Pertemuan Rutin Bersama Orang Tua Peserta Didik


Pertemuan Sekolah dengan orang tua peserta tentunya selalu rutin diselenggarakan terutama di awal tahun ajaran. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan sosialisasi beberapa program sekolah sehingga diharapkan ada kerjasama antara sekolah dengan orang tua peserta didik dalam mendidik anak-anak. Harapannya tentu ada sinergi antara disekolah dan dirumah sehingga hasil pendidikan lebih maksimal dan nyata.

Sabtu, 3 Agustus 2013 lalu sekolah Ehipassiko BSD, tempat dimana saya mengajar melaksanakan pertemuan bersama para orang tua peserta didik. Meskipun sudah dalam suasana liburan menjelang lebran namun tidak menyurutkan antusiasme para orang tua peserta didik untuh hadir di sekolah. Kegiatan tersebut berlangsung dengan lancar hingga akhir acara.

Disamping mensosialisasikan program dan kegiatan sekolah acara pun diisi dengan pengenalan ekstrakulikuler baru yang akan diselenggarakan di tahun ajaran baru. Kebetulan kegiatan ekstrakulikuler akan dimulai secara efektif setelah libur lebaran. Saya sendiri diberikan amanah untuk mengampu kegiatan jurnalistik. Direktur sekolah dan Kepala Sekolah menganggap saya cukup berpengalaman dalam dunia blogging.

Beberapa kegiatan ekstra yang baru diantaranya adalah Broadcasting, Teater dan Manga. Sementara beberapa kegiatan ekstra yang masih dipertahankan adalah Jurnalistik, KIR, Futsal, Basket dan beberapa kegiatan ekstra lainnya. Uniknya ekstrakulikulier bahasa seperti English Club dan Mandarin akan dilebur disetiap ekstrakulikuler yang telah ada. Misalnya menulis berita dengan bahasa Inggris atau bahkan mempertunjukkan seni teater dengan menggunakan bahasa Mandarin. Disatu sisi hal ini menunjukkan sebuah kemajuan dan tantangan baru bagi para guru pengampu sehingga bisa berkolaborasi dalam mendidik peserta didik.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, pak Sunardiono mengatakan bahwa hampir 70 % keberhasilan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar sangat ditentukan oleh pola belajar dan bukan ditentukan sepenuhnya oleh kecerdasan peserta didik. Hal tersebut telah dibuktikan dengan banyaknya peserta didik yang memiliki IQ tinggi tapi belum menemukan pola belajar yang baik dan benar sehingga potensinya belum tergali dan terasah dengan baik.

Pola asuh orang tua pun sangat dominan dalam keberhasilan pendidikan di sekolah. Terkadang peserta didik bisa menurut dan lurus ketika diarahkan oleh guru, tapi bisa berubah 180 derajat ketika sudah tiba dirumah. Apa yang terjadi bisa disebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah pola asuh orang tua terhadap peserta didik. Disinilah fungsi pertemuan antara orang tua peserta didik dan guru untuk menyamakan presepsi sehingga pola kedisiplinan di sekolah tidak jauh berbeda dengan dirumah. Dengan demikian secara sinergis guru dan orang tua dapat mendidik para peserta didik dengan maksimal.

Kedepan pertemuan dengan orang tua seperti ini tidak hanya akan digelar secara formal tapi juga secara non formal dalam kegiatan santai seperti family gathering, family camp dan sebagainya.

Salam Hangat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s