Inilah Cara Majalah Remaja Ngobrolin Tentang Nakoba


gadis

Oleh: Dzulfikar Alala

Majalah remaja punya peranan penting dalam menyampaikan informasi pada era 90-an hingga akhirnya merebaknya dan semakin mudahnya akses internet pada awal tahun 2005. Tidak bisa dimungkiri bahwa pada masa-masa emas-nya, majalah remaja bak mercusuar yang menginformasikan mode terbaru hingga konser-konser yang akan di gelar dalam rangka menyemarakkan berbagai even penting. Dan yang paling digemari adalah kupas tuntas para idola remaja secara eklusif hingga poster-poster gratis sebagai bonus yang akhirnya bisa menghiasi setiap dinding kamar remaja pada masa itu.

Boleh di bilang majalah remaja merupakan sebuah gaya hidup kaum urban dan salah satu media untuk mengetahui perkembangan terbaru yang sedang trend. Setiap remaja tentu berlomba-lomba agar tidak dianggap sebagai orang yang ketinggalan jaman atau kudet (kurang up-to-date) dengan mengikuti berbagai jenis trend mulai fashion hingga tempat tongkrongan yang paling asyik. Semuanya pada saat itu bisa didapatkan melalui majalah remaja dan sejenisnya.

Seiring perkembangan internet, remaja kini bisa mendapatkan semua informasi mulai dari konser yang digelar hingga menjadi follower setia para idola mereka secara realtime dan langsung dari gadget mereka. Sebuah hal yang mengubah kebiasaan dan paradigma yang ada selama ini. Remaja masa kini tak perlu lagi membeli majalah remaja untuk sekedar tahu kapan idolanya akan manggung atau konser. Tak perlu lagi membeli majalah remaja untuk mengetahui busana favorit idolanya, karena cukup melihat timeline twitter atau facebook page sang idola, semua sudah tersaji langsung dari idola mereka sendiri. Sebuah hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Kini memang majalah remaja dan media cetak lainnya sedang berjuang untuk terus beinovasi agar tidak ditinggalkan pelanggannya. Beberapa media cetak besar memang cukup terpukul dengan masifnya dan cepatnya perkembangan internet di era digital kini. Segala hal yang berbau kertas sudah mulai ditinggalkan dan berubah wujud dalam bentuk e-book, e-paper dan bahkan e-magazine. Inilah sebuah perubahan yang progressif namun sekaligus membunuh. Jika tak cepat berinovasi maka tentu akan tergilas oleh perkembangan zaman.

Sedikit melakukan flashback bahwa sejak dahulu majalah remaja turut serta membahas tentang obat-obatan terlarang dengan bahasa yang lebih sederhana dan mengena pada anak-anak ramaja. Salah satu contoh adalah majalah Gadis yang terbit pada tahun 2000 (tak diketahui edisinya) yang sudah mengupas tuntas dengan lengkap obrolan tentang drugs. Istilah-istilah yang digunakan pun sepertinya diambil dari sebuah riset di lapangan. Istilah-istilah trend yang digunakan oleh para pengguna dan pengedar narkoba pada saat itu. Mungkin beberapa diantara kita masih ingat dengan istilah pakaw, putaw, shabu, inex, ectasy (XTC) yang begitu melegenda pada zamannya. Istilah-istilah itulah yang dikupas tuntas oleh majalah Gadis sebagai sesuatu hal yang penting untuk disampaikan pada masa itu agar tidak semakin banyak remaja yang terjerumus pada dosa akibat narkoba.

Karena istilah-istilah tentang drugs itu memang terkenal sampai-sampai di jadikan dan diabadikan menjadi nama lagu dan ada yang mengabadikannya sebagai nama club motor yang belakangan berubah dan bertransformasi menjadi sebuah geng motor yang meresahkan warga Bandung sampai dengan saat ini. Alam penyanyi dangdut sampai mengangkatnya menjadi lagu shabu meski diplesetkam menjadi sarapan bubur. Sementara geng motor XTC memang sampai kini masih eksis karena anggotanya bisa ribuan. Artinya sebuah nama memang memiliki pengaruh cukup besar. Dan diduga pula anggota geng XTC melakukan kejahatan dan perampasan serta perampokan dengan dalih untuk modal mabuk-mabukan dan nge-drugs. Naudzubillah.

Majalah Gadis dalam rubrik Obrolan Drugs-nya mengupas jenis-jenis narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya mulai dari A sampai dengan Z secara sederhana dengan bahasa yang lugas. Beberapa jenis narkoba yang mendapatkan perhatian dan penjelasan lebih dalam rubrik tersebut adalah Ganja, Putaw (Heroin), Exctasy/inex (amfetamin), dan Shabu (amfetamin). Dijelaskan pula mulai dari bentuk, warna, cara pakai hingga bahaya yang diakibatkan dari konsumsi obat-obatan terlarang.

Saya merasa perlu menggaris bawahi mengapa “Gadis” memaparkan dengan gamblang cara pakai obat-obatan tersebut. Asumsi saya adalah remaja berada dalam fase peralihan dengan rasa ingin tahu yang dalam. Maka mengapa “cara pakai” perlu disampaikan agar mereka juga tahu dan tidak mencari tahu dengan cara-cara yang malah justru menjerumuskan mereka pada jerat narkoba. Hal tersebut memang disajikan untuk menjawab rasa ingin tahu remaja dengan harapan tentu saja menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka dan tidak dengan maksud mengajari mereka melakukan atau mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Hal tersebut memang sedikit sensitif bahkan bisa di salah artikan oleh orang tua karena memiliki sudut pandang yang berbeda, namun jika di lihat dari kacamata remaja, justru hal tersebutlah yang memuaskan dahaga keingintahuan remaja yang emosinya masih belum stabil. Jadi apa yang dilakukan oleh Gadis, saya rasa cukup wajar di masa itu karena tingginya tingkat penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Bagaimana langkah selanjutnya? Dengan perubahan zaman sekarang dari kertas menuju gadget, sudah sebaiknya pola kampanye anti narkoba merubah media kampanye. Pada zaman digital ini bisa dilakukan melalui buzzer atau publik figur yang memiliki banyak follower ramaja. Hal ini tentu akan sangat efektif mengingat publik figur merupakan role model yang dijadikan teladan oleh para remaja dari masa ke masa.

Kampanye gerakan anti narkoba bisa dilakukan pula melalu media sosial seperti Facebook, Twitter, Path bahkan jejaring percakapan seperti Whatsapp, Wechat, KakaoTalk dan sejenisnya. Penggunaan infografik pun akan sangat membantu remaja masa kini mengenal jenis-jenis dan bahaya nyata dari Narkoba. Semoga kampanye anti narkoba tidak berhenti disini, pencanangan Indonesia bebas dari Narkoba harus didukung semua pihak agar Indonesia begegas untuk bebas dari jeratan Narkoba yang mematikan.

5 thoughts on “Inilah Cara Majalah Remaja Ngobrolin Tentang Nakoba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s