Cegah Penyalahgunaan Obat Terlarang, Ini Yang Perlu Dilakukan Sekolah


Oleh: Dzulfikar Alala

bnn
Ibu AKBP. Chotidjah dari BNN saat sesi talkshow (dok.pribadi)

Tak bisa di mungkiri lagi bahwa anak-anak remaja menjadi salah satu target pasar bandar narkoba nasional dan internasional dalam memasarkan produk haramnya. Remaja dianggap sebagai target pasar yang menjanjikan karena emosi mereka lebih labil sehingga dianggap mudah sekali untuk di bujuk dan di rayu. Apalagi jika sudah terjadi konflik dengan orang tua atau orang-orang terdekat, remaja cenderung melakukan pelarian entah itu mencurahkan isi hati kepada teman-teman atau sekedar mencoba hal-hal baru untuk menghilangkan problema yang dihadapi sesaat. Sayangnya semua itu terindikasi hanya pelarian belaka. Jika saja salah langkah misalnya terjerat perangkap narkoba, tentu akan lebih sulit lagi untuk melepaskannya. Ditambah lagi tidak ada jaminan lingkungan yang baik akan membuat remaja semakin rawan terjerumus pada penggunaan atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

bnn
Siswa berprestasi ikut berbagi tips berprestasi (dok.pribadi)

Sadar dengan potensi bahaya dan segala resiko yang ada, maka sekolah sebagai institusi pendidikan formal perlu memberikan bekal kepada para peserta didiknya sebagai upaya preventif atau pencegahan agar para remaja bisa belajar memahami sebab dan akibat yang ditimbulkan dari obat-obatan terlarang. Di dalam sekolah terdapat Organisasi Intra Sekolah atau OSIS yang bisa diajak urun rembuk bersama untuk menyelenggarakan semacam talkshow tentang upaya gerakan anti narkoba mulai dari rumah, sekolah dan lingkungan yang cakupannya lebih luas lagi.

Inilah salah satu kegiatan yang dijadikan agenda tahunan di sekolah Ehipassiko BSD, tempat penulis mengajar, yakni menyelenggarakan talkshow tentang upaya pencegahan terhadap bahaya obat-obatan terlarang. Beruntung di sekolah Ehipassiko memiliki pembina OSIS yang peduli dengan gerakan anti narkoba. Maka tepatnya mulai tahun lalu (2013), kegiatan talkshow tersebut dijadikan sebagai agenda tahunan.

Banyak Rumah Sakit baik swasta maupun pemerintah yang bersedia untuk dimintai bantuan untuk menghadirkan narasumber yang berkompeten ke sekolah-sekolah untuk mengkampanyekan cara hidup sehat tanpa narkoba. Salah satunya tahun lalu sekolah Ehipassiko bekerja sama dengan RS. Medika BSD. Bahkan saat itu OSIS Ehipassiko School BSD pun turut mengundang pembicara dari BNN (Badan Narkotika Nasional) yang diwakili oleh AKBP. Chotidjah. RS. Medika BSD turut menghadirkan dua dokter cantik yakni dr. Fransisca Irma Sp.Kj, dr. Ranetta Sp.S. sebagai narasumber yang berkompeten dalam bidang kesehatan fisik dan psikis.

Ketika ibu Chotidjah datang ke Ehipassiko School BSD, kebetulan sekali baru terjadi kasus meninggalnya penyanyi internasional Whitney Houston yang diduga penyebabnya adalah over dosis, sama halnya seperti raja Pop dunia Michael Jackson. Beliau yang juga bagian dari unit tindak pencegahan di BNN, menekankan dalam acara talkshow tersebut bahwa orang yang menggunakan narkoba diluar indikasi medik dan tanpa sepengetahuan atau resep dokter, dan juga dilakukan secara teratur atau secara berkala dalam kurun waktu satu bulan akan sangat terlihat perbedaannya secara fisik.

Selain ibu Chotidjah yang memberikan wejangan dan nasihat pada anak-anak, secara medik dr. Fransisca Irma Sp.Kj menggambarkan bahwa orang yang sudah bersentuhan dengan narkoba akan mengalami gangguan pada otaknya sehingga neurotransmitter-nya (salah satu bagian otak yang paling penting untuk mengirimkan sinyal-sinyal ke seluruh organ tubuh) tidak berfungsi sebagai mana mestinya atau secara sederhana bisa dikatakan rusak. Artinya ketika otaknya sudah terganggu maka sebagai konsekwensinya, kehidupannya pun akan terganggu karena seorang pecandu narkoba sudah tidak dapat berpikir dengan jernih. Akal sehatnya sebagai manusia jelas sudah sakit karena pengaruh buruk narkoba.

Kegiatan-kegiatan semacam inilah salah satu upaya untuk mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba pada tahun 2014. Meskipun faktanya dilapangan tidak akan hilang sepenuhnya dan sekaligus, minimal ada pencegahan dan upaya meminimalisasi semakin banyaknya korban disebabkan karena penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Apa yang dilakukan Sekolah, Rumah Sakit dan BNN merupakan bukti konkrit bahwa dalam memerangi peredaran narkoba, semua elemen harus merangkul satu sama lain dan menyelesaikan permasalahan yang mengancam generasi bangsa, bersama-sama sehingga pada masa mendatang nanti, generasi yang memimpin adalah generasi yang bersih dari pengaruh-pengaruh narkoba dan sejenisnya.

bnn
peserta talkshow berdialog dengan narasumber (dok.pribadi)

Kegiatan talkshow dirasa lebih cocok untuk usia remaja karena anak-anak remaja cenderung akan mudah bosan jika terlalu banyak mendengarkan ceramah. Mereka juga lebih suka dengan media-media yang berkaitan dengan audio visual seperti film pendek atau animasi. Untuk ruang lingkup yang lebih kecil lagi bisa di bentuk forum discussion group yang bisa di moderatori oleh beberapa guru atau para relawan yang bisa bercerita dan berbagi pengalaman kepada anak-anak usia remaja tentang bahaya narkoba.

Selain melibatkan siswa sekolah Ehipassiko BSD, OSIS Ehipassiko sebagai panitia penyelenggara talkshow turut mengundang pula beberapa siswa dari sekolah lain. Antusiasme siswa cukup positif karena hadir pada saat yang sama beberapa siswa SMP dan SMA dari berbagai sekolah yang berbeda. Jika saja talkshow ini dihadiri oleh publik figur yang bisa membagikan ceritanya, tentu akan semakin banyak menyedot perhatian para remaja agar bisa memahami bahaya dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

bnn
Panitia Talkshow (dok.pribadi)

Dari pengalaman penyelenggaraan acara tersebut, minimal para panitia yang merupakan bagian dari siswa juga bisa belajar bertanggung jawab dan mengisi kesibukan dengan hal-hal yang bermanfaat bagi diri dan lingkungan. Acara talkshow tahun lalu terbilang cukup sukses karena baru pertama kali diselenggarakan dan cukup mendapatkan respon positif dari siswa dan guru dari sekolah lain. Ada dua hal yang didapatkan dari acara tersebut. Selain ikut membantu kampanye BNN dalam memerangi narkoba juga sebagai upaya mengenalkan sekolah yang menjadi tuan rumah atau penyelenggara talkshow. Semoga tahun ini acara tersebut bisa terlaksana kembali.

One thought on “Cegah Penyalahgunaan Obat Terlarang, Ini Yang Perlu Dilakukan Sekolah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s