Menjadi Freelancers Mandiri dan Bertanggung Jawab #SesiCerdas2


sesicerdas
Nara Sumber Sesi Cerdas 2 (dok.freelancers.co.id)

Jumat sore (13/09) saya meluncur ke Cilandak Town Square untuk memenuhi undangan dari Freelancers Indonesia. Acara tersebut digagas oleh Freelancers Indonesia dan Indofreelancers sebagai ajang pertemuan rutin bulanan sebagai wadah sharing para freelancers di Indonesia. Acara yang dinamai Sesi Cerdas 2 ini dihadiri oleh beberapa blogger dan freelancers.

Beruntung saat itu tema yang dibahas cukup menarik yakni “Mengapa Freelancers Butuh Perencanaan Keuangan?” hadir pula beberapa narasumber yang merupakan anggota freelancers.com yang saat ini masih aktif mendulang dollar dari freelancer.com dan versi Indonesianya adalah Freelancers.co.id. Diantaranya adalah Helma Kusuma (Manager Freelancer.com di Indonesia), Daniel G. Praditya (Ketua Indonesia Freelancers Association), Fariz Tadjoedin (Expert Coder, 11 tahun menjadi Freelancer) dan Ratih Nurmalasari (Financial Planner Counsultant, ZAP FINANCE).

sesicerdas
Nara Sumber Sesi Cerdas 2 (dok.freelancers.co.id)

Semua orang sebetulnya ingin bebas dan bekerja sendiri, tapi tidak banyak yang sukses karena gagal dalam merencanakan kesuksesannya sendiri. Masih banyak orang yang terlena karena kenikmatan sesaat. Itulah yang juga dialami oleh para freelancers. Mendapatkan proyek besar sesekali, namun lupa mengantisipasi apa yang akan terjadi didepan sana. Disinilah pentingnya seorang freelancers belajar tentang perencanaan keuangan agar karirnya sebagai seorang freelancers bisa lebih dirasakan manfaatnya bagi dirinya dan keluarganya nanti.

Sebagai seorang freelancers tentu pemasukan tidaklah tetap seperti karyawan biasa. Kondisi keuangan bisa saja naik turun tergantung pendapatan proyek. Namun, ada kalanya freelancers kebanjiran order. Nah, disaat kebanjiran order seperti inilah seorang freelancers sudah harus berhitung dengan pengeluarannya setiap bulan hingga jangka waktu 12 bulan. Mengapa? Agar keuangannya benar-benar bisa sampai pada proyek selanjutnya.

Seorang freelancers tentu perlu memanjakan diri bersama keluarga, belum lagi pengeluaran lain jika terjadi gangguan kesehatan. Maka, seorang freelancers yang mandiri dan bertanggung jawab memang pada akhirnya akan mengatur keuangannya sendiri secara fleksibel dan bertanggung jawab. Ada keleluasaan tapi berdasarkan kesadaran dari dalam diri sendiri terhadap keluarga dan terlebih kebutuhan pribadi seorang freelancers.

Nah, Ratih Nurmalasari memberikan beberapa tips untuk merencanaakan keuangan. Diantaranya dalah freelancers harus menghitung rata-rata pengeluaran perbulan. Ambil “gaji” di tabungan sesuai dengan gaya hidup kita. Adakalanya freelancers pun harus memberikan pos-pos khusus seperti anggaran kesehatan dan jaminan masa tua nanti. Dengan demikian pengeluaran selama 12 bulan sudah terencana.

Untuk memenuhi kebutuhan anggaran yang sudah terdata tersebut, maka dibuatlah target. Berapa banyak proyek yang harus didapatkan untuk memenuhi kebutuhan inti selama 12 bulan. Jika sudah dapat dipenuhi dengan 3-5 proyek artinya kita akan mendapatkan dana investasi dari proyek-proyek selain proyek wajib yang sudah dianggarkan memenuhi kebutuhan hidup selama 12 bulan. Inilah untungnya seorang freelancers. Kerja lebih giat dan keras akan mendapatkan penghasilan yang sebanding dengan keringat yang dikeluarkan. Berbeda dengan karyawan biasa yang hanya mendapatkan penghasilan tetap meskipun sudah penuh dengan keringat.

Menjadi karyawan biasa tidak ada salahnya, namun jika memang belum mencukupi kebutuhan pribadi sebaiknya ada kerja sampingan. Salah satu jalan keluarnya adalah bergabung dengan freelancer.co.id. Disitulah marketplace jasa terbesar karena terkoneksi dengan seluruh negara dari berbagai belahan dunia manapun. Terkadang ada yang meminta proyek remeh temeh seperti membuatkan sebuah presentasi. Disinilah diuji kreatifitas dan daya jelajah seorang freelancers. Semakin banyak pengalaman akan semakin meningkatkan reputasi. Jangan pelit ilmu, bagikan kepada yang lain juga. Niscaya kebaikan akan kembali kepada yang memberi kebaikan.

Banyak orang yang masih takut untuk menjadi freelancers, padahal 61% pekerja Indonesia pernah mengalami pekerjaan menjadi freelancers melalui outsourcing dan kerja kontrak lainnya. Jika saja freelancers lebih produktif maka surplus pendapatan sudah pasti akan didapatkan. Inilah yang akan menjadi sebuah kenikmatan bagi para freelancers.

Menjadi freelancers memang tidak bebas sebabas bebasnya. Justru menjadi freelancers membuat seseorang harus lebih bertanggung jawab dan mandiri terhadap perencanaan keuangannya sendiri. Menjadi freelancers malah harus lebih sadar diri tentang asuransi dan investasi bahkan jaminan hari tua. Agar jika terjadi apa-apa semua sudah tercover dengan baik. Tidak ada orang yang ingin membeli mobil tanpa ban serep. Jadi, persiapkan ban serep sedini mungkin agar ketika terjadi masalah, tidak terlalu banyak yang perlu di tutupi.

Kuncinya jika ingin menjadi freelancers yang handal adalah memiliki komitmen yang baik. Jika ada kemauan pasti ada jalan. Menjadi freelancers itu memang tantangan berat, hanya mereka yang siap dan kreatiflah yang bisa menaklukan dirinya sendiri.

Jika ingin tahu lebih banyak tentang Freelancers silahkan buka:
www.freelancer.com
www.freelancer.co.id
www.indofreelancers.org
twitter @freelancercoid , @indofreelancers
facebook www.facebook.com/freelancer.co.id , www.facebook.com/IFAid.org

Salam Hangat
@DzulfikarAlala

2 thoughts on “Menjadi Freelancers Mandiri dan Bertanggung Jawab #SesiCerdas2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s