IMG_1210

Mau Dibawa Kemana TMII Kita?


kastilSetiap tanggal 21 April atau tepatnya hari kelahiran R.A. Kartini biasanya ibu-ibu yang memiliki anak di TK sibuk menyewa pakaian adat atau pakaian porfesi. Beberapa diantara memang lebih banyak memilih pakaian adat dari berbagi daerah. Ada yang dari Bali, Padang, Jawa Barat, Jawa Tengah sampai Kalimantan dengan pakaian adat Dayaknya. Menarik memang rutinitas tahunan yang menjadi perhatian banyak orang tua. Nah pertanyaannya dimana mereka menyewa pakaian adat tersebut?
Kompetisi Blog dan Jurnalistik Taman Mini Indonesia Indah

1

Jawabannya yang paling sering direkomendasikan adalah TMII. Yap, TMII memang merupakan miniatur Indonesia. Taman seluas 145 hektar ini bukan hanya kaya dengan adat istiadat yang dibawa dari berbagai Provinsi tapi TMII juga tercatat memiliki berbagai wisata edukatif seperti 33 Anjungan Daerah, 18 Museum, 7 Rumah Ibadah, Taman Flora dan Fauna, Wahana Permaianan Anak dari yang tradisional sampai dengan modern seperti monorail, Arsipel dan bangunan komersil lainnya. Inilah wujud kekayaan adat istiadat dan budaya Indonesia.

2

Pada masanya TMII merupakan destinasi wisata utama di Jakarta bahkan Indonesia. Beberapa sekolah dengan membawa kelompok belajarnya masing-masing dapat mengunjungi berbagai macam wisata edukatif. Sampai kini masih banyak sekolah yang mereferensikan sebagai salah satu tujuan wajib setiap tahunnya terutama anak-anak usia TK dan SD. Sedangkan untuk tingkat pendidikan yang lebih tinggi, dengan sedih saya katakan bahwa kadang kekayaan TMII sudah dianggap tidak relevan lagi bagi sebagian masyarakat karena dianggap cukup usang.

3

Sayangnya memang semakin hari kini TMII dipandang oleh sebagian orang awam seperti tak berkembang dan mulai ditinggalkan sebagaian masyarakat Indonesia. Kaum menengah atas memandang bahwa ke luar negeri lebih bergengsi dari pada sekedar masuk ke TMII. Melihat kondisi demikian TMII memang harus bebenah. Terakhir TMII membangun wahana water park dengan wahana-wahana airnya yang tak tertandingi. Beberapa kali lokasi Snow Bay dijadikan lokasi syuting dan promosi.  Dan kabarnya tahun lalu TMII menambah koleksi Museumnya dengan membangun Museum Laksamana Ceng Ho. Semua Museum yang dibangun di TMII memiliki keterikatan sejarah yang sangat erat. Sayang orang hanya memandang museum sebagai tempat menyimpan benda tua dan usang. Padahal warisan tersebut di buru dan di koleksi oleh beberapa kolektor dari luar negeri. Tak terhitung banyaknya manuskrip dari berbagai daerah yang kini justru malah berada di negara lain. Bayangkan betapa ruginya kita selama ini.

4

Sebagai basis pendidikan adat dan budaya kini TMII harus melakukan langkah berani mengambil posisi di masyarakat misalnya sebagai pusat pendidikan terlengkap di Indonesia. Bukan sekedar semata mengoleksi barang antik. TMII harus memberikan pemahaman dengan bahasa yang dipahami oleh pasar. TMII bisa bekerja sama dengan Universitas terkemuka di Indonesia dalam pengembangannya kedepan. TMII harus terbuka dengan berbagai masukan untuk pengembangan di masa depan.

5

TMII harus bisa menjadi destinasi wisata kebanggaan Indonesia seperti misalnya museum patung lilin di Thailand bahkan harus lebih bergengsi daripada sekedar mengunjungi Universal Studio di Singapura. TMII harus bertransformasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kemajuan teknologi tidak bisa dimungkiri harus terus di kejar. Keberadaan Museum IPTEK bisa menjadi turning point bahwa Museum bukan semata menyimpan barang antik tapi juga dapat menunjukkan produk konsep masa depan yang tidak bisa ditemukan dipasaran. TMII harus mampu bertransformasi menjadi pusat budaya dan ilmu pengetahuan khas Indonesia. Jangan sampai warisan dan budaya Indonesia lebih banyak di kenal dari luar negeri dan bukan dari dalam negeri.

Kompetisi Blog dan Jurnalistik Taman Mini Indonesia Indah

6

Pemerintah punya andil yang sangat besar dalam mengembangkan dan mendorong TMII menjadi salah satu Taman Wisata Edukasi terbesar di Asia Tenggara. Kedepan TMII bukan hanya harus memikirkan ulang menarik pengunjung lokal tapi juga harus mampu memberikan pengalaman dan pemahaman baru bagi pengunjung dari sekitar negara ASEAN. Dalam perdagangan bebas AFTA nanti TMII harus membaca potensi apa saja yang sekiranya bisa dikembangkan oleh TMII. Keberadaan Monorail sudah tidak relevan lagi. Misalnya diganti dengan hadirnya kereta supercepat dari Jerman, Prancis atau Jepang. Dengan begitu keberadaan TMII lagi lagi bukan dipandang sebagai kolektor wahana usang. Paradigma masyarakat yang sempit ini memang harus terus menerus diedukasi. Berbagai benda antik dan bersejarah seharusnya bisa dipandang sebagai barang yang tak ternilai dan bukan dianggap sebagai barang-barang antik. Disinilah TMII harus bisa melakukan study banding bagaimana negara lain mengelola taman wisata pendidikannya sehingga dijadikan rujukan dalam berbagai penelitian.

7

Pertanyaan selanjutnya mau dibawa kemana TMII di usianya yang sudah masuk 39 ini? TMII harus mampu merumuskan bagaimana TMII akan dikenang oleh masyarakat Indonesia. Yang tau jawabannya adalah bangsa kita sendiri. TMII bisa melakukan survey dari seluruh Provinsi apa yang mereka ingin kenang atau apa harapan mereka terhadap TMII. Dari situlah TMII bisa melakukan langkah-langkah visioner dan tidak berubah cita-cita setiap tahunnya. Begin With The End in Mind.

8

Sebagai wahana toleransi umat beragama TMII harus memiliki peran serta juga dalam masyarakat. Misalnya menjalin kerja sama dengan berbagai agama dan mengadakan festival khusus untuk meningkatkan kerukunan umat beragama khususnya di Jakarta. Fenomena penolakan warga terhadap lurahnya yang berbeda agama seharusnya di potret sebagai tantangan bagi TMII. TMII harus melakukan action minimal sebagai penyambung lidah dalam upaya kerukunan antar umat beragama.

9

Dengan bahasa-bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat awam sekarng yang lebih banyak mendapatkan informasi secara digital, TMII perlu bebenah memformulasikan bagaimana seharusnya posisi TMII di mata masyarakat. Meskipun TMII jauh dari hiruk pikuk perpecahan suku di beberapa daerah, disinialh TMII bisa memberikan peran serta dan sumbangsihnya untuk merangkul dan menyatukan. TMII dapat selangkah lebih maju lagi. Dengan berbagai sumber yang ada di TMII saat ini bisa dijadikan dasar mengapa kita harus mewujudkan negara yang aman tentram dan lohjinawi.

10

Meski posisi TMII semakin redup, terbukti bahwa TMII sebetulnya masih dibutuhkan masyarakat luas. Warga Jakarta pinggiran masih merasa TMII merupakan salah satu pilihan tepat untuk menghabisakan waktu rekreasi bersama keluarganya.

11

Komunikasi dan pengenalan secara berkala kepada masyaraka harus terus dilakukan. Generasi digital yang kerap kurang gerak harus diberikan gimmick agar tertarik datang dan menuliskan testimoninya mengenai TMII. Akan jadi bahan pertanyaan yang menarik sejauh mana anak-anak Jakarta mengenal TMII. Memang TMII tidak bisa dikenal dalam waktu singkat. Namun harus ada bahasa yang sederhana agar anak-anak bisa memahami TMII secara utuh bukan sekedar museum tapi juga sebagai media dan wahana perekat antara suku dan antar bangsa dan budaya.

12

13

Prestasi-prestasi TMII saat ini memang mentereng tapi jika kita bertanya lebh dalam apa manfaatnya bagi masyarakat? Singergi apa yang sudah dilakukan TMII bersama masyarakat? TMII tidak bisa berdiam diri dan menunggu bola. Di zaman kebebasan berpendapat ini justru TMII harus agresif untuk mengerahkan segala upaya agar TMII kembali menjadi destinasi wajib utama bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Pembenahan dari lingkungan dan bangunan pun harus terus dilakukan. Pagelaran dan festival yang lebih memberikan dampak pada ekonomi kerakyatan disara akan sangat bermanfaat di masa sulit seperti ini.

14 Kedepan pula diharapkan TMII bukan hanya sekedar simbol wujud kerukunan antar umat beragama dan semua suku dan budaya di Indonesia. Jangan sampai apa yang dikatakan oleh Wakil Gubernur itu menjadi kenyataan bahwa kita ini beragama tapi tak bertuhan. Artinya Jangan sampai kerukunan yang digembar-gemborkan TMII hanya sekedar slogan. Kini mari TMII bersama masyarakat berkontribusi melakukan reformulasi apa yang seharusnya dikenang dari TMII di masa mendatang di mata masyarakat dan anak-anak generasi bangsa?

15

16

Salam Hangat

@DzulfikarAlala

Semua Foto adalah dok.pribadi
Kompetisi Blog dan Jurnalistik Taman Mini Indonesia Indah

6 thoughts on “Mau Dibawa Kemana TMII Kita?

      1. wkwkka gatau kenapa bisa ya:3 mungkin dengernya ‘taman mini’ kali wkwka au ah mr. masa lalu kelam;D. berapa kali yaa, 1x mungkin waktu fieldtrip kelas 4:”) mr udh brp kali?

    1. Hampir semua rumah adat dari 33 provinsi ada di TMII

      *Regards,Dzulfikar* *081322929329*

      [image: Dzulfikar Al-A’la on about.me]

      Dzulfikar Al-A’la about.me/dzulfikar

      On Mon, Apr 27, 2015 at 10:48 AM, Creative Learner wrote:

      >

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s