20131123_095357#1

Pengalaman Pertama Nge-Host di Kompasianival 2013


This slideshow requires JavaScript.

Tahun ini, saya cukup beruntung dipilih oleh admin Kompasiana sebagai salah satu host atau moderator talk show. Alhamdulillah kepercayaan itu saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar berbicara di hadapan publik. Ada dua acara talk show yang akan saya moderasi. Yang pertama bersama musisi Jazz Franky Sadikin dan yang kedua di acara puncak bersama tiga orang Kompasianer yang doyan traveling siapa lagi kalau bukan Dhanang Dave, Daniel Mashudi dan mbak Olive Bendon tentang Berwisata, Menikmati Indonesia.

Namun nyatanya, pada talk show pertama, saya merasa sangat kurang dan tidak menguasai panggung. Bahkan salah satu crew Kompasianival yang sudah saya kenal dekat, melihat saya seperti sedang jualan produk MLM di panggung. Menggunakan jas sambil memberikan semangat kepada penonton bak seorang motivator. Pokoknya pengalaman pertama nge-host itu bagi saya lucu banget karena banyak salahnya. Mungkin gara-gara itu, durasi yang seharunya 40 menit menjadi dipersingkat. Franky Sadikin sang bintang tamu pun mengamininya. “Perasaan cepet banget yak?” tanya dia.

Saat nge-host (foto dokumen Hazmi Srondol)
Saat nge-host (foto dokumen Hazmi Srondol)

Belum lagi di awal sebelum masuk sesi talk show ada kejadian yang membuat saya menjadi semakin nervous. Saya langsung blank ketika ditanya tema talk shownya sama MC. “itu lihat aja di situ apa temanya!” jawab saya ketus sambil menunjuk que cards yang di pegang MC. Duh malunya saya sampai lupa apa tema talk shownya. Dan MC pun menyelamatkan wajah saya dengan membacakan kembali tema talk show-nya. Perasaannya saat itu pengen langsung ngibrit aja keluar acara.

Saya gak tau kenapa semua bisa terjadi di luar apa yang saya rencanakan. Padahal saya sudah mempersiapkan materi talk show tersebut sehari sebelumnya. Mulai dari mencari informasi tentang bintang tamu, hingga mencatat beberapa talking point yang harus diajukan saat talk show. Bahkan kepikiran untuk menyiapkan beberapa pantun tapi urung saya keluarkan. Tapi ternyata semua yang saya persiapkan sia-sia. Saya jadi inget sama Uni Dessy KYB yang dulu saat Kompasianival 2012 kelihatan kikuk saat wawacanda sampai-sampai kebanyakan bilang “oh gitu yah“. Tapi sekarang uni Dessy makin kece saat live streaming. Apalagi saat di wawacanda sama Vale 46, kita malah kayak jadi transaksi barang MLM deh.

Bahkan salah satu admin menyarankan saya belajar sama mbak Edrida (salah satu kompasianer lain yg terpilih menjadi host) bagaimana caranya agar bisa menarik perhatian audience. Ia cukup sukses membawakan acara saat bersama 3composer. Malam itu saya jadi kepikiran postingan dr. Posma yang menulis bahwa host harus rame dan gokil. Wah, rasanya saat itu performance saya jauh dari yang diharapkan. Sementara saya bertanya sana-sini dalam hati saya juga harus menyiapkan mental jika sewaktu-waktu ternyata penampilan saya di kritik dan dijadikan bahan tulisan di kompasiana wkwkw jadi berasa sok ngartis gini.

Yap, akhirnya hari pertama nge-host (22/11) saya jadikan pelajaran penting dan berharga. Malam itu saya pulang dengan rasa kecewa yang amat dalam. “Kok ending-nya gak seperti yang saya impikan yah?” batin saya. Sambutan penoton juga terasa dingin. Disitu saya mikir, ternyata gak mudah ya jadi MC. Apalagi kali itu baru pertama kalinya saya menginjak Grand Indonesia di Fountain Atrium West Mall lt. 3A. Salah satu kesalahan saya adalah tidak melakukan survei lokasi dan audience yang hadir. Seharusnya saya bisa datang pada hari sebelumnya untuk mengenal karakteristik tempat dan audience. Belum lagi saya tidak terlalu menguasai musik Jazz. Kebetulan bintang tamunya pemain bass professional dan tekun dalam musik Jazz. Tapi, ya sudahlah.

Dengan perasaan gontai, malam itu, saya pun pulang bersama Uni Dessy dan mbak Yayat menuruni tangga eskalator dengan perasaan campur aduk sampai berpisah di Lobby. Sebelumnya juga saya meminta masukan dan kritikan baik dari admin dan beberapa kompasianer yang hadir dan menyaksikan saya malam itu. Intinya saya masih kurang berinteraksi dengan audience dan gadget yang saya gunakan sepertinya membuat saya tidak konsen dan membuat perbincangan saya dengan nara sumber tidak mengalir seperti mata air. Saya juga bertanya gimana caranya ngehost yang benar sama Uni Dessy dan mbak Yayat saat menuruni tanggal eskalator. Meskipun singkat tapi mereka sangat membantu saya.

Kena Candid sama Hazmi Srondol (foto Hazmi Srondol)
Kena Candid pose jelek😀 Dijepret sama Hazmi Srondol (foto Hazmi Srondol)

Saat mengendarai motor pulang ke rumah, rasanya perjalanan terasa lebih lama dari baiasanya. Saya mencoba mencatat dalam pikiran saya beberapa poin dan kesalahan yang harus di evaluasi pada malam itu. Tapi ternyata jadi kepikiran dan bikin saya gak konsen mengendarai motor. Akhirnya saya berusaha rileks dan jalan terbaik adalah melupakan kesalahan yang sebelumnya dan mempersiapkan acara untuk esok hari agar semakin baik lagi.

Setibanya di rumah kemudian saya merenung “kenapa ya kok talk show-nya gak asyik”. Sambil membuka Kompasiana saya merenung dan memikirkan apa yang harus saya perbaiki untuk penampilan esok harinya. Tiba-tiba saya ingat apa yang harus saya lakukan esok. Saya bertekad harus menyingkirkan gadget dan mengikuti naluri saya sebagai penulis warga bermodalkan ilmu 5 W dan 1 H. Saya kira itu sudah jauh dari cukup. Kemudian saya meluapkan emosi negatif dan menyalurkannya dengan melakukan reportase Kompasiana Modis bersama ketua KPK Abraham Samad. Baru pukul 01.30 dini hari, saya baru bisa terlelap menemani anak saya yang seharian menanyakan saya. “Maaf ya nak, Daddy gak bisa nemenin kamu bobo seperti biasanya” kemudian saya peluk dia, saya kecup keningnya dan saya selimuti dia. Beberapa menit kemudian saya pun terpejam disampingnya dan bermimpi sedang ngobrol bersama Dhanang Dave, Daniel Mashudi dan Olive Bendon tentang Berwisata Mengelilingi Indonesia.

Bersambung…

Franky Sadikin photo 20131122_1935132_zpscb9bad4d.jpg
Saking tingginya Franky Sadikin sampe nunduk demi menyeimbangkan dengan saya wkwkwkw (Koleksi Pribadi)

Salam Hangat

@DzulfikarAlala

12 thoughts on “Pengalaman Pertama Nge-Host di Kompasianival 2013

    1. woh iya dong. deg degan nge-host seleb blog kayak mbak olive hehe. soalnya takut gak menarik kayak hari pertama. trus gimana pendapatnya mbak waktu aku jadi host saat mbak tampil?

      1. sebenarnya udah surprised saat nengok twitter pagi itu, lebih kaget lagi pas ngobrol2 di belakang koq pak guru ini banyak tahu soal Perempuan Keumala. jarang² lho saya ditanyain ttg proyek itu.

        pokoknya oyeee deh … sayang ya audience-nya kurang rame beda dengan sesi habis makan siang itu hahaha

      2. Hehe iya mbak Olive. Sjk lama saya baca meski kdg hrs membutuhkan usaha lebih untuk memahaminya tp sy suka

        Yap mungkin krn sesi pagi jd kurang rame. Pdhl klo setelah sesi makan siang akan lbh menarik krn bahasan traveling itu universal.

        Makasih sdh jadi pembicara yg menginspirasi saya.

      3. kembali kasih, waktu itu sih sempat ngusulin ke pengelola untuk pindah jam tayang; karena awalnya saya tak bisa di waktu tersebut. yg bikin acara siapa yang diundang siapa koq ya ngatur² ya hehehe

        banyak yg bilang awalnya agak bingung dengan tuturan di PK, tapi kalo tiap tulisan runut diikuti pasti akan paham koq

        makasih ya pak guru, selamat hari guru

  1. Ih padahal yaaa.. aku ini kepengen banget liat Mas Dzul ngehost, mana yg di wawancara kan bidang musik gitu, kayaknya keren kaaan… kasih tau kalau ada yutubnya ya mas

    1. Biasanya sih babeh nanti yg upload ke youtub. mudah2an aja gak kehapus. as usual gak bisa kerekam semua dgn baik kayaknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s