wpid-IMG_20130315_173813.jpg

Orang Tua pun bisa Bersifat Reaktif


image
Illustrasi pentingnya hubungan anak dan ayahnya

Ternyata bukan hanya anak anak yang bisa bersifat reaktif. Orang tua pun sejatinya berpotensi bersifat reaktif terutama jika menyangkut perilaku anaknya disekolah. Meskipun terkadang belum tentu apa yang disampaikan sekolah kepada orang tua merupakan hal yang negatif.

Reaktif adalah perilaku yang sebetulnya tidak menyelesaikan masalah. Biasanya dia malah menyalahkan orang lain atau mencari cari penyebab kesalahan dari luar. Reaktif bertolak belakang dengan proaktif. Maka jika menghadapi orang tua yang reaktif memang diperlukan bukti-bukti yang cukup kuat agar orang tua bisa memercayainya.

Sore kemarin saya mendapatkan sebuah contoh bagaimana orang tua bisa bersifat reaktif. Ceritanya adalah ada seorang guru yang mendapati anak didiknya menggambar seorang anak laki-laki sambil menginjak bayi dan gambarnya seperti berlumuran darah. Mengerikan memang. Apalagi anak ini ternyata belum genap duduk di bangku sekolah dasar.

Mengetahui hal tersebut sang guru kemudian mengorek lebih dalam mengapa anak ini bisa menggambar sebuah gambar yang sadis untuk anak seusianya. Ternyata dia merasa kesepian dalam keluarganya sendiri. Hampir setiap hari kedua orang tuanya pulang malam sehingga dia tak memiliki teman.

Dia berujar bahwa jika ayahnya pulang lebih awal, itupun langsung masuk ke kamarnya dan malah sibuk dengan iPad-nya. Ia merasa bosan dan kesepian. Ayahnya jarang menemaminya bermain atau belajar. Sedangkan ibunya lebih memilih untuk senam bersama teman-temannya sebelum pulang kerumah.

Itulah penyebab mengapa ia merasa bosan dan kesepian. Ia merasa tidak diperhatikan oleh orang tuanya. Ia seperti kehilangan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Akhirnya pihak sekolah berusaha untuk mengkomunikasikan temuan tersebut. Sayangnya orang tuanya justru menyalahkan pengaruh keluarga lainnya. Padahal harapannya orang tua bisa menyadari bahwa anaknya selama ini menginginkan orang tuanya hadir di rumah bersamanya.

Jika sudah demikian sekolahpun perlu berhati-hati menyampaikan hal tersebut dengan baik. Agar orang tua tidak justru malah memarahi anaknya. Orang tua yang sibuk seperti ini persis seperti apa yang dikatakan Prof. Komaruddin Hidayat bahwa anak-anak hanya ibarat bahan pakaian yang di berikan kepada penjahit.

Bagaimanapun sekolah bukan saja perlu mendidik anak tapi juga dalam kasus seperti ini harus turun tangan agar keluarganya bisa berubah menjadi lebih positif agar anaknya bisa tumbuh dan belajar dengan baik. Anak-anak sekarang mungkin memang lebih beruntung dari segi finansial tapi miskin perhatian kedua orang tua.

Salam Hangat

3 thoughts on “Orang Tua pun bisa Bersifat Reaktif

  1. TFS… pelajaran buat saya sbg ortu, kadang suka lupa juga. pulang kerja asik maen gadget .. hm soal reaktif, emang menyalahkan orang lain itu enak yaaa..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s