Cerita di balik Menjadi 12 Finalis Inovasi Penuh Makna


Alhamdulillah, saya tengah bahagia karena ide saya tentang lampu belajar portable bertenaga surya masuk ke dalam 12 besar program Inovasi penuh makna dari Philips. Tujuan program ini adalah untuk membangun kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ada tiga bidang yang dibidik yakni Inovasi Pembangunan Daerah Desa yang Berkelanjutan, Inovasi Pengembangan Akses Menuju Pelayanan Kesehatan dan Inovasi untuk membantu Ibu Dalam Merawat Keluarga. Dan Ide saya termasuk dalam ide yang dipilih mewakili bidang Inovasi Pengembangan Daerah Desa yang Berkelanjutan.

Screenshot pribadi dari web Philips
Screenshot pribadi dari web Philips

Mekanisme seleksi ide sudah berlangsung lebih dari dua bulan sebelumnya. Dari 4600-an ide yang masuk, dipilihlah 45 ide terbaik yang dibagi kedalam lima ide terbaik mingguan. Dan ide saya terpilih sebagai ide terbaik pada minggu ke enam. Kemudian setelah menjaring 45 ide terbaik, para stakeholder ikut urun rembuk memilih 12 ide terbaik. Dan Alhamdulillah ide saya masuk sebagai salah satu finalis dari 12 ide yang terpilih.

Screen Shot pribadi dari web Philips
Screen Shot pribadi dari web Philips

Tentu saja saya harus berterimakasih pada kang Benny Rhamdani, blogger asal Bandung yang juga editor di Mizan. Atas infonya di social media, saya bisa mengirimkan ide saya melalu program Inovasi penuh makna dari Philips. Dan beruntungnya kang Benny bisa mendapatkan tiga buah produk dari Philips karena tiga idenya lolos sebagai ide terbaik mingguan. Sayang dari ketiga ide brilliannya, tidak satupun idenya yang masuk dalam finalis padahal idenya sangat menarik.

Berikut adalah ide saya yang saya posting pada halaman web inovasi penuh makna Philips. Ide ini memang bukan murni hasil olah pikir saya. Tak ada memang ide yang original, yang ada hanyalah inovasi dari produk dari pengalaman sebelumnya. Jadi, bagi saya yang ada hanyalah perbaikan dari sebelumnya itulah yang saya maknai dengan “inovasi”. Dan sekali lagi saya tidak mengatakan bahwa ini adalah murni ide saya pribadi. Saya hanya berupaya berkontribusi agar Philips mewujudkan inovasi baru untuk kemajuan dunia Pendidikan Indonesia agar lebih maju, salah satunya melalui Lampu Belajar Portable Bertenaga Surya. Berikut adalah petikannya.

Saat SMP dulu saya pernah di terjunkan selama satu bulan untuk mengabdi di masyarakat. Di sebuah desa dengan mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Meskipun listrik telah masuk namun, sering kali mati lampu adalah rutinitas sehari-hari yang tidak bisa terelakkan.

Kesulitannya adalah kami tidak bisa mengajar saat malam hari. Padahal saat itu kegiatan anak-anak petani dilakukan dari sore hingga malam hari. Jika saja ada lampu portable tenaga surya yang mudah untuk dibawa-bawa tentu saja akan sangat membantu terutama bagi para guru dan siswa yang masih kesulitan mendapatkan penerangan.

Dengan menggunakan tenaga matahari, penggunanya tidak perlu repot harus mengganti batu batre atau berulang kali charge lampu tersebut. Dengan menggunakan energi matahari, selain ramah lingkungan juga murah dan tidak menimbulkan polusi.

Saya berharap Philips bisa mewujudkan ide saya. Meskipun kini sudah banyak lampu belajar dengan tenaga batu batre tapi di pedalaman akan sangat sulit untuk membeli sebuah jarum sekalipun karena akses yang sangat terbatas. Dengan demikian akan semakin banyak guru dan siswa yang terbantu karena lampu belajar portable bertenaga surya.

Saya sangat berharap ide tersebut bisa diwujudkan untuk membantu dunia pendidikan di pelosok daerah. Jauh sebelum ada program Indonesia Mengajar, saya telah ditempatkan di beberapa desa disekitar sekolah saat masih duduk di bangku SMP. Tentu saja program mengajar di desa ini masih berlanjut hingga sekarang. Biasanya program digelar setiap bulan puasa. Program yang bernama Muballigh Hijrah ini ternyata masih bertahan di tengak modernitas karena sejujurnya masih banyak desa yang memiliki akses terbatas. Disitulah peran kita bisa mengisi untuk kemajuan dan pengambangan desa. Gagasan ini sejalan dengan apa yang diinginkan oleh Philips dalam program Inovasi Pengembangan Daerah Desa yang Berkelanjutan.

Screen Shot pribadi dari web Philips
Screen Shot pribadi dari web Philips

Jika ide saya terpilih sebagai salah satu dari dua ide terbaik, maka Philips sudah menyediakan dana 1,5 milyar untuk mewujudkan ide saya tersebut. Memang cukup banyak ide yang menarik dan penting. Tapi bagi saya, ide lampu belajar portable tenaga surya ini bisa menjadi solusi untuk membantu pendidikan di daerah pelosok bahkan di perbatasan yang aksesnya sangat sulit.

Dari sebuah lampu penerangan bisa merubah banyak hal. Anak-anak suku anak dalam di Hutan pun nantinya bisa memanfaatkan lampu tenaga surya ini untuk belajar dimanapun mereka berada. Dari tenaga surya untuk penerangan dan untuk kehidupan Indonesia lebih baik lagi.

Jika anda setuju dengan ide saya, jangan lupa berikan vote atau dukungan anda melalui philips.to/ide2 atau langsung ke link berikut ini http://www.meaningfulinnovation.asia/indonesia/list-idea/lampu-belajar-portable-tenaga-surya/ dukungan anda sangat berarti bagi saya dan bagi mereka yang akan mendapatkan manfaat dari lampu belajar portable bertenaga surya.

Screen Shot pribadi dari web Philips
Screen Shot pribadi dari web Philips

Salam Hangat

@DzulfikarAlala

9 thoughts on “Cerita di balik Menjadi 12 Finalis Inovasi Penuh Makna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s