Home Activity


Senin lalu seperti biasa saya mengajar rekan-rekan guru TK di sekolah yang sama. Kali itu, saya sengaja memberikan topik yang berbeda. Saya mencoba mengelaborasi apa yang mereka ajarkan di TK. Saya cukup terkejut ketika mereka memberikan ‘home work’ untuk anak didik mereka.

Saya mengajar di level SMP dan SMA. Pekerjaan Rumah (PR) bagi anak-anak kini malah dianggap sebagai beban. Maka kerap sekali saya mendengar mereka melengguh ketika saya memberikan mereka PR.

“Yaahhhh Home Work lagi!” Begitu respon mereka sambil menunjukkan raut wajah cemberut.

PR sebetulnya berfungsi untuk pendalaman materi di rumah. Disamping itu PR berfungsi sebagai pengulangan apa yang telah dipelajari di Sekolah agar anak-anak bisa lebih memahami apa yang telah dipelajari. Tapi, nyatanya PR selama ini malah menjadi momok yang menakutkan.

Anehnya di tingkat TK, anak-anak malah meminta PR. Memang PR yang diberikan di TK jauh berbeda dengan apa yang diberikan di tingkat SMP dan SMA. Biasanya PR di TK diberikan satu kali dalam sepekan. Tugasnya seperti mewarnai atau menggambar. Dan anak-anak akan meminta PR kembali ketika PR yang sebelumnya telah mereka kerjakan.

Sedangkan di SMP dan SMA, jangankan untuk meminta kembali PR. Malah terkadang masih ada yang tidak mengerjakan PR.

Dari diskusi tersebut saya terinspirasi untuk mengganti label ‘home work’ menjadi ‘home activity’. Tentu ‘home activity’ tersebut akan lebih baik diarahkan untuk membuat sebuah proyek kreatif. Misalnya seperti poster, puisi, cerpen, artikel, reportase bahkan bisa juga dalam bentuk film. Inilah tantangannya bagaimana caranya agar anak-anak di tingkat SMP dan SMA bisa merasakan kembali nuansa ketika masih belajar di TK.

Home Activity akan lebih baik jika didesain agar melibatkan orang tua didalamnya.

Memang pernah sekali waktu, saya memberikan ‘home work’ bagi anak-anak kelas 8 untuk membuat biografi ayah mereka masing-masing. Meskipun tidak mudah karena tidak sedikit dari orang tua yang mengatakan bahwa ‘home activity’ tersebut terkesan berlebihan karena harus mencantumkan foto mereka. Bagi saya itulah yang namanya belajar. Jadi, suatu saat saya pasti akan memberikan ‘home activity’ kembali agar para orang tua pun mengetahui apa yang dilakukan anaknya di sekolah.

Salam Hangat
Diskusi bareng saya di twitter @DzulfikarAlala

4 thoughts on “Home Activity

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s