398058_4801014219894_1956728613_n

Ternyata Mereka Lebih Baik Dariku


@fadlan_syam
Bundaran HI terkepung banjir dok. @fadlan_syam

“Kenapa kemarin kamu tidak sekolah?” Tanya saya pada Murni (bukan nama sebenarnya). Ia adalah murid saya yang masih duduk di bangku kelas delapan SMP. Rumahnya didaerah Serpong memang tidak terkena banjir, tapi akses jalan menuju rumahnya sulit ditembus oleh mobil jemputan dari sekolah karena tergenang air hujan.

“Kemarin disekitar rumah saya kebanjiran pak. Jadi saya tidak bisa keluar rumah” jawabnya.

“Loh bukankah mobil jemputan sudah datang menjemput kamu di depan gerbang komplek?” buru saya.

“Males pak nyebrangnya. Lagian kenapa mobilnya aja yang gak masuk jemput saya” kilahnya.

“Emang banjirnya setinggi apa?” tanya saya penasaran.

“Gak tinggi sih pak cuma sebatas lutut saya. Tapi saya males basah-basahan. Nanti kaki saya kotor lagi” jawabnya tak mau kalah.

daerah.sindonews.com
Mereka tetap sekolah. Anak-anak warga Lambung Bukit, Sumatera Barat dok.daerah.sindonews.com
kurniasepta.com
Siswa di Lebak, Banten tetap sekolah meskipun bertaruh nyawa dok. kurniasepta.com

Sejenak kemudian saya termenung. Mencoba mengingat-ingat betapa masih banyaknya anak yang kurang beruntung dibandingkan Murni. Mereka tidak dijemput. Mereka bahkan harus berangkat sendiri kesekolah bersama teman-temannya. Mereka bahkan harus bertarung nyawa dengan melintasi sungai dengan aliran air yang deras. Sementara di tempat lainnya pun ada yang harus melintasi jembatan yang hanya tersiswa kawat bajanya saja. Mereka ternyata sanggup datang kesekolah.

Beberapa hari sebelumnya saya sempat menulis sebuah artikel berjudul “Indikator Kerajinan“. Artikel tersebut sebagai upaya untuk mengkritisi diri sendiri yang selalu saja beralasan ketika datang terlambat ke kantor bahkan tidak masuk kantor dengan alasan hujan.

Saya pun memahami bahwa tidak ada yang menduga bahwa kemarin (17/1) Jakarta sempat mendapatkan status Siaga I. Namun demikian ternyata tidak sedikit pula karyawan yang bisa datang ke kantornya. Mereka hebat dan saya sangat salut pada mereka. Meskipun diterpa hujan, meskipun harus terlambat namun mereka tetap datang ke kantor.

Kondisi di Jakarta sebenarnya mungkin tidak bisa dibayang kan bagi mereka yang tidak melihatnya secara langsung. Tapi jika dibandingkan dengan anak-anak di pedalaman, di pedesaan yang harus tiap hari kesekolah dengan kondisi jalan yang memperihatinkan rasanya kita masih belum ada apa-apanya.

Mereka, anak-anak itu hampir setiap hari ke Sekolah dengan kondisi jalan rusak, menyebrangi sungai dengan aliran yang deras bahkan harus bergelantungan di tali baja yang bisa kapan saja putus.

Ingatan saya kembali menyeruak. Sosok Lintang dalam Novel Laskar Pelangi karta Andrea Hirata harus berpuluh kilo meter mengayuh sepeda untuk tiba di Sekolah. Bahkan dia harus rela menunggu buaya-buaya rawa yang sedang berjemur melintang di jalur perjalanannya. Ketika buaya itu sudah menyingkir, barulah Lintang bisa melanjutkan perjalanan.

Ayo kawan. Apa yang terjadi di Jakarta ini memang bencana. Tapi bukan berarti dijadikan sebuah pembenaran untuk tidak masuk kantor apalagi tidak sekolah.

Hal ini tentu saja tidak termasuk bagi mereka yang tempat tinggalnya kebanjiran.

Memang banyak yang mengakui balik kanan saat jalan tertutup genangan air. Balik kanan karena KRL hanya sampai stasiun yang masih selamat dari terjangan banjir. Balik kanan karena takut becek. Balik kanan karena takut basah.

Lihat anak-anak kampung itu. Mereka tak pernah berpikir untuk balik kanan hanya melihat derasnya air. Mereka tak gentar lantas balik kanan melihat jembatannya sudah tak utuh lagi. Mereka tidak balik kanan karena pakaian mereka harus di gulung dan terpaksa bertelanjang dada.

Seharusnya kita malu pada mereka. Mereka hampir setiap hari melakukannya sedangkan kita mungkin hanya enam tahun sekali.

Berikut adalah beberapa kondisi Jakarta yang saya kompilasi dari linimasa twitter.

@arie_yp
Sarinah Thamrin dok. @arie_yp
@tifsembiring
memantau banjir *positif thinking* :p dok. @tifsembiring
@halojakarta
Mobil seharga 13 M pun tak luput dari banjir dok. liputan6
@ariess64
Mengandalkan apapun yang bisa mengapung dok. @ariess64
@dimsipit
Kawasan Sarinah terendam banjir sudah seperti sungai dok. @dimsipit
@honestclear
dua orang siswa menyusuri jalanan yang telah terendam di Jl. Bangka, Jakarta Selatan dok. @honestclear
antarafoto.com
Orang tua di Brebes, Jateng dengan gigih mengantar anaknya ke sekolah dok.antarafoto.com

Salah satu saudara saya cukup beruntung. Meskipun baru tiba di kantornya di daerah Semanggi pada pukul 11 akhirnya dia mendaptkan tambahan jatah cuti satu hari.

Para pemimpin seharusnya bisa melihat perjuangan mereka yang datang ke kantor pagi hari menerjang banjir dan kemacetan. Mereka yang datang dengan sepenuh hati layak mendapatkan apresiasi.

Keselamatan karyawan memang yang utama. Beuntunglah bagi mereka yang sudah masuk namun dipulangkan kembali. Karena situasinya memang tidak kondusif. Beberapa laoporan juga bahwa aliran listrik sengaja dipadamkan demi keamanan.

Saya turut prihatin juga dengan kondisi beberapa rumah warga yang masih terendam banjir. Saat ini di sekolah saya sedang mengumpulkan dana selama tiga hari kedepan dan kemudian akan disalurkan langsung kepada korban banjir. Para siswa akan menyumbangkan sejumlah donasi dan pakaian layak pakai untuk korban banjir baik di Jakarta maupun di Banten.

Semoga banjir cepat surut dan infrastruktur bisa diperbaiki sesegera mungkin karena menurut perkiraan BMKG bahwa curah hujan masih cukup tinggi dalam tiga hari kedepan.

Salam Hangat dan tetep semangat Sekolah dan Bekerja

Percayalah jika kalian meninggal dalam perjalanan menuju sekolah atau tempat kerja, Insya Alloh kalian akan temasuk orang-orang yang mati Syahid.

6 thoughts on “Ternyata Mereka Lebih Baik Dariku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s