wpid-IMG_20130124_122242.jpg

Food Photoghrapy


image

Entah sejak kapan saya mulai suka mengabadikan foto-foto makanan. Rasanya asyik aja bisa foto makanan dari berbagai angle. Apalagi jika makanan itu adalah makanan langka atau memang makanan yang pertama kali dicicipi.

Foto diatas adalah foto sepiring batagor atau baso tahu goreng Bandung. Saya begitu menggemari Batagor. Jika ke Bandung belum mencicipi Batagor Djuanda, rasanya seperti belum ke Bandung. Sering kali saya membungkusnya untuk di bawa ke Tangsel.

image

Menu ikan boleh dibilang jarang tersaji di meja makan. Selain belum punya meja makan juga hanya saya yang gemar makan ikan di keluarga istri saya. Mertua saya sekarang sudah bosan dengan ikan karena pada saat masih aktif dulu selalu dibekali berbagai macam jenis ikan dari kantornya.

Jadi ketika saya butuh asupan ikan, biasanya saya lari ke tukang pecel lele. Nah foto diatas adalah ikan bakar khas Situbondo. Saya sangat lahap menikmati ikan bakar tersebut. Di Situbobdo ikan termasuk makanan yang murah karena mudah didapat. Sebaliknya di Tangsel harga ikan laut lumayan rada mahal dan tidak sesegar ikan-ikan dari Jawa Timur. Rasanya memang lain.

image

Boleh dibilang baru pertama kalinya saya melihat pohon sukun secara nyata. Apalagi ternyata buah sukun kulitnya berwarna hijau. Beda setelah digoreng, sukun biasanya berwarna kuning keemasan. Foto buah sukun yang masih tergantung di pohonnya itu saya ambil di daerah Tasikmalaya ketika bersillaturrahmi ke seorang sahabat orang tua saya.

image

Roti cane dalam bayangan saya hanya dimakan dengan sebuah kari. Karena awalnya memang saya merasakan ketika makan gratis di sebuah restauran india. Eh ternyata di sebuah kedai Aceh di Pamulang ada hidangan roti cane manis yang disajikan dengan gula putih dan susu kental manis.

image

Selain menu roti cane, saya perhatikan mie goreng Aceh ini termasuk menu yang paling banyaj di pesan.

image

Nah kalau ini paduan yang menarik. Cup cakes dengan minuman buah yabg segar. Saya mendapatkannya secara free ketika berkunjung dalam acara urbanesia dan kompasiana di holycow steak Kemang.

image

Siapa yang tak suka sambal? Bahkan Tuhan pun sudah maklum pada hambanya yang suka tobat sambal. Saat kepedasan bilang tobat tapi esoknya makan sambal lagi.

Meskipun saya bukan orang Padang tapi saya suka makanan pedas. Hanya saja perut memang tidak bisa dibohongi. Perut saya masih asli perut Sunda yang tak tahan pedas. Biasanya rasa pedas saya netralisir dengan lalapan atau air teh tawar hangat.

image

Kalau lihat bentuk nasi yang disajikan dengan daun pisang sebagai alas selalu ingat tanah Sunda. Nasi liwet memang nikmat dimakan hangat dengan cocolan ikan asin dan sambal tentunya.

image

Nasi kuning biasanya saya dapati ketika sarapan pagi saat liburan. Namun, jika ada sebuah hajatan biasanya sang empunya hajat pun menyediakan nasi kuning.  Biasanya nasi kuning ditemani dengan irisan telur dadar, tempe kering, telur balado. Jika beruntung kadang bisa ditambah sekerat daging ayam atau empal.

image

Kalau urusan kue, sebetulnya saya suka sekali kue cokelat. Apalagi jika dipinggirnya dilapisi dengan irisan batang cokelat. Wah rasanya cukup untuk persediaan cemilan satu pekan. Saya bersyukur karena jika murid-murid saya berulang tahun, setidaknya ada dari mereka yang kue ulang tahunnya berupa kue cokelat.

image

Temannya kue tentu saja kopi. Meski saya bukan penggemar berat kopi, tapi saya sangat menyukai kopi-kopi dari berbagai daerah. Bahkan di rumah saya masih ada stock kopi Lampung, Kopi Aceh dan Kopi Toraja. Semuanya hasil nodong pada keluarga yang jalan-jalan ke daerah-daerah tersebut hahahahaha. Pokoknya oleh-oleh kopi itu lebih ringkas dan awet.

image

Untuk urusan trend makanan boleh dibilang saya juga suka mengikutinya. Awal pertama kali makan mie ramen pun karena terprovokasi sebuah komik anak-anak berjudul Naruto. Karena ramen adalah makanan kesukaan Naruto. Meskipun begitu saya harus selektif karena ada beberapa ramen yang mengandung daging babi. Mungkin aslinya memang menggunakan daging babi hehehe.

image

Di kampung ayah saya di Situbondo kebetulan adalah sentra penghasil mangga arumanis. Apalagi mangga Probolinggo memang sudah dikenal ke berbagai pelosok nusantara. Nah, jika musimnya tiba biasanya saudara saya di Situbondo mengirimkan beberapa kardus mangga arumanis ke Bandung.

Sejak kecil buah yang sering saya makan seingat saya adalah mangga. Biasanya kami selalu berebut pelok mangga. Pelok mangga adalah biji mangga yang masih diliputi oleh daging buah mangga tipis-tipis. Tentu saja memakannya harus menggunakan kedua belah tangan. Setelah makan pelok mangga biasanya wajah sudah belepotan dengan warna kuning buah mangga.

Saya paling suka jika sebelum kulit mangga dikupas, saya iris seperempat kulitnya hingga bisa mengambil sedikit dagingnya. Kemudian saya iris-iris bentuk dadu. Cara memakannya tinggal membalikkan posisi daging mangga menjadi bagian kulit luar hehehe.

image

Semua foto adalah dokumen pribadi. Tulisan ini dibuat dalam rangka menyemarakkan ulang tahun kampretos yang pertama.

image

Kunjungi karya kampret lainnya : jelang satu tahun

One thought on “Food Photoghrapy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s