Menulis Dapat Menghilangkan Aura Negatif


What was the one experience that completely changed your life? What happened? How did it change your life?

Sudah cukup lama saya berkutat dengan facebook. Sudah cukup lama juga saya berkutat dengan internet. Tapi, ada satu masa dimana saya merasa tidak mendapatkan apa-apa dari facebook dan internet. Hingga suatu saat saya mendapatkan sebuah pencerahan. Jalan menuju cahaya itu adalah dengan menulis.

Facebook memang dulu saya jadikan sebagai pelampiasan dan kekecewaan terhadap sesuatu hal. Hingga dapat ditebak isinya pasti beraura negatif. Menghujat, memaki bahkan menjurus pada fitnah. Apa yang terjadi pada saya mungkin juga masih terjadi pada mereka yang masih berkutat dengan facebook. Ada baiknya di buka kembali dan instrospeksi berapa banyak status yang bisa memberikan aura positif atau bahkan sebaliknya.

Tulisan ini refleksi dari layanan twitter yang menyediakan data twit kita sejak bergabung hingga tombol download archives di tekan. Disitu saya melihat dan merasa lucu bahkan jijik dengan twit yang pernah saya tulis. Seolah saya seperti anak-anak dan orang yang berlum tersentuh pendidikan. Sejatinya dari twit itulah saya bisa intropeksi seberapa besar efek positif yang bisa saya sebar melalui sosial media.

Bagaimana saya bisa keluar dari status-status yang beraura negatif? Yap jawabannya adalah dengan menulis. Menulis di Kompasiana atau menulis di blog ini. Bagi saya menulis bukan sekedar pelarian yang sukses untuk menghilangkan status bernada negatif namun juga ternyata memberikan keuntungan berlipat. Beberapa kali saya mendapatkan hadiah dari lomba dan kompetisi menulis. Dari situ saya merasa hidup saya berubah ke arah yang lebih positif.

Status saya tidak lagi membicarakan masalah pribadi bahkan keburukan dan kejelekan orang lain entah itu teman atau keluarga sendiri. Namun, perlu saya akui bahwa status di facebook saya masih menyuarakan kritik sosial terhadap kebijakan dan kelakuan aparatur negara, pemerintah dan anggota legislatif. Saya pikir ini sebuah kemajuan karena saya bisa keluar dari sebuah kejumudan. Saya merasa tertolong karena saya bisa lepas dari status-status tidak berguna yang membuat sakit kepala.

Menulis bukan hanya membuat saya keluar dari kegelapan namun menjadikan saya candu membaca agar saya bisa menulis lebih baik lagi. Dari menulis lahirlah ide-ide lain sehingga saya sudah lupa bagaimana saya harus memelotiti dan melihat timeline selama berjam-jam tanpa manfaat yang nyata. Dengan menulis setidaknya saya bisa melatih mata, jari dan tentu saja otak saya agar tidak dikatakan hanya digunakan 1 % saja seumur hidup saya.

Kini saya merasa apa yang saya dapatkan memang belum seberapa, tapi saya bangga karena saya bisa lepas dari kegiatan menulis status yang tidak bermanfaat. Maka kini saya bertekad untuk terus menulis demi menghilangkan kebiasaan menulis status negatif yang tidak ada manfaatnya sama sekali bagi saya. Bukankah orang terbaik adalah orang yang bermanfaat untuk orang lain?

4 thoughts on “Menulis Dapat Menghilangkan Aura Negatif

  1. Setuju banget dengan Pak Dzul! Saya pun selama ini prihatin banget dgn para pengguna FB yang rata-rata hanya menulis status yg tidak jelas. Sungguh ironis bangsa ini dimana katanya kita adalah pengguna FB terbesar di dunia namun tidak produktif. Kasian banget si Mark Zuckerberg, krn saya yakin dia membuat FB bukan utk membuat status yg tdk berguna. Ini tentunya menjadi tugas kita sbg guru utk mendampingi anak didik sekaligus rekan2 guru utk lebih produktif di FB. Salam Salut buat Pak Dzul!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s