wpid-20121217_104011.jpg

Pelatihan Penyelamatan Diri dari Bencana Kebakaran di Sekolah


image

Akhirnya bapak petugas pemadam kebakaran dari kabupaten Tangerang menepati janjinya untuk memberikan bimbingan pada para siswa sekolah Ehipassiko BSD (17/12). Kegiatan ini diikuti oleh semua siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA. Untuk penyuluhan para para guru sudah dilakukan pada pertemuan sebelumnya.

image

Anak-anak dikumpulkan di ruang serbaguna untuk mendapatkan penjelasan tentang hal-hal yang perlu dilakukan ketika terjadi kebakaran di Sekolah. Sayangnya memang bapak petugas kebakaran kurang bisa memberikan penjelasan dengan sederhana kepada anak-anak terutama tingkat SD. Namun demikian beberapa gambar dalam slide cukup membantu anak-anak dalam memahami bagaimana tindakan ketika terjadi kebakaran.

image

Akan lebih baik lagi jika bimbingan seperti ini diberikan dengan penjelasan yang mengena sesuai dengan tingkat umurnya. Apalagi jika ditambah dengan gambar atau video yang mendukung. Materi yang disampaikan untuk orang dewasa tentu akan lebih baik jika dibedakan tanpa mengurangi pesan penting yang ingin disampaikan.

image

Dalam pertemuan kali itu juga dilakukan simulasi ketika terjadi kebakaran. Semua siswa bersiap di kelasnya masing-masing. Mereka diharapkan bisa keluar dengan tertib berkumpul dititik kumpul yang telah ditentukan yaitu main enterance berupa halaman lapangan.

image

Bapak petugas damkar memberikan apresiasi karena simulasi berjalan dengan cukup baik. Kurang dari tiga menit seluruh siswa sudah berkumpul semua di main enterance. Jika lebih dari tiga menit maka simulasi perlu ditingkatkan kembali terutama jika memang terjadi bencana kebakaran.

image

Yang utama adalah mengecek semua anggota kelas ketika sudah berada di main enterance. Jika sudah lengkap harus dilaporkan pada wali kelas kemudian diteruskan kepada kepala sekolah. Jika ada anggota siswa yang tertinggal dalam kondisi petugas damkar sudah di tempat, maka tidak dibenarkan bagi siapapun untuk kembali ke lokasi bencana kecuali para petugas damkar itu sendiri yang menyelamatkan.

image

Selain melakukan simulasi, para siswa juga diperkenalkan cara memadamkan api baik secara tradisional menggunakan karung goni basah maupun cara modern dengan menggunakan powder dan foam.

image

Alat pemadam kebakaran tersebut wajib hukumnya ada di beberapa lokasi sesuai dengan standar akreditasi sebuah sekolah. Utamanya berada di dapur sekolah, lab dan lorong jalan yang mudah terlihat dan mudah dijangkau berdekatan dengan tangga atau jalan utama.

image

Seperti sudah diberitakan sebelumnya bahwa alat pemadam jenis powder cocok untuk kebakaran outdoor seperti kayu dan sebagainya. Sedangkan kebakaran yang dipicu oleh korsleting listrik atau bahan bakarnya kertas disarankan menggunakan alat pemadam berbentuk foam/busa. Foam jelas tidak disarankan untuk outdoor. Karena foam lebih cepat memuai dalam ruang terbuka. Kertas yang terbakar biasanya menyisakan bara, jadi sangat cocok dipadamkan dengan foam.

image

Jika yang terbakar adalah bensin, minyak tanah atau lilin justru yang cocok untuk memadamkannya adalah pasir. Bahkan pernah terjadi petugas damkar sampai mencegat truk pasir yang melintas demi memadamkan pabrik lilin yabg terbakar. Karena kebakaran menjalar hingga selokan pun mengeluarkan api karena lilin-lilin yang mencari namun terbakar.

image

Semua sangat antusias mengikuti praktik memadamkan api di lapangan. Bahan yang digunakan adalan bensin yang di campur dengan minyak tanah dan air yang ditempatkan dalam ember besar.

Semua di coba mulai dari karung goni yang telah dibasahi, powder hingga foam. Untuk jangkauan powder lebih jauh dibandingkan foam. Jika menggunakan foam paling jauh adalah satu meter saja.

Triknya juga adalah menyemprotkan foam atau powder harus dimulai setinggi permukaan air. Jadi tidak bisa langsung disemprot dari atas, karena justru api akan berbalik dan malah membahayakan.

Yang perlu diingat lagi adalah cara memadamkan api harus menyergapnya dari belakang. Artinya berlawanan dengan arah angin. Jika angin bertiup ke barat maka kita harus memadamkannya dari arah timur.

Cara membawa alat pemadampun tidak disarankan hanya menjinjingnya saja. Karena dikhawatirkan jika sudah lama tidak digunakan justru cincin pengaman leher botol bisa berpotensi berkarat dan bisa lepas sewaktu-waktu. Jadi cukup di gendong dengan kedua tangan seperti menggendong bayi atau di panggul seperti kuli angkut barang.

Dengan pelatihan ini harapannya tentu saja mencegah jatuhnya korban. Setidaknya meminimalisasi jatuhnya korban karena bencana kebakaran.

Selain bencana kebakaran mungkin para siswa juga perlu dibekali dengan tindakan ketika menghadapi bencana gempa bumi. Karena rata-rata sekolah kini sudah banyak yang bertingkat.

Mudah-mudahan pelatihan ini bisa ditiru di sekolah dan daerah lainnya.

Salam hangat
@DzulfikarAlala

dzulfikaralala.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s