20130814_140503

Cara Mutasi SIM


Agustus akhir mendatang kebetulan dua SIM saya akan habis masa berlakunya. Saya memiliki SIM A dan SIM C. Keduanya akan habis masa berlakunya pada waktu yang bersamaan. Biasanya masa berlaku SIM habis pada tanggal kelahiran penggunanya. Dan menurut peraturan yang berlaku, SIM dapat diperpanjang maksimal dua bulan setalah masa berlakunya habis. Jika tidak diperpanjang pada tenggang waktu tersebut pemohon harus membuat SIM dari awal alias SIM baru. Jadi daripada terlambat lebih baik diurus sebelum masa berlakunya habis.

Perbedaannya terletak pada ujian teori dan praktik. Pemohon SIM baru harus melakukan serangkaian ujian teori dan praktik, sedangkan pemohon perpanjangan tanpa ujian teori dan praktik lagi.

Kedua SIM lama saya masih SIM Jawa Barat. Karena domisili asal saya memang dari Bandung. Sementara saat ini saya sudah memiliki e-KTP Tangerang Selatan. Otomatis SIM tidak bisa diperpanjang di Bandung karena KTP sudah berubah dari Kabupaten Bandung menjadi Kotamadya Tangerang Selatan.

Mumpung masih libur lebaran maka saya urus surat mutasi ketika masih di Bandung. Langsung saja saya googling ria mencari informasi bagaimana caranya mutasi SIM dari kota Y ke kota X. Nah pada kasus saya jadi pindah dari Kabupaten Bandung ke Kotamadya Tangarang Selatan atau dari Polda Jabar ke Polda Metro Jakarta. Sepertinya Tangerang Selatan masih masuk wilayah administrasi Polda Metro Jakarta. Sebetulnya bisa juga mengurus perpanjangan di Polres Tangerang Kota. Tapi tidak bisa naik golongan, hanya bisa perpanjang dan mutasi saja. Sementara niat saya memang selain mutasi, ingin juga naik golongan dari SIM A ke SIM B1 karena alasan tertentu.

Baca Juga: Begini Cara Perpanjangan Pajak STNK. Jangan Mau Tertipu Calo! Bisa diurus sendiri dengan mudah kok.

Hal pertama tentu saya harus mencabut berkas lama dari kabupaten Bandung. Lokasinya berada di Polres Soreang Bandung. Yang perlu dipersiapkan hanya fotokopi KTP terbaru dan fotokopi SIM lama yang akan dimutasi. Biaya cabut berkas di beberapa daerah ternyata bervariasi mulai dari 20 ribu rupiah hingga 50 ribu rupiah (menurut googling pengalaman para blogger yang mengurus mutasi). Mungkin karena habis lebaran, saat saya mencabut berkas dikenai biaya 50 ribu rupiah tanpa kwitansi. Pokoknya prosesnya sangat cepat sekitar 10-15 menit saja. Itupun langsung dilayani di loket informasi yang sebenarnya sudah tutup. Loket pengurusan SIM memang biasanya buka dari pukul 08.00 hingga pukul 11.00 saja. Tapi karena saya hanya mencabut berkas jadi masih dilayani meskipun saat itu sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB.

***

Setelah mendapatkan berkas surat mutasi kemudian saya mengurusnya ke Polres Tangerang Kota. Karena pengantar di surat mutasi diarahkan ke Polres Tangerang Kota. Yang perlu dipersiapkan hanya fotokopi KTP, SIM dan berkas mutasi. Setelah tiba di lokasi saya bertanya pada polisi penjaga. Saya utarakan maksud dan tujuan saya yaitu mutasi dan naik golongan. Kemudian saya diarahkan untuk “membeli” surat kesehatan di ruang pemeriksaan.

Di ruang pemeriksaan hanya antri beberapa saat dan dikenai biaya 20 ribu rupiah per lembar surat kesehatan yang berwarna hijau. Tanpa pemeriksaan ala dokter dan proses jual beli surat kesehatan seperti layaknya membeli kacang goreng saja. Karena mengurus dua SIM saya dikenai biaya 40 ribu rupiah.

Setelah mendapatkan surat kesehatan, kemudian saya masuk kembali ke area pengurusan SIM. Sebelum masuk saya memastikan kembali untuk bertanya. Disini-lah jawaban polisi berbeda dengan jawaban sebelumnya. Padahal saya bertanya dengan orang yang sama. Katanya jika ingin naik golongan tidak bisa dilakukan di Polres Tangerang Kota kecuali jika hanya ingin mengurus mutasi dan perpanjangan baru bisa. Naik golongan hanya bisa dilakukan di Polda Metro yang berada di Jalan Daan Mogot Jakarta. Ya sudah, berbekal informasi tersebut saya langsung meluncur ke Daan Mogot Jakarta.

***

Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang. Setelah memarkirkan motor kemudian saya langsung menuju gedung pengurusan SIM. Sebelum masuk saya diminta petugas jaga untuk membeli surat kesehatan kembali. Padahal saya sudah memiliki surat kesehatan dari Polres Tangerang Kota yang berwarna hijau. Surat tersebut tidak berlaku di Polda Metro Daan Mogot. Jika ingin naik golongan harus menggunakan formulir kesehatan berwarna kuning. Meluncurlah saya ke ruang kesehatan. Dengan membayar uang sejumlan 25 ribu rupiah kemudian dilakukan pemeriksaan mata secara kilat. Masih lumayan ada pemeriksaan dibandingkan dengan saat di Polres Tangerang Kota.

Berbekal surat kesehatan berwarna kuning itu, saya masuk dan langsung menuju loket pendaftaran. Disini ternyata saya malah ditawari jalur cepat oleh salah seorang oknum polisi. Dibawalah saya masuk kedalam ruang simulator. Di pojokan ternyata sudah banyak orang juga yang sedang mengantri ujian simulator formalitas. Kenapa formalitas? Karena setelah saya perhatikan pemohon duduk seperti sedang uji simulator, sedangkan kemudi sepenuhnya dikendalikan penguji. Untuk satu SIM saya di tawari sebesar 500 ribu rupiah. Sedangkan untuk dua SIM saya ditawari 950 ribu rupiah. Semuanya pokoknya ditanggung beres dan tinggal foto. Begitu katanya meyakinkan. Heh! padahal saya sejak awal berharap sudah tidak melihat hal macam ini.

Iseng-iseng akhirnya saya coba tawar 500 ribu untuk dua SIM. Tapi dia menggeleng dan langsung menyuruh saya urus sendiri. Okelah kalau begitu. Baliklah saya ke loket pendaftaran lagi. Disana saya ketemu oknum polisi yang mengantarkan ke ruang uji simulator. Wajahnya tampak mesem ketika saya tidak jadi melewati jalur cepat. Kemudian saya diminta untuk melengkapi tiga buah fotokopi KTP dan SIM lama kemudian diberikan formulir B1 Polos. Setelah menerima formulir saya disuruh langsung masuk ruang uji simulator lagi.

Setelah masuk saya mencari penguji yang kosong alias tidak sedang menguji. Kemudian saya melihat di sisi pintu masuk tampak petugas yang baru saja selesai menguji. Eh dia malah menyerahkan saya ke penguji lain. Sebenarnya cukup banyak alat simulator disana, tapi tampaknya tidak semuanya aktif dan kondisinya kurang terawat. Apalagi ruangannya cukup pengap dengan pendingin udara seadaanya. Ruangannya juga sedikit gelap. Belum lagi beberapa alat simulator tampak berdebu seperti sudah beberapa bulan tidak digunakan. Saya mikir mungkin alat-alat simulator itulah hasil “kreasi” Jendral beristri banyak yang kini tengah mendekam di sel jeruji.

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya berkas saya dibaca oleh seorang penguji. Kemudian saya utarakan kembali tujuan saya untuk mutasi SIM sekaligus naik golongan. Jawabannya cukup tegas dan membuat saya jadi lemes karena apa yang telah saya lalui ternyata sia-sia belaka. Intinya saya harus melakukan proses mutasi terlebih dahulu kemudian setelah SIM terbit baru boleh ikut ujian kenaikan golongan. Walhasil tiga surat yang telah saya bayar dimuka menjadi tidak berguna. Kemudian saya diarahkan untuk kembali membeli surat kesehatan berwarna merah khusus perpanjangan/mutasi SIM A.

Saat di loket kesehatan penjaga menanyakan kembali “loh kamu bukannya tadi sudah kesini?” tanyanya. “Iya pak” jawab saya, kemudian saya ceritakan secara singkat kronologisnya. Dan akhirnya saya harus mengambil surat kesehatan berwarna merah. Dia berkata bahwa sebetulnya saya cukup melanjutkan saja menggunakan surat kesehatan yang berwarna kuning. Jadi tidak perlu balik lagi.

Nah karena mutasi dua SIM akhirnya saya diminta untuk fotokopi surat kesehatannya untuk SIM C. Berbeda ketika di Polres Tangerang Kota yang mewajibkan membeli dua surat kesehatan sekaligus. Padahal di Daan Mogot lebih fleksibel. Cukup ‘membeli’ satu surat kesehatan dan satu lainnya tinggal di fotokopi.

Setelah membawa berkas tersebut saya langsung kembali ke loket pendaftaran. Setelah diberikan arahan, kemudian saya disuruh membayar uang sejumlah 155 ribu di bank BRI di dalam gedung. Biaya Mutasi SIM: 80 ribu untuk mutasi SIM A dan 75 ribu untuk mutasi SIM C. Setelah membayar di bank BRI kemudian saya diarahkan untuk membayar asuransi. Disini saya dibebaskan untuk membayar dua asuransi untuk SIM A dan C atau salah satunya saja. Jika meninggal uang asuransi yang diberikan hanya 4 juta rupiah saja dan berlaku selama lima tahun mengikuti masa berlakunya SIM. Ya sudah karena asuransi barat ban serep saya membeli untuk kedua SIM saya. Untuk satu SIM dikenai biaya 30 ribu rupiah, total jadi saya membayar 60 ribu rupiah. Di loket asuransi ini siapkan saja satu fotokopi KTP.

Setelah membayar asuransi saya diminta untuk menyiapkan tiga lembar fotokopi KTP untuk mendapatkan formulir di loket formulir di belakang Bank BRI. Ada dua formulir yang kemudian saya isi dengan data diri lengkap. Satu untuk SIM A dan satu lagi untuk SIM C. Setelah beres semua kemudian saya diminta untuk ke loket 18 dengan membawa formulir dan bukti pembayaran dari bank.

Lucunya di loket 18 (mutasi, perpanjangan dan kehilangan) ini, saya diminta membayar lagi sejumlah 30 ribu rupiah untuk satu SIM. Jadi total saya bayar lagi 60 ribu rupiah tanpa ada kuitansi sama sekali. Saya tadinya ingin menanyakan tapi rasanya sudah lelah dengan birokrasi yang rumit dan KORUP!. Apalagi saya sedang dikejar waktu. Kemudian setelah membayar saya diberi bukti pembayaran dari Bank yang telah saya bayar sebelumnya sejumlah 155 ribu. Bukti tersebut untuk melakukan identifikasi (foto-sidik jadi-tandatangan) di loket 24,25, atau 26.

Di ketiga loket tersebut sudah banyak orang yang mengantri. Saya memilih loket 25. Di sini seharusnya diberikan kartu antrian seperti di puskesmas atau seperti di bank yang sudah otomatis ada nomor antrian sehingga tidak perlu berdiri dan berebutan. Saking banyaknya antrian hingga menutupi jalan dan menyulitkan orang yang lalu lalang.

Cukup lama juga saya berdiri untuk antri. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 14.15. Artinya saya sudah hampir tiga jam lamanya hingga sampai di loket identifikasi. Karena arahan dan petunjuk yang tidak jelas, saya malah melakukan hal-hal yang tidak perlu dan mengeluarkan biaya yang mubadzir. Ya bisa jadi ini dikarenakan kebodohan saya juga menghadapi tikus-tikus Daan Mogot yang ternyata masih bebas berkeliaran. Ya untunglah masih ada polisi jujur. Meskipun dapat ditemui seperti mencari mutiara dalam lumpur yang butek.

“Saya jadi ingat saat Susno Duadji menjadi Kapolda Jawa Barat. Saat itu praktis pengurusan SIM bebas calo dan pungli. Sayangnya justru sekarang Susno malah diperkarakan dan terjerat kasus korupsi. Padahal apa yang dilakuakan Susno Duadji sangat membekas pada rakyat Jawa Barat.” (disclaimer: hanya pendapat pribadi terlepas dari kasus yang menjeratnya setelah itu)

Sambil menunggu antrian saya berbincang-bincang dengan pemohon SIM lainnya. Mulai dari remaja hingga kakek-kakek yang sudah lanjut usia. Urusan mereka beragam, mulai dari pemohon baru hingga mengurus karena SIM kecopetan. Ujung-ujungnya malah membicarakan kelakuan para oknum polisi yang ternyata masih korup hihihihihi. Rasanya sudah bukan rahasia umum lagi kalau yang kayak gini mah.

Makanya benar apa kata almarhum Gus Dur, polisi jujur itu sepanjang sejarah Indonesia cuma ada tiga. Patung Polisi, Polisi Tidur dan Hoegeng. Maaf nih pak Kapolri Timur Pradopo (dulu ngurusnya wakut blio masih menjabat), ternyata kepemimpinan anda masih dinodai dengan kelakuan anak buah anda yang tidak terpuji. Kasian polisi-polisi jujur yang selama ini mencoba memperbaiki citranya di mata masyarakat. Tikus-tikus Daan Mogot mungkin cuma segelintir aja dari gurita korupsi di institusi Polri.

Akhirnya setelah waktu menunjukkan pukul 15.30 proses mutasi selesai. Dan saya sudah mendapatkan dua buah SIM baru. Alhamdulillah bisa mengurus sendiri tanpa calo meskipun harus keluar beberapa lembar rupiah lebih mahal dari biasanya.

Tips jika mengurus SIM;

  • Siapkan uang pecahan 10 ribuan dan 20 ribuan lebih banyak dibandingkan pecahan 50 ribuan.
  • Siapkan fotokopi KTP dan SIM lama minimal 10-15 lembar. Karena biaya fotokopi di dalam cukup mahal sekitar 2000/3 lembar fotokopi KTP/SIM.
  • Siapkan bolpen hitam dan pemohon baru siapkan juga pensil 2B dan penghapus karet untuk ujian teori.
  • Siapkan air minum dan camilan secukupnya karena udara di sana cukup panas.

Total Biaya yang saya keluarkan;

  • Cabut berkas dari Kabupaten Bandung Rp. 50.000,-
  • 2 Surat Kesehatan di Polres Tangerang Kota Rp. 40.000,- (tanpa pemeriksaan)
  • 2 Surat Kesehatan di Polda Metro Rp. 50.000,- (hanya pemeriksaan mata)
  • Mutasi SIM A Rp. 80.000,- (Bayar di Bank BRI dlm gedung)
  • Mutasi SIM C Rp. 75.000,- (Bayar di Bank BRI dlm gedung) Biaya mutasi, perpanjangan dan kehilangan relatif sama.
  • 2 Asuransi (SIM A dan C) Rp. 60.000,-
  • Pungutan di loket 18 untuk 2 SIM Rp. 60.000,- (tanpa kuitansi)
  • Total biaya yang dikeluarkan Rp. 415.000,-

Untuk selanjutnya perpanjangan SIM bisa dilakukan di beberapa layanan SIM Keliling. Sedangkan untuk kenaikan tingkat dari SIM A ke B1 tentu saja harus ujian lagi di Daan Mogot Jakarta.

Mudah-mudahan teman-teman yang membaca tulisan saya bisa terbantu dengan informasi ini. Jangan sungkan untuk bertanya dahulu, dan lebih baik cobalah untuk mengurus sendiri tanpa calo atau jalur cepat bahkan melalui agen sekalipun

Kepada para oknum Polisi sadarlah, sudah berapa banyak uang haram yang diberikan pada anak istri anda selama ini? Jika anak-anak anda nakal mungkin wajar karena selama ini anda memberi nafkah mereka dengan uang haram.

Daripada pelihara dosa lebih baik pelihara kebaikan karena setiap kebaikan akan kembali pada kita juga.

Salam Hangat

@DzulfikarAlala

*Semua kisah di atas merupakan pengalaman pribadi penulis dan tanpa ada yang ditutup-tutupi. Murni ingin citra Polisi menjadi lebih baik, bersih dan bebas dari korupsi.

40 thoughts on “Cara Mutasi SIM

  1. Mengharukan ya kang…cuma pengalamn saya di ujian teori lulus, prakteknya gak lulus gara2 lupa pake seat belt, 3 minggu kemudian ketemu oknum minta 150rb langsung foto, ya sudah mau gimana lagi drpd bolak balik bogor – daan mogot, biayanya bisa lebih dr itu.

  2. kalo mutasinya nembak bisa nggak ya…karena sim lama saya itu antar pulau..kalo kesana buat cabut berkas ya mahal sekali ongkosnya…

  3. Mas bro, masa berlaku SIM saya habis beberapa hari, kalau mau mutasi masih bs toh? Saya mau mutasi dari Jakarta ke Depok. Tidak harus tes lg kan kalau baru habis beberapa hari?thanks

  4. Thanks infonya,
    Besok sy mau ke daan mogot, perpanjang + mutasi sim C dari bogor ke jakarta.
    Dapat contact dari Gerai Samsat di JakTim, Kena biaya 600rb lgsg foto.

  5. Mau tanya nih, jikalau pengurusan mutasi polres asal di wakilkan kira2 bisa tidak ya? karena sim asal di surabaya sedangkan KTP baru di Jakarta dan karena kesibukan kerja dan biaya sulit sekali untuk ke Surabaya.

  6. Aku punya pengalaman :. Dulu KTP-Ku DKI (Jak-Tim) sekarang KTP Bekasi…Minggu lalu (23/04/2014) aku mencoba perpanjangan SIM “A” di Kebun Nanas (Jak-Tim),
    ternyata bisa kok (nggak usah Mutasi). Caranya :
    (1) jangan bilang Mutasi tetapi PERPANJANGAN, kalau bilang mutasi ya dilayani mutasi tp di arahkan ke Daan Mogot,
    (2) Siapkan dari rumah Foto Copy KTP + SIM @ 3 lbr.
    (3) Biaya2 = K.Sehat 25 Rb, Asuransi 30 Rb. BRI 80 Rb ( Total Rp 135.000)..
    – SIM yg baru nanti alamatnya jg alamat baru kok (Sudah Bekasi.).
    – Proses-ku kemarin dari Pendaftaran sampai SIM-nya jadi, tidak lebih dari 1 jam.
    – Datang Sendiri & Saya sarankan tidak usah lewat calo (soalnya gampang banget kok).
    Mudah2 info ini bermanfaat……….

    1. @Mas Abas, itu ada biaya lagi gak mas? istri saya dulunya sim Bdg, sekarang sudah punya ktp jaktim, mau mutasi dan sudah habis sejak 23 Juni kemarin, kira2 masih bisa gak ya cuma ngurus di kantor sim kebon nanas itu (atau harus ke samsatnya).
      terima kasih
      Rizki

      1. sim A saya udh habis April 2014 di kodya bandung,sekarang domisili saya di sumedang, masih bisa mutasi perpanjang ga ya ? mohon pencerahannya

      2. klo perpanjangan kayaknya sudah tidak bisa. lbh baik sekalian bikin baru saja. tp untuk jaga-jaga bawa saja sim lamanya. infonya bisa dilihat disini

    2. @Abas : wah ini beneran mas..bisa perpanjang walaupun ktp bukan Jakarta lagi?soalnya jauh sekali kalo harus cabut berkas dari Bekasi ke Daanmogot..trs ngurus lagi ke Bekasi

  7. ane juga tadi pagi cabut berkas di tangerang, karna ktp udah ganti jakarta. emang cuma bentar sih n prosesnya gampang. cuma tadi pas ambil berkasnya gw suruh masuk kedalem trus ibu polisinya jelasin tentang surat mutasi. ujungnya dia bilang “seikhlasnya aja ya” whaaaaaaaaattttttt??? pikir gw brarti klo “seikhlasnya” harusnya gratis dong ya tuh surat keterangan mutasi. tapi yaudah akhirnya gw bilang kalo gw blum ambil duit, sambil gw kluarin uang gw yang cuma ada 13 rb doang ( 2 lbr 5 ribuan , 1lbr 2 ribuan ama seribuan selembar) gw bilang saya adanya segini sambil gw sodorin. tapi dia bilang “yaudah ga usah” pake muka entah karena nganggep gw kere ato karna kecewa entahlah. tapi emang beneran gw blm ambil duit. karna setau gw emang ga ada biaya buat ngurus tuh surat, jadi ya gw ga perlu bawa banyak duit. skarang tinggal ngurus ke daan mogot nih, udah ngebayangin deh tar banyak yang nakal

  8. saya baru buat sim di cianjur n sya brencana tuk gnti ktp DKI, apa sbaik’y tunggu sampai mendekati masa brlku sim habis baru di mutasi/ dri skrg brbarengn dgn gnti’y ktp?
    brlakukah sim trsebut jika tdk sama dengan ktp/ stnk?

  9. Saya mo cabut berkas.. Krn jauh lintas pulau mo diwakilkan, jd perlu FC ktp ma sim saja, sim lama yg asli tdk perlu kah? Trm kasih

  10. Haturnuhun, info yang sangat bermanfaat.. saya juga berniat ngurus SIM A & C yang sebentar lagi habis, SIM lama di kota Bandung mau ke Tangsel. Setahu saya di serpong juga ada kantor satpas yang bisa menerbitkan sim dan tidak perlu ke polres tigaraksa. apakah sudah ada yang mencoba/pengalaman atau info untuk kasus mutasi seperti ini?

    1. Bener gan, dulu masih baru banget pemekaran tangsel jadi belum bisa di CIputat. Skrg udah ada Satpas di Ciputat. Paling deket klo di Tangsel mah.

  11. Gan..sy juga sama tarik berkas dr polres bandung mau ke kota bandung…emang tarik berkas baru boleh jam 11 ya?mohon pencerahan..hatur nuhun..

    1. enggak gan, dulu saya di polres kab Bandung pagi-pagi jam 8 udah bisa. Tp skrg kurang tau ya ketentuannya gimana. Tanya di socmed polresnya aja gan. Nuhun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s