Berjuang Menjadi Pribadi yang Berkarakter


Kemarin siang, salah satu penulis favorit saya, Dina Y. Sulaeman menginformasikan bahwa dirinya sedang on air melalui RRI Pro 2 FM. Beliau mengaku menggantikan pembicara utama. Tapi meskipun berperan sebagai pengisi acara pengganti, materi yang dibahas sangat menarik.

Dina membicarakan tentang bagaimana menjadi pribadi yang efektif. Kebetulan saat itu saya mendengarkannya melalui streaming radio via aplikasi tunein lewat Andoird. Padahal smartphone saya sudah tersedia fasilitas radio. Sayangnya tidak bisa diaktifkan tanpa menggunakan headset. Walhasil saya ngedadak download appsnya dari Google Play.
Tidak terlalu banyak hal yang bisa saya dengarkan. Mungkin ketika tersambung, saat itu Dina sudah masuk ke segmen kedua. Pembahasan kali itu adalah berusaha untuk konsisten tehadap kebiasaan yang efektif dan atau kurang menguntungkan seperti membuka facebook terlalu lama.

Dina berujar bahwa untuk menjadikan diri kita komitmen dan konsisten terhadap janji kita sendiri ya harus di perjuangkan. Tidak serta merta hanya sekedar impian dan keinginan yang berupa angan-angan. Artinya ketika sudah mengucap janji, paksakan agar janji itu ditepati.

Misalnya Dina mencontohkan ia tidak mau membuka facebook selama 40 hari demi menghilangkan ketergantungan atau kecanduannya terhadap social media. Ya, hal itu iya lakukan benar-benar selama 40 hari sesuai dengan harapan dan tekadnya.

Angka 40 tidak berarti apa-apa. Menurutnya angka 40 dianggap cukup untuk membiasakan kebiasaan baru agar menjadi rutinitas yang efektif. Jadi jika ingin membiasakan sesuatu cobalah dalam 40 hari. Jika kita bisa melewatinya artinya kita sudah dapat merubah kebiasaan kita agar menjadi pribadi yang efektif.

Nah, kemudian ada pertanyaan mengapa kita harus menjadi pribadi yang efektif?

Dina memberikan contoh tentu saja kita ingin memiliki teman yang bisa memberikan energi positif, tidak suka berbohong, disiplin, tepat waktu dan memiliki kepribadian yang baik. Inilah cara bagaimana kita bisa disukai oleh orang lain. Karena memang fitrah manusia ingin dihargai dan disenangi banyak orang.

Dina berharap anak-anak muda bisa merubah sikapnya dan menjadi pribadi-pibadi tangguh dan berkarakter.

Meskipun hanya sebentar, saya merasa apa yang Dina katakan memang benar adanya. Beberapa orang yang mendalami ilmu tenaga dalam pun melewati masa-masa puasa selama 40 hari. Dalam proses itulah seseorang ditempa dan berjuang melawan dirinya sendiri. Kekuatan terbesar ada dalam diri sendiri, begitu pula musuh terbesar bersarang dalam diri sendiri.

Latihan membiasakan kebiasaan efektif selama 40 hari ini bisa ditiru dan diaplikasikan dalam dunia pendidikan. Misalnya melatih siswa untuk datang tepat waktu. Susun jadwal ketat baik orang tua dan siswanya. Jika satu hari saja melanggar maka harus dimulai dari awal dan begitu seterusnya hingga benar-benar sempurna melaksanakan janji merubah diri sendiri menjadi lebih baik dalam 40 hari.

Salam Hangat
Diskusi bareng saya di twitter @DzulfikarAlala

12 thoughts on “Berjuang Menjadi Pribadi yang Berkarakter

      1. Mumpung lagi online WP🙂

        Pada dasarnya, perjuangan untuk menjadi pribadi yang berkarakter terletak pada komitmen atau kesungguhan, dan itu akan banyak sekali tantangannya (baca: godaan).

        Dan selanjutnya adalah latihan. Misalnya latihan Berpikir Positif yang bisa diterapkan di sekolah, dengan menanyai anak didik tentang pelajaran positif apa yang didapat antara waktu bangun tidur sampai tiba ke sekolah. Dengan range waktu yang sempit akan melatih anak untuk berpikir positif secara maksimal.
        Kalau pikiran sudah dilatih atau dikalibrasi mind set-nya, insya Allah untuk komitmen dalam hal lainnya misalnya 40 hari gak fesbukan akan menjadi mudah.

      2. Di sisi lain saya menemukan hal yang mengejutkan juga. Ada sebagian siswa yang telat datang ke sekolah karena ibunya atau bapaknya yang mengantar ke sekolah tidak bisa bangun pagi dengan alasan tertentu.

        Nah saya mengalami pengalaman unik. Dalan kondisi demikian saya dorong orang tua untuk mengizinkan anaknya menggunakan sepeda ke sekolah agar lebih mandiri. Memang tidak mudah meyakinkan orang tua yg terlalu protective terhadap anaknya. lambat laun saya komunikasikan karena semakin sering anaknya terlambat maka dia akan semakin merasa malu dan terganggu jiwanya karena hal sepele yaitu selalu terlambat.

        Akhirnya setlah penantian panjang, orang tua anak ini mengizinkan. Alhamdulillah ternyata anaknya mengalami peningkatan yg cukup signifikan. Mulai dari sikap dan prestasinya ada perbaikan. Disinilah letak seorang guru bagaimana cara mengindentifikasi masalah. Kadang ada guru yang tidak mau peduli dan hanya bisa menyalahkan siswa yg terlambat.

        latihan diatas sebetulnya bukan hanya cocok bagi siswa tapi juga bagi guru2 yg masih doyan telat datang ke sekolah hehehe

      3. Kereen!
        Itu contoh yang baik bagi para guru untuk berpikir positif, dengan membangun komunikasi, fokus pada solusi dan pengembangan anak didik, bukan fokus pada punishment.

  1. Setuju sama Mas Iwan ‘perjuangan untuk menjadi pribadi yang berkarakter terletak pada komitmen atau kesungguhan, dan itu akan banyak sekali tantangannya” . kadang baru nyoba 3 hari aja kembali lagi ke selera asal.. banyak godaan lagi.. but ttp harus kita mulai.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s