wpid-C360_2012-12-31-18-02-24.jpg

Ziarah Kubur di Makam Syaikh Maulana Ishak, Situbondo.


image

Pada sore hari sebelum pergantian tahun (31/12) Ayah saya mengajak saya ke sebuah Pesantren di pesisir pantai Pasir Putih, Situbondo, Jawa Timur. Keunikan tempat ini adalah sebuah kuburan seorang wali bernama Syaikh Maulana Ishak yang mendirikan pesantren di tepi pantai nan indah itu.

image
Saat matahari sudah tenggelam

Yang menarik dari makan tersebut adalah terletak di sebuah bukit yang tinggi. Bukitnya seperti kawasan wisata Tanah Lot di Bali. Makamnya benar-benar terletak di puncak bukit persis berada di bibir pantai. Bukit tersebut sangat rimbun dengan pepohonan yang menjulang sangat tinggi.

Untuk mencapai ke atas bukit, kami menghitung ada sekitar 200-an lebih anak tangga. Apalagi sudut kemiringannya sangat curam. Jarak antara dasar dengan bukit memang tidak terlalu jauh paling-paling hanya sekitar 50 meter saja.

Selain kami, banyak juga peziarah yang datanng dari Bali. Terus terang kami hanya mampir ke makam tersebut setelah berenang di Pantai Pasir Putih yang jaraknya tidak terlalu jauh dari makam tersebut. Jadi pakaian kami terlihat sangat kontras dengan peziarah lainnya. Mungkin kami bisa disebut pelancong makam lebih tepatnya.

image

image
Makam Syaikh Maulana Ishak
image
Banyak peziarah yang datang
image
Terlihat pelabuhan Panarukan dari bibir pantai Makam

image

Boleh dibilang kawasan yang mengelilingi makam ini sangat keren. Dari sudut manapun kita bisa melihat keindahan pantai pasir putih. Ya untunglah bukit ini ada makamnya. Jika kosong pastilah bukit ini sudah gundul dan dijadikan taman wisata.

image
Ayah saya bersama kedua adik saya

Saya sempat membacakan surat Al-fatihah. Seperti ketika berziarah mengunjungi makam keluarga saya.

Jika tidak ada lampu penerangan, terus terang kawasan itu memang sedikit menyeramkan. Suasananya memang seperti dihutan. Dipesantrennya sendiri sebetulnya sangat ramai. Selain banyak pedagang juga ada semacam pasar kaget. Mulai dari penjual makanan ringan sampai pedagang buah-buahan.

image

image

Tahun depan mudah-mudahan saya bisa singgah lagi untuk menikmati keindahan alam disekitar makam.

10 thoughts on “Ziarah Kubur di Makam Syaikh Maulana Ishak, Situbondo.

  1. Saya lahir di Situbondo tahun 1960, tempat yang anda maksud adalah Pacaron, sampai saya lulus SMAN.1 di Situbondo tahun 1979 tempat itu belum sebagus sekarang dan dikenal sebagai Petilasan ( tempat berhenti sebentar ) sebelum berdakwah Ke Blambangan, jadi bukan Makam. Setelah Maulana Ishaq berdakwah ke Pasai beliau kembali ke Gresik berkumpul dengan putranya Sunan Giri. kemudian Wafat dan dimakamkan di Gresik disamping kakaknya Syech MaulanaMalik Ibrahim. Jadi tidak benar bahwa yang di Situbondo adalah Makam Syech Maulana Ishaq. Diduga ada kepentingan bisnis dari penjaga makam dan masyarakat sekitarnya, dengan memasang tulisan makam Syech Maulana Ishaq maka yang datang dengan maksud ziarah akan banyak. tapi bagi yang tahu sejarah Islam / Walisongo maka yang syah adalah makam di Gresik, Demikian penjelasan saya, Agus Karyanantio.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s