Terinspirasi Satpam, Seorang Guru Siap Menggugat Negara


Rekan kerja saya sepertinya terinspirasi untuk melakukan gugatan kepada negara dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Presiden Indonesia. Pasalnya dia terinspirasi kisah perjuangan seorang satpam yang memperjuangkan pesangonnya yang tidak dibayar dan harus menunggu selama 2 tahun.

Menurut beberapa berita, satpam tersebut terinspirasi oleh kasus-kasus yang dimenangkan oleh Prof. Yusril Ihza Mahendra yang juga seorang Kompasianer. Yusril memang fenomena tersendiri dalam bidang gugat mengugat peraturan Negara. Satpam tersebut bisa memenangi perkaranya di MK karena memelajari beberapa perkara yang telah dimenangkan ahli tata negara, Yusril Ihza Mahendra.
Kini rekan saya nampaknya akan melakukan hal yang sama. Perkara yang akan digugatnya adalah tentang sertifikasi guru yang baginya melanggar UU sisdiknas. Menurutnya, kewajiban seorang guru yang telah lulus proses sertifikasi namun memiliki kewajiban 24 jam mengajar bertentangan dengan UU Sisdiknas. Pasalnya negara seperti sengaja mempersulit guru mendapatkan haknya mendapatkan tunjangan profesi guru.

Entah kapan ia akan melakukan upaya hukum ini. Yang jelas, bagi dia memang tidak terlalu berpengaruh secara personal. Meskipun sudah lulus sertifikasi, tapi ia sudah cukup mapan dan bersyukur dengan apa yang dia dapatkan sampai saat ini. Tapi jika apa yang dia perjuangkan itu berhasil, tentu saja dampaknya akan berpengaruh secara nasional.

Memang demikian, faktanya dilapangan kewajiban mengajar 24 jam bagi guru yang telah bersertifikasi mau tidak mau harus tega PMP alias Pren Makan Pren. Di beberapa sekolah, kepala sekolah dengan berat hati lebih memprioritaskan senior meskipun sebetulnya kinerjanya bisa saja tidak lebih baik. Hal ini tentu akan menjadi dilema baik bagi kepala sekolah maupun guru yang dikorbankan. Bak buah simalakama.

Untuk mereka yang belum memenuhi 24 jam mengajar, bahkan harus rela berpindah dari satu sekolah ke sekolah lain dengan jarak puluhan kilometer demi memenuhi syarat sah mendapatkan tunjangan profesi guru. Baik di daerah dan di kota, banyak yang harus berkerja keras memenuhi 24 jam pelajaran. Apalagi saat ini dalam kurikulum 2013 pelajaran TIK dihapuskan, tentu akan menimbulkan persoalan baru bagi guru TIK yang telah bersertifikasi.

Rekan saya yang satunya lagi bilang bahwa itu semua memang cuma akal-akalan negara agar dana yang seharusnya diberikan dan merupakan hak guru bisa terus berbunga dan dinikmati segelintir orang dalam. Sudah lumrah dan sudah biasa. Kalau bisa sulit mengapa harus dipermudah? Yang lebih parah lagi ada indikasi dana pendidikan disiapkan sebagai cadangan dana kampanye pilpres 2014.

Salam Hangat
@DzulfikarAlala

Salam Hangat
Diskusi bareng saya di twitter @DzulfikarAlala

8 thoughts on “Terinspirasi Satpam, Seorang Guru Siap Menggugat Negara

  1. baru tahu ada aturan ‘kewajiban seorang guru yang telah lulus proses sertifikasi namun memiliki kewajiban 24 jam mengaja” . ini maksudnya 24 jam mengajar dalam sehari atau gimana mas ?

    1. 24 jam dalam seminggu bu. Dan biasanya di sekolah negeri cm dibayar di minggu pertama aja. Minggu selanjutnya gratisssss

  2. Guru digaji Rp. 300 juta sekalipun kalau memang dasarnya nggak becus mengajar, tidak akan membuat negara ini maju. Keberhasilan siswa juga tidak sepenuhnya ditentukan oleh guru, melainkan atas inisiative siswa itu sendiri. Saya pernah jadi murid & Saya juga pernah jadi guru…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s