Kompasiana Monthly Discussion Bersama Wiranto


image

Bertempat di Hotel Allseason Jakarta Pusat, pagi itu (9/11) tepat pukul 10 pagi, acara rutin Kompasiana Monthly Discussion resmi dibuka. Acara kali itu menghadirkan seorang jendral purnawirawan yang juga calon presiden 2014 dari Partai Hanura yakni Wiranto.
Tema Kompasiana Modis pagi itu adalah Estafet Perjuangan Pahlawan Menuju Indonesia Maju. Wiranto hadir dengan senyum mengembang mengenakan setelah kemeja lengan pendek berwarna abu-abu dibalut dengan celana gelap. Wiranto ditemani oleh Chief Editor Kompasiana, Iskandar Zulkarnaen sebagai moderator diskusi.

Wiranto membuka diskusi dengan mengingatkan para blogger tentang hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November 2014 esok. Wiranto juga secara ringkas bercerita tentang perjuangan para pahlawan yang saat itu dengan gigih berjuang dan rela berkorban demi sebuah kemerdekaan bangsa dan negara.

Wiranto secara cerdas memberikan kriteria sebuah kepemimpinan bernama STMJ (Sadar, Tahu Masalah, Mampu, dan menJamin). Rumus kepemimpinan ideal tersebut dirangkum dalam sebuah buku kecil dengan judul Wiranto dengan cover dirinya. Tidak banyak blogger yang mendapatkan buku tersebut. Hanya beberapa orang saja terlihat memegangnya dan membolak-balik isinya untuk mengetahuinya secara seksama.

image

Wiranto berargumen bahwa sebuah negara tidak akan berubah jika tidak memiliki seorang pemimpin yang bervisi dan memiliki kriteria STMJ yang disebutkan diatas. Bahkan dia mengutip perkataan Duff “Change is leadership responsibility”. Artinya kunci perubahan memang berawal dari pucuk pimpinan.

Kemudian Wiranto menjelaskan konsep kepemimpinan STMJnya. Sadar, artinya seorang pemimpim harus menyadari bawa jabatan bukanlah warisan, melainkan sebuah amanat yang harus dipertanggung jawabkan dihadapan rakyat dan Tuhan.

Tahu Masalah, seorang pemimpin harus mengetahui akar permasalahan bangsa. Wiranto juga menyoroti bahwa ketertinggalan negara kita salah satunya karena krisis kepemimpinan. Secara halus saya menangkap bahwa Wiranto hendak menyindir SBY yang baru saja beberapa waktu lalu melempar tanggung jawab tentang kemacetan di Jakarta pada Guburnurnya, Joko Widodo. Inilah yang mungkin dikatakan Wiranto bahwa pemimpin tidak dapat memberikan solusi karena tidak mengetahui masalahnya.

Mampu, kali ini Wiranto menyentil syarat kompetensi seorang presiden. Secara gamblang Wiranto membeberkan bahwa guru TK sekarang minimal S1, menjadi Camat pun minimal S1, alangkah baiknya kalau menjadi presiden pun minimal S1. Secara halus Wiranto menyindir Megawati, namun para blogger sudah paham siapa yang sebetulnya dibicarakan oleh Wiranto.

Jamin atau Menjamin, seorang pemimpin harus menjamin bawa dirinya bukanlah raja atau pembesar yang selalu minta dilayani. Tapi justru pemimpinlah yang harus proaktif melayani rakyat.

Wiranto banyak membahas tentang tangible dan intangible asset. Wiranto berharap seorang pemimpim memiliki visi yang jelas dalam menghadapi persaingan global siapapun itu. Jika terpilih sebagai presiden Wiranto akan lebih banyak mengolah Sumber Daya Manusia agar sumber saya alam Indonesia yang kaya ini bisa sebesar-besarnya dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan rakyat.

Menurut Wiranto, seorang pemimpin harus berani mengambil resiko. Salah satu resiko yang juga merupakan strateginya meraih simpati rakyat adalah menjadikan Harry Tanoe Sudibyo yang notabene berbeda agama dan beretnis Tiong Hoa dijadikannya sebagai calon wakil presidennya pada pemilu 2014 nanti. Meskipun salah satu blogger sedikit menyanyangkan langkah Wiranto yang terlalu terburu-buru memilih pasangan. Namun demikian, sebagai mantan panglima TNI, Wiranto tahu betul keputusan yang diambilnya.

Pada kesempatan kali itu juga Wiranto kembali menegaskan bawa dirinya sedih jika selalu dicap sebagai bagian dari Orde Baru. Padahal justru Wiranto hidup dan merasakan Orde Lama, Orde Baru hingga menyusun rancangan Reformasi bersama Habbie. Jadi, ia merasa bahwa tudingan tersebut tidak tepat. Bahkan ia menimpali seorang blogger yang khawatir jika Wiranto terpilih sebagai Presiden akan menerapkan  kepemimpinan gaya Orde Baru dengan kocak. Ia berkata bahwa blogger tersebut juga bagian dari Orba karena pernah merasakan beras Orba hehe.

Wiranto juga menampik bahwa dirinya sangat ambisius merebut kursi presiden. Jika dia menginginkan sebetulnya dia mampu melakukannya ketika terjadi transisi kepemimpinan pada saat Soeharto lengser. Bahkan justru yang bertanya apakah Wiranto akan mengambil alih kepemimpinan saat itu adalah Presiden saat ini, yakni SBY tepatnya yang bertanya pada dirinya. Sontak jawaban tersebut disambut riuh para blogger.

Kompasiama Modis kali itu terasa santai dan hangat. Bahkan Wiranto menjawab tantangan seorang blogger dengan menyanyikan Juwita Malam. Suara Wiranto memang tak kalah merdu dibandingkan Presiden kita yang gemar mencipta lagu.

Satu hal yang membuat saya salut pada Wiranto adalah dia makan terakhir ketika semua blogger dan wartawan kenyang. Inilah teladan seorang pemimpin yang sesungguhnya. Dia tidak akan makan sebelum rakyatnya kenyang, dia tidak akan senang sebelum prajuritnya makan.

image

Di akhir acara kemudian ia sempat berfoto dan bercengkrama dengan para blogger. Bahkan sempat pula menyanyikan dua lagu di sesi akhir. Jarang ada tamu besar yang begitu banyak meluangkan waktu untuk bersosialisasi dengan semua orang.

image

Sedikit terjadi percakapan menarik diantara para undangan. Tampaknya ada yang bertanya apakah Kompasiana berafiliasi dengan Hanura? Dengan tegas kompasianer yang ditanya menjelaskan bahwa acara modis tidak ada kaitannya dengan partai manapun. Kompasiana Modis hanyalah sesi untuk menjembatani para blogger dan bintang tamu untuk saling berinteraksi. Ah untunglah kompasianer sudah cukup dewasa menanggapi hal tersebut. Tampaknya yang bertanya adalah seorang wanita yang bersama rombongan para jurnalis. Saya jadi bertanya2, apa iya jurnalis tidak mengenal Kompasiana? Weh weh weh

Bonus. Penampakan Kaptain Joe yang baru pulang dari USA

image

Salam Hangat
@DzulfikarAlala

2 thoughts on “Kompasiana Monthly Discussion Bersama Wiranto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s