Pembatasan Rokok Salah Satu Upaya Preventif Anti Narkoba


Oleh: Dzulfikar Alala

Tak bisa di mungkiri bahwa semakin banyak perokok pasif dan perokok di bawah umur di temui di negeri ini. Mereka semua berpotensi menjadi pelanggan narkoba selanjutnya di masa mendatang. Mengapa demikian? Rokok jelas memiliki kandungan nikotin yang bersifat adiktif dan menjadikan penggunanya kecanduan. Inilah pintu masuk narkoba yang sesungguhnya. Setiap perokok berpotensi menjadi pengguna narkoba karena sebuah batang rokok. Namun bukan berarti setiap perokok adalah pecandu narkoba.

theinsporationroom.com

Peredaran rokok pun kian hari kian memprihatinkan. Ada regulasi tapi tidak tegas untuk membatasi penjualan rokok bagi anak-anak dibawah umur dan lemahnya perlindungan terhadap anak-anak. Baik pemerintah dan sebagian para orang tua (yang merokok aktif) seakan menutup mata dengan fenomena anak di bawah umur yang sudah kecanduan rokok. Berita tersebut sungguh mengiris hati. Bahkan fenomena anak-anak yang merokok sudah terlanjur di kenal di dunia maya sehingga tersebar ke seluruh dunia. Indonesia kini dikenal dengan surga bagi perokok dan industri rokok dunia. Anak-anak dijadikan pasar potensial sehingga akan menjadi pelanggan masa depan dari usia dini.

 

Seorang aktivis anti rokok pernah mengatakan bahwa produsen rokok sengaja mengemas iklan rokok dalam bentuk animasi juga agar bisa menarik minat anak-anak. Tapi hal tersebut tampaknya tidak dibaca dengan jelas oleh orang tua dan pemerintah sebagai sesuatu yang membahayakan. Ingat anak-anak bukan hanya menjadi candu terhadap rokok tapi sudah berada di gerbang menuju coba-coba bahkan terjerumus terhadap narkoba.

 

Sampai dengan detik ini hanya beberapa organisasi dan LSM serta tokoh orang perorangan yang peduli dengan perang terhadap rokok. Esensinya mereka bukan hanya perang terhadap bahaya rokok tapi juga ikut serta dalam mengkampanyekan anti narkoba baik secara langsung dalam seminar, traning bahkan info-info yang mereka sebarkan di dunia maya melalui sosial media. Sebaliknya, pemerintah seolah tak berkutik jika di hadapankan dengan permasalahan rokok yang pelik. Satu sisi ingin mendapatkan pemasukan bagi Negara, tapi di sisi lain membunuh rakyatnya pelan-pelan dan menjerumuskannya ke lubang candu yang tak berkesudahan.

 

Pemerintah secara tidak langsung memiliki peran penting terhadap masa depan anak bangsa. Anak-anak yang sudah terkontaminasi dan terpapar asap rokok sudah tentu memiliki potensi beberapa kali lipat lebih tinggi untuk terkena penyakit kanker dibandingan mereka yang bebas dari rokok.

 

Banyak kasus konyol terjadi karena sebuah rokok. Seorang anak bisa mencuri uang orang lain yang bukan miliknya demi menghisap rokok yang membahayakan kesehatan. Semua petuah dan nasihat akan menjadi musykil jika seseorang sudah candu terhadap sesuatu. Hanya hidayah yang akan bisa menyembuhkannya.

 

Dari beberapa pengguna yang pernah sharing tentang pengalaman selama bersentuhan dengan narkoba, kebanyakan mereka berkenalan dengan rokok terlebih dahulu baru menanjak pada ganja, putaw, heroin dan macam-macam lainnya. Jika tidak ada uang ngelem atau menghirup bau bahan bakar pun bisa dilakukan demi nge-fly. Sungguh sangat memprihatikan jika generasi bangsa kita seperti ini.

 

Ada beberapa cara agar penyebaran rokok tidak semakin memprihatinkan. Pertama, aturan pelarangan penjualan rokok terhadap anak di bawah umur harus di perketat. Rokok tidak bisa lagi dijual secara ketengan atau batangan. Hal tersebut akan memicu anak-anak untuk semakin mudah mendapatkan rokok batangan karena harga eceran yang terlampau murah. Setiap pembeli rokok harus menujukkan KTP terutama terhadap konsumen yang masih terlihat remaja bahkan belia. Dengan begitu orang tua tidak bisa menyuruh-nyuruh lagi anaknya untuk membelikan rokok di warung. Memang hal ini sangat berat dan butuh pengawasan yang terus menerus. Mental warga harus di sadarkan tentang bahaya rokok yang akan menjadi gerbang menuju narkoba.

 

Kedua, iklan rokok di media apapun harus dilarang. Rokok tidak perlu lagi beriklan demi menghilangkan hegemoni terhadap sebuah acara dan pertunjukkan. Hal ini jelas merupakan ekspose yang cukup menguntungkan bagi produsen rokok.

 

Ketiga, perusahaan rokok harus mengubah kemasan dengan gambar-gambar akibat dari rokok yang ganas seperti halnya bungkus rokok di beberapa negeri tetangga di ASEAN. Hanya Indonesia yang kemasan atau bungkus rokoknya eklusif dan bisa berwarna warni bahkan dengan corak khusus entah itu gambar kartun atau terlihat premium dan berkelas. Kecerdikan produsen dalam mengemas rokok di Indonesia memang sudah mengakar. Iklan-iklan rokok sudah semakin kreatif. Inilah pentingnya pemerintah selaku pemangku kebijakan agar bisa bersikap tegas terhadap peredaran rokok yang semakin meluas dan menghawatirkan.

 

Keempat, masyarakat harus disadarkan akan potensi dan bahaya rokok. Dengan demikian masyarakat juga turut berperan serta dalam memerangi narkoba dan mendukung Indonesia bebas dari narkoba. Sangat memprihatikan jika masih ada orang tua yang menjadi perokok pasif di rumahnya sendiri. Baik secara langsung maupun tidak langsung, perokok aktif tersebut telah meracuni anak dan istrinya selama bertahun-tahun dengan asap rokok. Belum lagi kerugian material yang bakal di tanggung di kemudian hari.

 

Kelima, gerakan anti rokok merupakan upaya preventif dalam rangka mendukung program anti narkoba. Hal tersebut perlu mendapatkan dukungan luas dari seluruh background dan lapisan masyarakat mulai dari kelas rendah, menengah hingga tinggi. Karena permasalahan rokok dan narkoba merupakan permasalahan bangsa dan negara. Dengan demikian Indonesia akan menghasilkan generasi-generasi anti rokok yang sudah pasti diharapkan jauh dari cengkraman narkoba yang mematikan.

3 thoughts on “Pembatasan Rokok Salah Satu Upaya Preventif Anti Narkoba

  1. wah, ngmg2 soal rokok aku jd inget, dulu pernah nonton 1 video anti rokok Thailand yg alurnya bagus banget. ceritanya itu ada sekelompok anak2 pinjem korek ke org dewasa yg katanya buat ngerokok. ya org dewasa itu gak ngebolehin lah, pake ceramah segala mereka. pas anak2 itu mau pergi, mereka ngasih sebuah kertas isinya “kalau kalian melarang kami, kenapa kalian sendiri melakukannya?”😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s