Pengalaman Pertama Menjadi Pembina Upacara


Pagi tadi saya jadi pembina upacara untuk pertama kalinya sepanjang karir saya selama menjadi guru. Setelah sebelumnya melalui perdebatan panjang karena tidak ada satupun diatara kami, para guru, yang bersedia menjadi pembina upacara. Yang tua selalu memberikan kesempatan dan dorongan untuk yang muda, sedangkan yang muda sungkan untuk melangkahi yang tua. Akhirnya keputusan di serahkan pada sebuah undian.

Ketika melakukan pengundian sesaat kami merasa seperti ibu-ibu yang sedang arisan. Bedanya, tidak satu pun yang mengharapkan namanya keluar saat itu. “Dan yang beruntung pagi ini adalah Mr. Dzulfikar” begitulah Kepala Sekolah memberikan deklarasinya setelah membuka kertas yang di genggamnya. Saya menerima dengan lapang dada dan merasa tidak berat sama sekali karena sejak dari SMP sudah terlatih dengan kuliah tujuh menit di pondok. Bahkan ketika SMA pun sudah belajar menjadi khatib Jumat. Jadi sejujurnya menjadi pembina upacara bukanlah masalah berarti buat saya.

Pagi itu saya sudah menyiapkan konsep pidato dalam pikiran, yang saya balut dengan sebuah cerita. Tapi entah kenapa tiba-tiba pagi itu saya mengalami lagi namanya sebuah demam panggung. Bagi saya inilah kesalahan saya karena terlalu menyepelekan sebuah pidato sederhana yang seharusnya disiapkan sebelumnya. Saat MC mempersilahkan saya untuk memberikan amanat upacara, saya gamit sebuah mikropon portable untuk saya dekatkan sehingga semua siswa dari tingkat SD hingga SMA bisa mendengar suara saya dengan jelas. Sementara sorot mata para guru terlihat penasaran dengan materi pidato yang akan saya sampaikan.

Saya sapa dan saya sebutkan kepala sekolah, dewan guru dan para siswa sebagai pembukaan. Saat itu saya sudah merasakan tetesan-tetesan hujan membasahi pipi saya. Namun, saya terus melanjutkan hingga bait pembukaan sebuah cerita yang hendak saya sampaikan. Namun, tiba-tiba tanpa kompromi hujan turun dan lama-lama semakin deras. Akhirnya tanpa pikir panjang saya memberikan amanat kepada pemimpin upacara untuk membubarkan upacara. Karena sudah menaikkan bendera, pembina upacara dapat membubarkan upacara tanpa melanjutkan prosesi selanjutnya. Walhasil semua langsung kocar-kacir menyelamatkan diri dari serbuan air hujan.

Inilah sejarah pertama kalinya saya menjadi pembina upacara sekaligus pertama kalinya membubarkan prosesi upacara sebelum menyampaikan amanat. Ini pula sejarah pertama kalinya dalam sekolah kami, upacara berhenti di tengah jalan karena hujan. Untunglah hujan tidak turun saat pengibaran bendera, jika saja itu terjadi kami harus tetap sedia hingga prosesi pengibaran bendera selesai . Hujan bukanlah pantangan untuk mengibarkan sangsaka merah putih. Ada selaksa doa yang saya ucapkan lirih “alhamdulillah” tugas saya selesai. Ketika hujan semakin deras pagi itu.

Wal hasil semua peserta menjadi penasaran karena cerita yang hendak saya sampaikan tidak jadi mereka dengarkan. Sementara yang lainnya dengan guyon mengatakan “wah gila doanya mujarab banget, pas mau kasih amanat pas hujan turun” saya hanya membalasnya dengan senyuman saat itu.

Lucu juga sih rasanya jika mengingat kejadian itu. Saat kita menerima sesuatu dengan lapang dada, ada saja pertolongan dari yang diatas. Tapi kesannya berbicara di muka umum itu horor yah. Padahal hampir setiap hari saya bertemu para siswa. Itulah sekelumit kehidupan seorang guru.

9 thoughts on “Pengalaman Pertama Menjadi Pembina Upacara

  1. selama SD dari kelas 4 saya selalu menjadi pembina upacara, jadi selama SMP tidak begitu kaku, bagaimana pun juga pengalaman akan membuat kita terbiasa, walaupun kadang malu juga di depan umum hehehe

    salam kenal

    1. wakakak yah maklum sudah lama tidak bicara di depan umum hehe. Salam kenal juga. Saya sudah kunjungi balik blognya tp tdk ada kolom komentar. tq sudah berkunjung

      2014-03-13 11:55 GMT+07:00 Just Share :

      >

    1. huahahahaha semoga cuaca bersabat🙂

      *Regards,Dzulfikar* *081322929329*

      [image: Dzulfikar Al-A’la on about.me]

      Dzulfikar Al-A’la about.me/dzulfikar

      2014-11-23 20:19 GMT+07:00 Creative Learner :

      >

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s