Transformasi TV Parodi


Trans TV kini disorot berbagai kalangan
masyarakat. Dari Kaskuser (Pengguna Forum
Kaskus) sampai dengan pemerhati TV. Pasalnya
acara goyang-goyangan dianggap sudah mulai
kebablasan. Maunya sih ingin dikenal seperti opa
Gangnam Sytle, apa lacur ternyata goyang kaisar
romawi dari tanah Jawi yang keluar dan seolah
dipaksakan untuk populer. Gak perlu pinter
apalagi sekolah, cukup bejo bisa menghantarkan
sang kaisar menuju dunia hiburan yang
bergelimang dengan harta.

Awalnya acara Yuk Kita Sahur dilanjutkan dengan
acara yang kontennya hampir mirip. Lawak
yang”cerdas” dan turunan dari Opera Van Java
yang sangat bergantung dengan main pukul-
pukulan gabus. Setelah itu terbahak-bahak sambil
saling balas melemparkan cacian dan makian ala
pelawak abad 21. Itu pun belum ditambah dengan
perang tepung. serang rambut hingga sengaja
memasukkan ke mulut rekannya yang ternganga,
muka memutih bahkan hampir mati karena terlalu
banyak tepung menutup di rongga mulut yang ada
malah penonton di studio semakin terpingkal dan
terbahak-bahak. Entah ketawa beneran atau
ketawa arahan sutradara.

Kini, bukan goyang ngebor atau goyang gergaji
yang sedang heboh, melainkan goyang oplosan
yang menyerempet seronok dan menampilkan
tontonan yang tak layak bagi anak-anak. Kini
Trans TV seolah bertransformasi menjadi TV
Parodi yang melahirkan pelawak-pelawak hebat
dan terkenal namun kurang memerhatikan akal
budi. Semua dilahap demi mengejar rating dan
popularitas diri.
Kata mereka yang salah kita. Terlalu banyak
bicara dan mengurusi komedian picisan yang
tengah naik daun. Matikan saja televisimu. Gitu
aja kok repot?
Okelah kalau begitu. Mari kita lihat visi misi
stasiun televisi si Anak Singkong ini. Visi Misi ini sumbernya bisa didapatkan disini. Berikut
adalah isinya:

Visi Trans TV

Menjadi televisi terbaik di Indonesia maupun
ASEAN, memberikan hasil usaha yang positif bagi
stakeholders, menyampaikan program-program
berkualitas, berperilaku berdasarkan nilai-nilai
moral budaya kerja yang dapat diterima oleh
stakeholders serta mitra kerja, dan memberikan
kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan
serta kecerdasan masyarakat.

Misi Trans TV

Wadah gagasan dan aspirasi masyarkat untuk
mencerdaskan serta mensejahterakan bangsa,
memperkuat persatuan dan menumbukan nilai-
nilai demokrasi.
(Sumber Visi dan Misi: http://www.transtv.co.id diakses
pada tanggal 30 Desember 2013)

Secara tersurat, mulia benar visi dan misi Trans
TV, namun mereka sepertinya mulai bergeser dari
visi misi yang mereka canangkan apalagi setelah
ditinggalkan oleh the shining star, Wisnutama.
Trans TV seolah kehilangan arah bak ditinggalkan
nakhodanya dan malah seperti mulai mencari jati
diri kembali. Entah apa benchmark dan brandmark
yang hendak dibidik. Jika yang diinginkan adalah
kelompok menengah kebawah dan anak-anak alay
bayaran yang gemar cuci-cuci jemur-jemur maka
tepatlah Trans TV bersanding dengan RCTI yang
menggarap lahan subur di era digital ini.
Dan kini NETMEDIA seolah menjadi pelepas
dahaga diantara TV-TV alay yang menjagokan
FTV Horor dan Chef Seksi dengan belahan dada
yang aduhai. Saya masih ingat benar awal muncul
Trans TV mirip dengan NETMEDIA, memberikan
nuansa yang berkelas dan kreatif karena saya tahu
betul disana banyak sekali anak-anak muda yang
berkreasi hingga tak kenal waktu kerja atau
bahkan sesekali pulang untuk menjenguk
keluarga. Mereka secara totalitas bekerja demi
mencerdaskan pemirsa dengan program hiburan
yang mengedukasi dan pendidikan yang
menghibur.

Maka tak heran jika NETMEDIA kini melahirkan
acara talkshow Sarah Sechan yang juga host
boyongan dari TransTV, The Comment yang gak
penting tapi menarik untuk di simak meskipun inti
acaranya sama tapi dikemas dengan cover yang
berbeda secara kreatif. Belum lagi Film-Film Box
Office Korea yang menjadikannya pilihan utama
bagi K-Pop Lovers.

“Satu kepala hilang, perubahannya sungguh luar
bisa mendalam.”

Stakeholders sepertinya dianggap angin lalu
dalam visi misinya. Kini mereka barangkali hanya
mewakili segelintir pemilik saham yang rakus
dengan rating, rating dan rating atau justru lelah
dan kehabisan ide kreatif? Wallahu Alam.

Okelah mereka berhasil memeberikan
kesejahteraan terhadap pemirsa yang datang
langsung dan berkompetisi untuk bergoyang
heboh agar mendapatkan rupiah. Tapi cukup
hanya disitu, program goyang-goyang sudah jauh
dari kata “cerdas” jauh dari visi sekedar
menawarkan program yang mencerdaskan
masyarakat.

Kini Trans TV butuh darah segar yang berpikiran
cemerlang. Bisa mengemas sebuah program
dengan layak. Menghibur sekaligus mengedukasi.
Hadirnya program-program tak jelas nampaknya
wajar saja karena mereka acuh dengan komplain
masyarakat terhadap beberapa program yang
kadung disukai segelintir orang yang sama dan
itu-itu saja.

Penghargaan dengan program-program terpuji
nampaknya sudah tidak relevan lagi jika
disandingkan dengan sebuah nama TransTV.
Mereka seolah hidup didalam studionya sendiri.

Tidak mendengar dan melihat realitas di luar
studio. Mereka seperti hidup dalam sebuah kotak
dan tak ada intraksi. Sayangnya inilah yang
kadung ditangkap Wisnutama dan mengajak
pirsawan NETMEDIA untuk berinteraksi dengan
kecanggihan teknologi. Sebuah terobosan
kompetitor yang tak disangka dan diduga. Cukup
mudah bagi NetMedia untuk
memporakporandakan kebesaran nama TransTV.
Bahkan tanpa di ganggupun nama TransTV akan
terkubur dengan sendirinya sebagai TV Parodi.

Andai saja waktu memang bisa diputar, Trans TV
akan selalu menjadi televisi kebanggaan
masyarakat dengan program-programnya yang
fenomenal dan selalu terdepan. Kita doakan
semoga si anak singkong bisa mengembalikan
Trans TV ke rel Visi Misi yang benar. Amin.

Salam Hangat

@DzulfikarAlala

2 thoughts on “Transformasi TV Parodi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s