wpid-turere-3.jpg

“Lion Light” Rakitan Remaja Kenya Selamatkan Singa dari Kepunahan


image
Richard Turere (source: afrigadget)

Seorang remaja berusia 13 tahun dari Kenya menjadi pahlawan karena kreasi briliannya. Richard Turere sudah sejak usia 6 tahun ikut menggembalakan sapi-sapi ayahnya. Sapi-sapi tersebut ternyata menjadi target dan santapan para Singa di malam hari. Hal tersebut akhirnya menimbulkan konflik berkepanjangan antara manusia yang ingin menjaga ternaknya dan singa yang kelaparan.
Konflik berkepanjangan antara Singa dan manusia membuat populasi Singa di Taman Nasional Nairobi, Afrika menjadi terancam. Padahal singa merupakan daya tarik utama di taman nasional tersebut. Dilaporkan ada sekitar 2000 ekor singa yang masih ada di taman nasional Nairobi.

image
Lion lights (source: afrigadget)

Hingga akhirnya remaja sederhana itu menemukan “lionlight”. Lion light adalah lampu LED yang dipasang di beberapa tempat mengelilingi kawanan sapi. Arah lampu tidak diarahkan ke sapi atau rumah melainkan diarahkan ke tempat-tempat gelap. Richard mendapatkan ide setelah mengamati bahwa sebenarnya secara natural singa takut pada manusia. Dan tanda bahwa ada seorang manusia pada malam hari adalah dari lampu senter yang menyala. Dari situlah Richard yang tidak mempunyai buku tentang kelistrikan itu merakit sebuah lampu yang diambil dari lampu bekas kemudian disambungkan ke sebuah aki bekas yang terhubung dengan sebuah panel surya. Dia bahkan melengkapinya dengan switch sehingga lampu-lampu dapat berkedip layaknya seperti sebuah senter yang sedang dibawa oleh manusia.

image
Konsep Lion Light melindungi ternak (source: afrigadget)

Tidak disangka setelah dua tahun Richard memasang lampu untuk menakut-nakuti singa pada malam hari, ternyata berjalan sangat efektif. Selama dua tahun itulah keluarga Richard tidak pernah kehilangan sapi lagi. Justru tetangga Richard yang terkena batunya karena sapi-sapinya hilang diterkam singa pada malam hari. Akhirnya para tetangganya meminta Richard memasang lampu-lampu untuk melindungi ternaknya.

Lion light ini sangat murah, mudah sekali dipasang dan gampang perawatannya. Biaya untuk membuat Lion light tersebut tidak lebih dari sepuluh dollar saja. Bayangkan jika harus membuat pagar pembatas khusus agar ternak tidak disantap sang Singa. Bisa seribu dollar lebih yang dibutuhkan untuk pagar baja.

Richard akhirnya di undang dalam acara TED dimana Bill Gates dan Mark Zukerberg pernah berdiri di tempat yang sama. Richard pun merasa beruntung karena kejeniusannya membuat Lion Light akhirnya untuk pertama kalinya ia bisa naik pesawat terbang dan melihat Ikan Hiu di sebuah Aquarium.

Sumber: NPR, AfriGadget
Gambar : AfriGadget

Salam Hangat
@Dzulfikaralala
https://dzulfikaralala.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s