acer_liquid_z5_9

Aplikasi Anak Cerdas Menjawab Kegalauan Orang Tua


AnakCerdas – Kalau ngomongin aplikasi di sebuah tablet yang bisa bikin Anak Cerdas (AC) rasanya gampang-gampang susah ya. Soalnya sekarang udah banyak bertebaran aplikasi dan berjubel semuanya ada di Play Store. Hampir tiap hari ada aja apps baru yang di rilis oleh beberapa programmer dan developer, tapi sayangnya masih sedikit yang mensupport pendidikan di Indonesia, khususnya pelajaran di sekolah.

anakcerdas playstore

Nah, beberapa hari ini mulai banyak nih bertebaran blog yang mereview aplikasi pendidikan Anak Cerdas. Iseng-iseng ingin mencoba sesuatu yang baru, akhirnya saya ngulik juga nih aplikasi pendidkan yang diklaim oleh Acer Indonesia sebagai aplikasi pendidikan pertama di Indonesia.Oke kita coba ulas satu-satu apa aja sih yang ada dalam aplikasi pendidikan anak cerdas ?

Spesifikasi minimum agar bisa mengunduh Apps Anak Cerdas

Versi yang saya unduh adalah versi 1.3.3 yang terakhir di update pada tanggal 13 Arpil 2014. Dari sisi besaran data, dibutuhkan sekitar 14 MB. Untuk ukuran tablet sekarng jelas masih lumayan kecil. Tapi untuk ukuran tablet jadul ukuran 14 MB memang agak besar.

 

 

 

 

 

 

Good Content

Konten utama dalam aplikasi anak cerdas sebetulnya adalah memberikan latihan kepada user usia SD kelas 1 sampai dengan kelas 6. Maka menu Latihan Yuk sebaiknya didahulukan. Bermain adalah prioritas kedua setelah belajar. Put First Things First.

Selain dunia anak yang berisi game dan latihan, apps Anak Cerdas juga memberikan info teknologi terbaru. Hal ini jelas sangat bermanfaat untuk orang tua, tapi mungkin akan jarang di akses oleh anak-anak usia dibawah kelas 4 SD. Pemahaman terhadap bacaan akan lebih mudah diserap oleh anak kelas 4 SD keatas.

Kurang tepat bahwa games hanya hiburan semata. Kini semakin marak game berbasis pembelajaran yang di kembangkan oleh beberapa developer. Contoh sederhana adalah aplikasi menjadi dokter gigi atau menjadi koki masak. Secara tidak langsung anak-anak belajar prosedur bagaimana mencabut gigi/merawat gigi dan melakukan langkah-langkah yang benar dalam memasak.

Dan yang terakhir adalah menu pengaturan yang memuat tentang parental control dan evaluasi bagi para orang tua dalam memantau anaknya sebagai pengguna gadget. Dari menu tersebut memudahkan orang tua memantau apakah anak lebih banyak latihan atau bermain game. Jika masih banyak bermain game maka anak harus diberikan stimulus untuk mengerjakan latihan juga minimal seimbang antara bermain dan belajar. Namun, pada dasarnya anak usia dibawah kelas 3 SD harus lebih banyak bermain dibandingkan belajar. Yang jelas orang tua bisa menentukan proporsi yang seimbang bagi anak-anaknya.

Pembatasan akses untuk mengunduh pun bermanfaat bagi orang tua agar anak-anak tidak sembarangan mengunduh game yang belum di ketahui orang tua. Pengawasan orang tua sangat penting dalam hal ini. Jadi hendaknya orang tua lebih dulu mengetahui konten game yang baik dan benar. Tentukan Begin with the end in mind-nya agar anak-anak bisa belajar dari game sekalipun.

Meaningful Feedback

Proses evaluasi ini hendaknya lebih dilengkapi keterangan dimana letak kelemahan (Error Analysis) user dalam menyelesaikan soal. Dengan demikian analisa tersebut sebagai meaningful feedback yang tepat agar orang tua bisa memberikan reinforcement pada anak khususnya jika mendapatkan soal-soal serupa. Penting untuk memantu perkembangannya dari hasil evaluasi ini.

Pembaruan soal latihan akan sangat berguna sekali karena soal-soal memang perlu pengembangan dan peningkatan. Maka fasilitas pembaruan soal sudah tepat. Jika ada notifikasi akan sangat membantu.

Personal User, Personal Needed

Sebagi pembanding dan sampling saya membuat tiga buah akun dengan level kelas yang berbeda. Saya memilih kelas 1 SD, 3 SD dan 6 SD. Sayangnya tidak ada diagnostic test di awal. Untuk memahami kebutuhan personal, sebaiknya apps AC memberikan diagnostic test untuk mengetahui kemampuan awal user. Dengan gadget yang personal tentu seorang user tidak bisa diklasifikasikan karena dia memang baru kelas 1 SD di dunia nyata. Tapi siapa tahu kemampuannya sudah melampaui kelas 3 SD di dunia digital. Disinilah peran diagnostic test untuk mengukur perkembangan akademik anak.

Sayang sekali ketika masuk dengan akun kelas 1 SD tidak ada jembatan penghubung ke tingkatan berikutnya. Seolah ada pembatasan. Dalam dunia digital yang hakikatnya tidak terbatas, batasan ini justru harus dihilangkan. Meskipun user masih duduk di bangku kelas 1 SD misalnya, aplikasi AC harus memberikan akses soal sampai dengan jenjang berikutnya hingga kelas 6 SD. Disinilah mengapa di awal harus ada diagnostic test. Pasti setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Disinilah aplikasi pendidikan memberikan kesempatan dan ruang gerak yang lebih luas untuk semua usernya berdasarkan kemampuan akademiknya masing-masing. 

Saran saya untuk orang tua, lebih baik langsung membuat akun dengan kelas 6 SD. Karena akses soal dari kelas 6 SD bisa melompat hingga ke kelas paling rendah di kelas 1 SD. Dengan begitu sistem level tidak tergantung pada akun awal yang terbatas hanya pada salah satu kelas saja terutama jika login menggunakan akun kelas 1 SD.

Be Careful on Concept as Foundation

Coba anda amati dengan seksama soal-soal dibawah ini.

Ambiguitas jawaban terdapat pada soal B.Ind kelas 1 SD dan soal B.Ing kelas 6 SD. Tanpa gambar user sah-sah saja menjawab tempe di soal pertama dan pond di soal kedua. Kita tahu kucing Indonesia suka juga dengan tempe, sedangkan anak Indonesia banyak juga yang masih suka berenang di kolam bahkan kubangan banjir.

Kesalahan konsep bisa sangat fatal. Manusia bernafas mengunakan paru-paru melalui alat pernafasan bernama hidung. Bandingkan dengan teorinya dalam buku BSE sains kelas 1 SD dibawah ini.

Opsi jawaban harus runut. Dalam soal ini tujuh belas di longkap.
Kesalahan konsep terulang lagi di kelas 3 SD soal B.Ing. Bandingkan dengan soal dari buku BSE Sains kelas 1 SD.
Jumlah opsi soal SD hanya sampai tiga saja
Kata alkohol berpotensi memicu kontroversi jika tidak dijelaskan dengan baik
Pengalaman user pasti berbeda, tidak mungkin selalu baik atau sebaliknya
Gambar tidak presisi dan terlalu besar

Sebetulnya masih banyak lagi yang bisa digali dan dievaluasi dari aplikasi pendidikan Anak Cerdas ini. Overall, desainnya sudah sangat bagus, sayang soalnya masih monochrome. Navigasi dan interfacenya juga sudah cukup baik. Kedepan diharapkan ada pengembangan dan perbaikan lagi dari aplikasi ini.

Beberapa konsep soal memang terlihat cukup fatal, ada baiknya menggandeng tenaga ahli dalam menyusun soal atau minimal cukup menggunakan soal dari buku BSE. Meskipun begitu orang tua dan guru tetap harus kritis terhadap soal-soal yang disajikan dari buku BSE ataupun nanti kurikulum 2013.

Game ternyata masih bisa diakses melalui shortcut ketika sudah logout dari apps AC. Jadi parental control seolah kurang bekerja sebagaimana mestinya.

In conclusion, Aplikasi Anak Cerdas ini sangat di rekomendasikan bagi anak-anak usia sekolah dasar.

Postingan blog ini diikutsertakan dalam lomba blog aplikasi Anak Cerdas kerja sama Kumpulan Emak Blogger dan Acer Indonesia

kontes-blog rev.jpg

 

Referensi

7 Essential Criteria For Evaluating Mobile Educational Applications

Anak Cerdas Application on Play Store

Featured Image from Acer Liquid Z5

18 thoughts on “Aplikasi Anak Cerdas Menjawab Kegalauan Orang Tua

  1. wah benar-benar mantab JOS GANDOS, TOP MARKOTOP, Pokoknya bagus lengkap Mak , penjelasan yang gamblang diiringi dengan video dan gambar yang bagus . Tak salah jika juri memilih karya spektakuler ini.

    Good luck and congratulation yah Emak Dzulfikar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s