Meninggalnya Uje tidak berkaitan dengan Gerhana Bulan


Jumat siang tadi ada yang berbeda dari biasanya. Ditengah panas terik, khatib mengingatkan dua peristiwa penting yang terjadi Jumat pagi dini hari (26/04). Pertama, terjadinya kejadian alam, gerhana bulan setengah yang telah diumumkan oleh BMKG sehari sebelumnya. Kedua, meninggalnya Ustaz Muda Jeffry Al-Buchory atau yang lebih dikenal masyarakat Uje. Uje meninggal dalam usia yang cukup muda, 40 tahun. Uje meninggal dunia karena kecelakaan tunggal kendaraan roda dua yang dikendarainya sendiri di bilangan Pondok Indah, Jakarta.

Khatib mengingatkan jamaah pada peristiwa serupa pada zaman Rasulullah. Ibrahim, anak Rasulullah saw yang masih kecil meninggal dunia berbarengan dengan kejadian gerhana matahari. Orang-orang pada saat itu membicarakan bahwa terjadinya gerhana matahari karena meninggalnya Ibrahim. Kemudian Rasulullah saw membantahnya dan bersabda bahwa matahari dan bulan adalah semata-mata bukti keagungan Allah SWT. Dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan kematian anaknya.

Ketika seseorang meninggal dunia hanya ada tiga amalan yang akan dibawanya. Pertama adalah amal jariyah. Kedua, ilmu yang bermanfaat. Dan yang terakhir adalah anaknya yang saleh yang akan mendoakannya. Kematian adalah rahasia Allah SWT dan tidak ada satupun makhluk yang mengetahui kapan dia akan mati. Dalam kitab suci Al-Quran disebutkan bahwa setiap makhluk yang hidup pasti akan mati. Permasalahannya hanya satu, tidak ada satupun makhuk di bumi ini yang mengetahui kapan kematian akan menghampirinya. Ia datang tanpa permisi. Hanya Tuhan-lah yang berhak mengambil apa yang telah diberikan kepada kita semua.

Suasana duka sepertinya cukup terasa pada khutbah Jumat siang itu. Khatib membahas kejadian keduanya dengan baik. Apa yang terjadi sangat relevan dengan nasihat-nasihat agar yang masih hidup lebih mawas diri dan mempersiapkan kematian baik secara lahir maupun secara batin.

Setelah khatib selesai berkhutbah kemudian dilanjutkan dengan salat Jumat. Setelah salat jumat usai, kemudian serentak Imam menyerukan untuk salat gaib. Subhanallah, inilah yang menarik. Setelah selesai salat Jumat hampir semua jamaah di Masjid Al-Fath, komplek kampus BSI, BSD berdiri dan melaksanakan salat gaib berjamaah. Itulah keberkahan menjadi orang saleh. Kematiannya dihari Jumat di percaya sebagai kematian pada hari yang baik, kemudian disalatkan oleh beribu-ribu jamaah salat Jumat. Semoga amal ibadah Uje diterima di sisi-Nya dan diberikan ampunan atas segala dosa-dosanya. Mudah-mudahan keluarga, sahabat, dan jamaah yang ditinggalkannya tabah dan menjadikan hal tersebut sebagi pesan bahwa kita hidup dunia ini hanyalah sementara.

3 thoughts on “Meninggalnya Uje tidak berkaitan dengan Gerhana Bulan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s