Bercembu dengan Lintah, Terapi Alternatif.


Thibbun Nabawi atau pengobatan ala nabi yang belakangan ini dikenal luas oleh masyarakat adalah terapi hijamah atau bekam. Pada prakteknya ada dua jenis bekam yaitu bekam kering dan bekam basah. Bekam kering tanpa mengeluarkan darah sedangkan sebaliknya bekam basah adalah mengeluarkan darah kotor dari tubuh.

Kemarin sore (8/8) selepas bada ashar saya meminta di bekam oleh pak Toto. Pak Toto adalah terapis ahli bekam langganan ayah saya di kampung. Saking seringnya pak Toto membekam ayah saya, hingga akhirnya ayah saya membelikan satu set tanduk kerbau dari Jawa Timur agar digunakan sebagai alat bekam kering untuk mengeluarkan angin. Metode bekam tanduk ini berfungsi untuk mengeluarkan angin juga. Caranya hampir sama dengan model kop-kopan seperti orang tua zaman dulu kalau masuk angin dengan menggunakan gelas. Dibutuhkan api untuk menghirup udara kemudian ditutup dengan tanduk.

Sedangkan alat bekam biasa terbuat dari plastik mulai dari ukuran kecil hingga ukuran besar yang dibantu dengan alat bantu pompa tangan. Udara disedot keluar sehingga pori-pori kulit terbuka. Proses inilah yang membantu mengeluarkan angin dan atau darah kotor saat dibekam.

Dari hasil perbincangan pak Toto bahwa sesungguhnya terapi bekam ini perlu di dawamkan atau dibiasakan minimal setiap bulan satu kali. Karena bekam adalah metode pengobatan ala Nabi. Nabi terbiasa di bekam untuk menjaga kesehatannya. Tidak ada efek samping sama sekali.

Dari hasil perbincangan dengan pak Toto beliau menceritakan bahwa saat bersilaturrahmi pada pak kyai ada hal yang baru diketahuinya tentang pengobatan bekam yang ditekuninya. Menurut pak kyai Muchtar Adam, Pimpinan Ponpes Al-Quran Babussalam Bandung, bahwa saat peristiwa Isra dan Mi’raj, Rasulullah saw itu disuruh oleh para malaikat ketika naik ke langit, untuk berbekam.

Sabda Rasul “Tidaklah aku melewati sekumpulan malaikat pada malam aku di Isra’kan, melainkan mereka (para malaikat) semua mengatakan kepadaku ‘Hai Muhammad, engkau harus berbekam’.” (HR. Tirmidzi)

Selain di bekam sebetulnya ada cara lain yaitu dengan donor darah. Orang yang rutin donor darah biasanya memiliki tingkat kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang jarang atau bahkan sama sekali belum pernah donor darah. Dengan begitu darah menjadi lancar dan tidak membeku disamping terjadi regenerasi kembali.

Bukan hanya masuk angin saja yang bisa disembuhkan oleh bekam. Pusing-pusing, darah rendah, darah tinggi, dan stroke pun bisa disembuhkan dengan cara berhijamah atas izin Allah SWT.

Terapi bekam akan lebih baik jika dipadu kan dengan terapi lintah. Lintah yang digunakan bukan sembarang lintah. Lintah yang digunakan adalah lintah kerbau yang telah melewati porses sterilisasi.

***

Banyak kisah keajaiban karena diterapi bekam dibantu dengan terapi lintah. Mungkin salah satunya bisa saya ceritakan disini.

Suatu saat ada seorang ibu yang telah merasakan manfaat diterapi lintah. Sakit jantungnya sembuh setelah beberapa kali di terapi lintah. Beberapa bulan kemudian anaknya divois dokter harus operasi jantung karena mengalami penyempitan pembuluh darah. Mendengar anaknya harus dioperasi akhirnya anaknya ini disarankan untuk terapi lintah dan bekam ke Bandung.

Karena berpendidikan tinggi anaknya menolak karena menurutnya pengobatan yang paling baik adalah pengobatan medis. Kebetulan bibi saya yang juga seorang terapis memiliki sebuah berita klipping fotokopi berbahasa Inggris dari Jerman. Isinya kurang lebih bahwa dokter-dokter di Jerman sudah menggunakan lintah sebagai obat. Lucunya di Jerman ada aturan bahwa yang berhak melintah hanya dokter saja. Jika ada orang awam diketahui membuka praktek terapi lintah tanpa izin akan dikenai sanksi.

Difoto kopilah berita tersebut untuk disampaikan pada anaknya yang bekerja di sebuah kantor besar di Jakarta. Melihat bukti tersebut akhirnya anaknya ini mau datang ke Bandung dan mencoba untuk pertama kalinya di terapi bekam sekaligus di lintah.

Untuk pertama kalinya lintah yang diberikan hanya satu saja. Lintah ini digigitkan langsung di lidah. Mengapa di lidah? Karena lidah ini pembuluh darahnya langsung menuju jantung sehingga efeknya bisa langsung dirasakan. Disamping itu bekas gigitan lintah biasanya tidak meninggalkan bekas di lidah, berbeda jika gigitan tersebut di kulit luar. Bekas gigitannya akan meninggalkan bekas seperti bercak hitam.

Rasanya di terap lintah itu seperti digigit semut. Memang bekas gigitannya akan terasa seperti sariawan. Paling sembuh dalam beberapa hari saja. Rasanya memang agak geli dan sakit sedikit, tapi selanjutnya justru akan dirasakan khasiatnya.

Lintah tidak semata-mata menyedot darah tapi juga mengeluarkan enzim untuk melancarkan darah. Enzim inilah yang sebetulnya sangat bermanfaat bagi manusia untuk mengencerkan darah. Bahkan lintah-lintah kerbau asal Depok sudah sejak lama di ekspor ke Cina sebagai bahan baku obat herbal.

Singkat cerita setelah tiga kali datang ke Bandung untuk di terapi lintah akhirnya anak ibu tadi datang sehari sebelum tanggal operasi ke dokternya. Kemudian dilakukan pengecekan kembali. Ajaibnya dokter menyatakan bahwa anaknya ini tidak perlu di operasi karana jantungnya sudah sehat dan tidak ada kondisi kronis. Bahkan dokternya pun sampai heran-heran. Tapi sang anak tidak mau menceritakan bahwa dirinya telah diterapi lintah dan bekam.

Selain cerita diatas pengalaman pribadi kakek saya sendiri yang terkena jantung koroner. Sebulan sebelum di operasi ayah saya membawa 10 ekor lintah dari Bandung ke Jawa Timur. Kakek saya ini adalah adik dari nenek saya dari ayah saya. Nah, ayah saya menceritakan panjang lebar manfaat lintah pada kakek saya. Akhirnya dibawakanlah lintah tersebut karena sangat sulit mendapatkan lintah kerbau di Prajekan, Situbondo, Jawa Timur.

Saksi hidup, kakek yang divonis harus operasi karena jantung koroner bisa selamat karena diterapi lintah hingga akhirnya bisa jadi wali pernikahan adik sepupu. Penyakit membuat bobot tubuhnya semakin turun, kini sudah ada peningkatan dan semakin sehat.

Alhamdulillah kondisi kakek saya sudah membaik karena rutin di terapi lintah. Bahkan beliau sempat menjadi saksi pernikahan adik sepupu saya. Tetangga dan kerabatpun dibuat terkejut dengan kondisi kakak saya yang sudah dapat berdiri tegak dan tersenyum kembali. Subhanallah.

***
Pak Toto bilang bahwa sesungguhnya tubuh manusia ini sudah sangat sempurna, jadi pada dasarnya tidak memerlukan obat. Ketika manusia sakit yang dibutuhkan adalah nutrisi lengkap dan seimbang. Ketika ada organ tubuh yang sakit bisa jadi tubuhnya kekurangan nutrisi.

Sudah jelas pak Toto menyarakan untuk tidak menggunakn antibiotik karena akan menganggu sistem imunitas tubuh. Jika sakit kembalilah ke alam karena setiap penyakit pasti ada obatnya dari alam yang minim efek samping.

Untuk alat bekam sendiri saat ini sudah dijual bebas dipasaran. Untuk bekam kering siapapun bebas menggunakannya dan bisa dilakukan di titik-titik yang dirasa sakit dan pegal. Sedangkan untuk bekam basah sebaiknya tidak dilakukan sendiri karena ada tata cara dan ilmunya.

Sebaiknya tiga jam sebelum dibekam berpuasalah dari makanan berat. Perbanyak minum air putih juga agar tubuh tidak kekurangan cairan. Hasil atau khasiat bekam tidak bisa sekali dua kali. Khasiatnya akan dirasakan setelah beberapa kali dilakukan terapi. Selain cocok untuk para manula bekam pun cocok untuk anak-anak diatas lima tahun.

Salam hangat dari Bandung

@DzulfikarAlala

https://dzulfikaralala.wordpress.com

2 thoughts on “Bercembu dengan Lintah, Terapi Alternatif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s