya pengemudi beristirahat dengan baik serta cukup. Namun, pada praktiknya di kampung halaman, pengemudi melakukan serangkaian kegiatan Lebaran seperti silaturrahmi kepada sanak famili bahkan terkadang kongkow kongkow dengan teman lama. Sehingg ketika kembali ke perantauan, kondisi tubuh tidak lebih fit dibandingkan ketika berangkat menuju kampung halaman.

Disinilah pengemudi merasa perlu mempersiapkan diri untuk berolahraga misalnya pada sore hari menjelang berbuka puasa dan beristirahat dengan cukup ketika sudah tiba di kampung halaman. Olahraga tetap tidak boleh ditinggalkan agar tubuh tetep bugar dan sehat terutama selama masih bertujuan kembali ke perantauan. Tanggung jawab pengemudi bukan hanya keselamatan dirinya tapi juga keselamatan penumpang yang merupakan keluarganya sendiri. Pemahaman awal ini harus diketahui demi mudik aman dan nyaman.

Jika memang dibutuhkan pengemudi dapat berbuka puasa di jalan karena bagi setiap musafir dibolehkan untuk tidak berpuasa. Namun, di kemudian hari wajib menggantinya dengan puasa lagi. Bekal utama selama perjalanan seperti makanan dan minuman mutlak harus di persiapkan. Obat-obatan P3k serta baju hangat atau selimut akan sangat dibutuhkan terutama jika memakan waktu perjalanan lebihd dari 24 jam. Jangan lupa setiap pengemudi setidaknya harus istirahat minimal setiap 3 jam sekali atau paling lama setiap 6 jam sekali agar tetap bisa konsentrasi di jalan.

Selain kesiapan fisik pengemudi, kesiapan fisik kendaran pun mutlak perlu dilakukan pengecekan. Secara sederhana prinsip pengecekan adalah BALOK. B untuk Ban. Cek ban kendaraan dengan baik dan benar. Jika ingin mengganti ban, maka yang utama di ganti adalah pasangan ban belakang. Akan lebih baik jika  keempat bannya diganti secara bersamaan. Namun bila budjet tipis cukup ganti dua ban belakang dengan yang baru, dan jika dirasa bannya masih cukup bagus bisa ditempatkan di depan.

B lain adalah Body, kemudian A adalah Air radiator, Air wiper. L adalah listrik atau lampu. Periksa kelistrikan kendaraan jangan sampai terjadi konsleting. Periksa semua lampu-lampu bekerja dengan baik . O untuk Oli mesin, Oli power steering, Oli Gardan, Oli rem dll. Dan yang terakhir adalah K untuk kertas. Siapkan SIM, STNK dan yang utama adalah DUIT. Tanpa duit mana mungkin bisa pulang pergi ke kampung halaman hehehe.

Lalu 10 Tips aman mudiknya adalah sebagai berikut.

  1. Gunakan Sabuk Keselamatan dengan benar. Penggunakan sabuk pengaman merupakan salah satu alat keselamatan yang sangat vital. Maka tipsnya adalah harus Rata, Rapat dan Rendah (dibawah pusar). Pastikan sabuk pengaman tidak mengenai leher. Setting sehingga sabuk berada di bawah tulang leher. Anak-anak utamakan duduk dibelakang dan JANGAN didepan. Jika Air Bags meletup ketika terjadi benturan, dikhawatirkan terjadi kerusakan organ pada anak-anak karena masih muda dan rawan. Gunakan car seat bagi balita dan batita. Khusus batita hadapkan car seat kebelakang sehingga ketika terjadi bentudan depan, daya dorong akan ditahan oleh car seatnya bukan oleh sabuk pengamannya.
  2. Optimalkan Fungsi Kaca Spion. Pahami blind spot, sesekali pantau situasi di belakang terutama ketika di jalan tol. Hindari berdampingan sejajar dengan mobil dan atau berada dibelakang atau di depan truk trailer karena resiko kecelakaan akan semakin lebih besar.
  3. Selalu Mengantisipasi Situasi Lalu Lintas. Ketika berada di jalan raya, situasi tidak dapat di prediksi, maka yang perlu dilakukan adalah tetap waspada. Mata ke jalan raya dan tangan tetap di kemudi. Tangan kiri mengenggam arah jam 9 sedangkan tangan kanan arah jam 3 dengan posisi jempol lurus.
  4. Berkonsentrasilah Saat Berkendara. Engine ON, Mobile Phone OFF. itulah cara terbaik untuk menghindari kecelakaan. Sayang masih banyak pengemudi meskipun mobilnya berharga 1 M tapi kelakuannya maaf masih tidak bertanggung jawab. Update social media bahkan membalas sms sambil mengemudi masih jadi kebiasaan masyarakat kita. Mengemudi sambil nyambi bersmartphone ria memiliki resiko 400% mengalami kecelakaan. Jadi, mengemudilah dengan bertanggung jawab demi jiwa dan keluarga.
  5. Jaga Jarak Aman dengan Kendaraan di depan. Cara menjaga jarak aman adalah dengan menghitung 3 detik. Misalnya kendaraan didepan sudah melewati sebuah tiang atau pohon. Hitung 3 detik sampai kendaraan kita melewati pohon atau tiang yang menjadi patokan. Caranya hitung 1 dan 1, 1 dan 2, 1 dan 3. Jika masih 2 detik berarti tidak aman. Jarak 1 detik pada kendaraan yang melaju dengan kecepatan 60 kpj adalah 16 meter. Artinya secara kasar dalam kecepatan yang sama jarak aman dengan kendaraan didepan sekitar 50 meter. Hal ini diperlukan untuk jarak pengereman jika terjadi pengereman mendadak atau menghindari tabrakan depan jika mobil didepan tiba-tiba menyalip atau menghindari sesuatu sehingga kita yang berada dibelakang punya waktu untuk merespon dan bereaksi apakah akan melakukan pengereman atau menghindar juga.
  6. Lakukan Pemindahan Gigi yang Ideal. Sesuaikan perpindahan gigi dengan putaran mesin. Berkendara dengan kecematan mesin di rentang ideal 1.500-2.500 rpm untuk mendapatkan torsi yang optimal dan efisien. Jika mobil sudah memiliki eco driving indicator, aktifkan dan ikuti tandanya agar konsumsi bbm semakin irit.
  7. Gunakan Momentum Kendaraan dan Energi yang terbangun. Ada kalanya mobil melewati turunan atau hampir mendekati lampu merah. Lepas gas perlahan lalu gunakan energi yang tersisa dari momentum kendaraan. Penggunaan momentum kendaraan akan banyak menghemat bbm.
  8. Mematikan Mesin Secara Efektif. Jika memungkinkan mematikan kendaraan saat macet total adalah pilihan yang bijak. Namun jika dirasa situasi rawan misalnya masih dalam hutan lebat atau persimpangan yang rawan, jangan pernah mematikan kendaraan. Saat menaikkan penumpang atau barang baiknya kendaraan dimatikan untuk menghemat bbm. 1 menit kendaraan berhenti sama dengan kendaraan melaju 1 km dengan kecepatan 50 kpj.
  9. Perhatikan Selalu Tekanan Angin Ban dan Kondisi Alur Ban. Pilih ban yang masih gondrong alias masih baru dengan alur yang baik. Pilih alur sesuai dengan kondisi iklim dan cuaca di Indonesia apalagi memasuki musim penghujan. Hindari mengganti ban baru dengan menempatkannya dibelakang, gunakan ban baru terutama untuk mengganti ban belakang sehingga jika terjadi slip, kendaraan masih bisa dikendalikan.
  10. Singkirkan Beban dan Rak yang tidak digunakan. Saat mudik selain mengangkut penumpang juga mengangkut barang. Hitung kapasitas masing-masing ban sesuai dengan beban yang diangkut. Rata-rata ban dapat menanggung beban sekitar 600 kg. Lihat di indikator ban masing-masing. Sesuaikan barang bawaan dengan kondisi kendaraan. Semakin lama usia kendaraan tentu akan semakin sedikit barang dan penumpang yang bisa diangkut. Hindari mogok dijalan karena yang repot justru kita sendiri. Jangan paksakan untuk mudik jika barang berlebihan atau paketkan barang yang sekiranya bisa di paketkan.

Selain dilakukan workshop, keluara peserta pun dimanjakan dengan kegiatan lain seperti lomba mewarnai yang diikuti oleh anak-anak peserta workshop. Kegiatan ini tentu sangat baik dan direspon positif oleh keluarga yang bisa membawa serta anak-anaknya sambil mengikuti kegiatan buka puasa bersama.

Sayangnya hingga saat akhir acara saya tidak kebagian untuk mencoba berada di balik kemudi Ford Eco Sport yang diklaim memiliki banyak fitur keselamatan dan kenyamanan pengendara. Selain ada uji kemampuan melakukan parkir paralel juga dilakukan uji zig zag dengan kondisi mundur yang paling seru adalah slalom. Sayang sekali, saya hanya bisa menonton karena peserta cukup banyak dan kapasitas mobil hanya untuk 4 orang. Ibarat sayur tanpa garam begitulah yang saya rasakan. Sudah mendapatkan traning tentang 10 tips DSFL tapi tidak bisa merasakan berada di balik kemudi Ford Titanium dengan kelir Orange yang cukup menggoda mata. Semoga Ford bisa memberikan kesempatan lain untuk saya sebagai blogger untuk melakuakan sesi test drive. Yah tidak perlu jauh-jauh misalnya ke Anyer juga sudah cukup lah hehehe. Terimakasih kepada Ford Indonesia yang telah memberikan sajian berbuka puasa yang begitu Istimewa. Terimakasih juga kepada Blogger Reporter Indonesia yang telah memberikan kesempatan untuk saya untuk mengikuti acara ini.

Salam Hangat

@DzulfikarAlala 

8 thoughts on “10 Safety Tips Mudik Yang Harus Kamu Ketahui

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s