Cerita di Balik Nge-Host di Kompasianival 2013 [Part2]


travel-Iskandarjet
Talkshow Wisata Indonesia (dok. Iskandarjet)

Sisa-sisa trauma kegagalan nge-host di malam kedua (22/11) Kompasianival 2013 dengan bintang tamu Franky Sadikin sebetulnya masih ada. Tapi, saya tidak mau terlarut dengan pengalaman tersebut. Setiap kejadian yang telah lalu pasti ada hikmahnya, dan saya yakin, saya bisa banyak belajar dari pengalaman itu. Ibarat mengayuh sepeda, kayuhan pertama memang terasa berat, selanjutnya akan terasa ringan. Dan itulah pesan sesepuh Kompasianer yang selalu saya ingat.

Sabtu pagi (23/11) seperti biasa saya mengajak jalan-jalan anak saya terlebih dahulu yang berusia tiga tahun. Ia baru saja merayakan ulang tahunnya tanggal 14 November 2013 lalu. Kebiasaan setiap pagi memang ia selalu minta di ajak jalan-jalan keliling kampung. Setelah itu biasanya dia minta dibelikan sarapan bubur ayam atau nasi kuning. Bersamanya rasanya semua kejadian semalam bisa saya lupakan.

Sebelum mandi, saya sempatkan membaca postingan terakhir tiga narasumber yang juga merupakan Kompasianer. Mereka adalah Dhanang Dave, Daniel Mashudi dan Olive Bendon. Ketiganya bukan nama yang asing di telinga. Konsistensi mereka tak perlu diragukan lagi, sehingga Admin mengkategorikan mereka sebagai travel blogger Kompasiana yang konsisten menulis perjalanan-perjalanan mereka yang mengasyikkan.

Dhanang Dave selalu menyajikan foto-foto yang unik nan menarik dalam setiap tulisan perjalanannya. Dengan parasnya yang rupawan, tak heran jika Dhanang Dave memiliki banyak fans. Termasuk salah satu Admin Kompasiana pun menggemarinya. Tulisannya hampir selalu di ganjar Headline. Tak heran jika ia termasuk nominator reporter warga terbaik Kompasiana 2013.

Daniel Mashudi sudah cukup saya kenal melalui berbalas komentar di Kompasiana. Foto-foto travelling-nya khas dengan sepatunya yang ditunjukkan ala travel blogger. Kadang sneakers, kadang pula sendal gunung. Bahkan saya jadi berpikir jangan-jangan travel blogger yang suka motret kakinya, rajin pula perawatan padicure medicure hehehehe.

Dan nama terakhir adalah Olive Bendon. Foto-fotonya khas reporter warga. Salah satu fotonya yang paling saya ingat adalah ketika ia narsis ria di depan rumahnya yang sedang kebanjiran. Dengan air yang menggenang hampir sepinggang, terkembang senyum khas mbak Olive disana, sambil mengalungkan sebuah kamera yang selalu setia menemaninya. Dan saya pun selalu menjadi stalkers setia baik di timeline facebook-nya juga di halaman WordPress-nya hehehehe. Tulisannya khas dan autentik, layaknya seperti jurnalis yang kemana-mana membawa buku kecil. Persis seperti Wisnu Nugroho atau Jusuf Kalla yang selalu setia membawa sebuah buku kecil di saku kemejanya.

Setelah menempuh satu jam perjalanan, akhirnya saya tiba di Fountain Atrium West Mall Grand Indonesia. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 10.00. Tak banyak pengunjung yang datang, hanya beberapa karyawan dan SPG yang sedang sibuk bersiap-siap mengemasi barang dan merapihkan tempat jualan.

Ternyata lokasi kegiatan masih cukup sepi, hanya beberapa crew Kompasiana saja yang sudah berada di lokasi. Bahkan salah satu admin penghubung yang saya nanti, ternyata masih berada di Palmerah. Waduh!

Tak apalah gumam saya. Lagi pula saya sudah mencatat talking poin yang akan saya utarakan nanti saat acara dimulai. Sambil menunggu beberapa narsum akhirnya saya ikut nimbrung bersama seorang crew Kompasiana yang sedang asyik ngobrol dengan salah satu EO Tupperware. Wah, ternyata EO tersebut memuji penampilan saya malam sebelumnya. Wah, jadi gak enak nih hehehe. Setelah ngalor ngidul ternyata dia sudah hampir 5 tahun lebih berpengalaman sebagai seorang MC. Jadi, baginya penampilan saya malam sebelumnya sudah cukup baik untuk pemula seperti saya. Hmmm…ini yang bikin jadi semangat lagi. Nah, disitu saya jadi belajar lagi bagaimana membawakan sebuah talkshow. Meskipun begitu, yel-yel yang saya sampaikan malam sebelumnya menjadikan saya seperti marketing produk MLM atau bahkan motivator kondang. Salam SUPER!

Tak berapa lama akhirnya datanglah seorang Kompasianer senior yang saya kenal dekat. Oma Eni seperti biasa datang lebih pagi. Kompasianival tahun lalu, saya sempat bertemu dengan Oma Eni. Dan akhirnya saya pun ngobrol dengan Oma Eni. Tak lama kemudian datang pak Thamrin Dahlan, pak Nur Setiono dan Kompasianer lainnya.

Ternyata saat saya asyik ngobrol, beberapa narsum juga diam-diam sudah datang. Salah satunya mas Daniel yang duduk kalem di belakang. Kemudian saya hampiri dia dan melakukan percakapan awal sebagai pemanasan. Tak beberapa lama Dhanang Dave pun juga datang menyusul. Akhirnya pembicaraan menjadi cair. Keduanya masih kental dengan logat Jawa-nya. Dhanang pagi itu langsung datang dari Pati dan Daniel yang berasal dari Salatiga datang dari Tangerang. Dan lengkaplah sudah semua narsum setelah mbak Olive Bendon dengan kemeja warna pinknya datang dan menghampiri kami bertiga. Percakapan pun menjadi seru karena kami telah memiliki chemistry satu sama lain sebagai Kompasianer. Inilah mungkin yang membuat saya merasa nyaman diantara mereka bertiga.

kyb-auliagurdi
Streaming Kompasianival by KYB (dok.Aulia Gurdi)

Kesan pertama bertemu dan bertatap muka dengan ketiga blogger tersebut tentu cukup menarik. Dhanang memang berparas menarik. Sedikit mirip-lah dengan Nazril Ilham namun masih dengan logat Jawanya yang kental. Ngomongin Dhanang saya berasa jadi kayak Maho! #dikeplakbini. Sedangkan Daniel memang memiliki pembawaan yang kalem seperti air. Tak banyak bicara jika tak ditanya. Ini tantangannya jika mewawancara narsum yang pendiam hehehe. Nah, kalau mbak Olive tak perlu ditanya lagi. Saya bertanya dua patah kata, dia akan menjawabnya ribuan kata hahahaha. Seragam mbak Olive pun tak biasa. Biasanya dia berpenampilan casual. T-shirt, celana jeans, sneakers dan ransel. Udah khas cewek tomboy lah. Tapi pagi itu mbak Olive kelihatan lebih feminim dengan kemeja pinknya.

Akhirnya siang itu, talkshow pun dimulai. Lucunya MC sempat mewawancarai narasumber yang akan tampil sebagai pembuka. Saya yakin MC tidak menyadari bahwa orang yang dia wawancara adalah narasumber yang akan tampil. Kami berempat hanya bisa cekikikan di pojokan belakang.

Satu hal yang menarik bagi saya adalah ketiga narsum memiliki nama yang kebarat-baratan. Dhanang Dave, Daniel Mashudi dan Olive Bendon. Pantaslah jika mereka lebih mencintai travelling di Indonesia. “Berwisata, Menikmati Indonesia” yang menjadi tema talkshow pada pagi itu alhamdulillah saya bawakan dengan cukup lancar. Bahkan saya dapat mengembangkan pembicaraan dari ketiga narasumber. Saya berpikir bahwa sebagai host, saya harus berperan seolah-olah sebagai seorang audience. Jadi, setidaknya apa yang ada di benak audience bisa saya utarakan langsung untuk menjawab rasa penasaran para audience. Saya juga tidak lagi mengandalkan gadget sebagai patokan pertanyaan. Pokoknya mengikuti saja alurnya menggunakan insting ala reporter warga dengan mengandalkan 5 W + 1 H.

Meskipun belum banyak pengunjung yang hadir, tapi saya cukup puas dengan penampilan saya pagi itu. Tentunya ini juga berkat kepiawaian ketiga narasumber yang telah memiliki kedekatan satu sama lain sebagai Kompasianers. Kami semua bisa mengekplorasi mengapa berwisata di Indonesia lebih menarik. Itu saja saya pikir sudah cukup. Ada pesan-pesan yang sudah kami sampaikan kepada audience. Bahwa berwisata bukan sekedar bersenang-senang tapi juga harus berwawasan Edutainement. Ada etika dan kewajiban yang harus dijaga seorang traveller.

Di akhir acara saya mendapat sambutan hangat dari pak Ajinatha, pak Thamrin Dahlan dan lainnya. Mereka mengucapkan selamat kepada saya karena telah membawakan talkshow dengan cukup menarik. Wah ini apresiasi yang sangat berharga bagi saya. Hal tersebut merupakan feedback yang berarti bagi saya. Terimakasih pak Thamrin dan pak Ajinatha.

Sayang setelah talkshow saya harus segera meninggalkan lokasi acara, karena ada acara lain di The Plaza, tak jauh dari Grand Indonesia karena masih bertetangga. Jadi saya tidak sempat menyaksikan Ahok dan insiden Satpolsiana hehehe. Saya juga tidak sempat bertemu dengan pak Teguh, teh Icho dan beberapa Kompasianer yang hanya bertahan hingga sore hari. Bahkan saya pun sampai lupa tidak sempat bernarsis ria dengan ketiga narasumber. Padahal saya sudah menantikan juga Jengkol Uni Jengki hahaha.

fuadi-dwipurwanti
Talkshow Besama Ahamad Fuadi dan Mirna (dok. Dwi Purwanti)

Setelah acara di The Plaza selesai, pada pukul 17.00 saya langsung bergegas ke Kompasianival kembali. Tak diduga ternyata saya mendapat kejutan dari Admin Kompasiana. Mas IskandarJet meminta saya menjadi Host Talkshow bersama Ahmad Fuadi, Penulis Trilogi Novel Negeri 5 Menara dan Editor Senior Gramedia Pustaka Utama, Mbak Mirna. Tapi tampaknya ceritanya akan saya tulis di lain kesempatan.

Bersambung…

Salam Hangat

@DzulfikarAlala

dzulfikar84's Kompasianival2013 album on Photobucket

Cerita Sebelumnya:

Cerita di Balik Nge-Host Talk Show di Kompasianival 2013 [Part1]

10 thoughts on “Cerita di Balik Nge-Host di Kompasianival 2013 [Part2]

      1. Oh yaahhh gila sampe 15x dan akhirnya dia bisa yah. Wah inspiring bgt emg si Intan. Jd kangen kopdar lg sama dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s