Penegakan Disiplin Ala Saya


Disiplin itu perlu. Negara yang terkenal dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi adalah Jepang. Selain Jepang, beberapa negara maju pun terkenal dengan tingkat kedisiplinannya yang ditinggi. Tingkat kedisiplinan bisa terlihat dari budaya antri. Misalnya antri ketika di loket bahkan antri untuk masuk dan keluar lift. You know kan klo di Indonesia semua serba berebut dan susah antri.

Pernah ada sebuah cerita seorang mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di Jepang. Saat itu ia harus membayar uang kuliah ke bagian administrasi. Tertulis bahwa bagian administrasi buka pukul 09.00 pagi. Eh ketika di datang lebih awal pun ternyata tidak dilayani. Jadi memang sampai sebegitunya kedisiplinan di Jepang.


Lalu bagaimana saya menegakkan disiplin di sekolah? Kebetulan tahun ini saya dipercaya untuk menjadi wali kelas untuk kelas X. Mereka sepertinya udah iritasi kalau saya masuk kelas wkwkwkw.

Saya kerap kali mendapat kritikan dan masukan dari rekan guru SD dan memang kami di gedung yang sama. Jadi anak2 SD berada di lantai dasar dan lantai satu sementara anak SMP dan SMA berada di lantai dua.

Kalau lihat anak SD, sebenernya saya jadi pengen ngurut dada. Soalnya anak SMA saya akui masih jauh dari kata disiplin. Contoh sederhana. Ketika datang pertama kali ke kelas di pagi hari, anak SD biasanya langsung menyimpan tas dan tempat makan siangnya di loker yang disediakan. Sementara anak2 saya masih leha2 di kelas.Ya mungkin bisa jadi mereka capek, tapi kan anak SD juga pasti lebih capek menggingat usianya yang lebih muda.

Loker

Okelah, karena gak mempan dinasihatin sampai berbusa akhirnya saya mengambil tindakan tegas. Siapapun yang tasnya masih di kelas sebelum pukul 7.30 artinya mereka merelakan tasnya untuk disita. And you know what? It works. Aneh kan? Dan pekan lalu saya berhasil menyita satu tas dan satu jaket. Penyitaan berlaku kelipatan. Kalau pertama kali tersita, durasinya disita selama satu hari. Kalau kena yang kedua kalinya berarti dua hari dan seterusnya.

Terlambat

Sebagai siswa jelas tidak boleh terlambat masuk sekolah. Nah, dulu biasanya saya kasih konsekwensi keterlambatan dengan lari keliling koridor. Kalau lari dilapangan tidak memungkinkan karena kita di lantai dua. Biasanya paling minim bisa dua keliling. Nah, belakangan saya mikir kayaknya gak efektif kalau memberikan konsekwensi secara fisik. Akhirnya saya ubah polanya dengan cara meminta anak2 yang terlambat untuk bebersih. Mulai dari menyapu lab. Komputer, mengepel koridor sampai membersihkan seluruh jendela ruang guru dan lab. And kayaknya cara seperti itu lebih efektif dan hasilnya lebih bermanfaat. Sekaligus memberikan pelajaran life skill pada mereka. Saya sih sudah punya argumen kalau kalau ada orang tua yang tidak setuju dengan cara saya. Saya bisa memastikan kok siapa yang biasa ngepel dirumahnya dan tidak.

Life skill ini bukan persoalan sepele. Di Belanda sendiri semua anak2 dilatih untuk mandiri. Mulai dari membersihkan kamar hingga ketika dewasa mereka pun terbiasa menambal ban sepeda yang kempis sendiri. Lihat? Di luar negeri aja gak ada kata gengsi untuk belajar bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

Kuku panjang dan tidak membawa agenda

Sebel kan kalau sedang ada pemeriksaan kuku di sekolah? Peraturan tetaplah peraturan. Kalau pengen kukunya panjang simple sih ya harus buru2 lulus sekolah ehehehehe.

Nah, kalau ada anak2 saya yang kukunya panjang biasanya saya bawa gunting kuku ke kelas. Saya meminta mereka memotongnya kemudian nyanyi menghadap ke lapangan menyanyikan lagu lagu kebangsaan. Bisa halo halo Bandung, Garuda Pancasila atau yang lainnya. Dengan begjtu mereka akan mengingat lagu kebangsaan dengan mudah.

Salam Hangat

@DzulfikarAlala

5 thoughts on “Penegakan Disiplin Ala Saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s