wpid-1351913206670.jpg

The Importance of Critical and Creative Thinking


Jika diterjemahkan secara bebas critical thinking adalah proses mempertanyakan, menganalisa sebuah ide, gagasan, statemen atau sesuatu hal. Sedangkan creative thinking adalah bagaimana memandang sesuatu hal dengan cara yang berbeda. Bahkan creative thinking kerap diartikan berpikir out of the box, artinya berpikir dengan cara yang berbeda dari orang lain secara umum.

Critical dan Creative thinking adalah long life skill. Artinya sejak kecil setiap manusia sudah diberikan anugerah untuk berpikir secara kreatif dan kritis. Buktinya anak-anak usia batita dan balita biasanya adalah masa-masanya ingin mengetahui banyak hal dan bertanya tentang segala hal. Kadang pertanyaan-pertanyaan mereka diluar dugaan orang tua. Dan tidak jarang orang tua juga kelabakan ketika menjelaskan hal yang ditanyakan dalam bentuk yang sederhana.

Sayangnya proses creative dan critical thinking pada anak-anak Indonesia pada umumnya berhenti terutama saat SMP dan SMA. Mereka jadi enggan bertanya dan seolah terhambat dalam berkreasi secara kreatif. Entah mengapa. Ada yang beranggapan bahwa sistem pendidikan lah yang menjadikan anak-anak Indonesia kurang kreatif dan kritis. Kurikulum yang diciptakan cenderung menjadikan manusia-manusia Indonesia hanya menjadi pekerja atau followers semata.

Bisa jadi malah gurunya yang selalu mematikan kreatifitas anak-anak. Masih ada beberapa guru yang malu jika ilmunya terlampaui sang murid. Sehingga ketika adu argumen terkadang murid yang harus menerima pil pahit.

Sebagai seorang pendidik justru memiliki tanggung jawab agar anak didiknya bisa terus mengembangkan creative and critical thinking. Dengan begitu akan lahir generasi-generasi independen yang bisa lebih cerdas dalam menyelesaikan masalah atau mensikapi sebuah permasalahan.

Lalu pertanyaannya, bagaimana mengembangkan creative and critical thinking? Memang bukan persoalan mudah, tapi bisa dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan melibatkan anak-anak dalam diskusi. Anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya bahkan perasaannya terhadap sesuatu hal. Guru tidak perlu menghiraukan apakah pendapatnya salah atau benar. Karena yang dinilai bukan dari salah benarnya, tetapi bagaimana memupuk kepercayaan diri anak untuk bisa berbicara didepan orang lain.

Semakin berkembang tentu pada akhirnya anak-anak akan bisa menilai apakah pendapatnya itu benar atau salah seiring dengan pola pikir dan kedewasaannya. Bahkan biasanya dia akan mengetahuinya dari pendapat-pendapat orang lain.

Selain iti guru juga bisa mengajarkan dengan cara yang lebih menyenangkan seperti role play atau drama. Berikan tema dramanya kemudian biarkan anak-anak yang mengembangkannya. Cara ini mungkin sesuai dengan anak-anak tingkat SMP dan SMA. Sedangkan untuk anak-anak SD memang perlu cara lain. Misalnya kabaret atau bercerita. Banyak hal dan keajaiban dari sebuah cerita. Dan cerita memang sangat cocok untuk anak-anak usia dini yang masih berpikir secara konkret.

Mari kembangkan pembelajaran kreatif dan kritis agar masa depan anak-anak tidak selalu bergantung pada cengkraman asing. Dengan begitu anak-anak generasi bangsa ini akan lebih mudah dan terarah dalam menentukan masa depan bangsa dan tidak mudah didikte oleh kepentingan-kepentingan asing.

Salam hangat dari @gurubimbel

5 thoughts on “The Importance of Critical and Creative Thinking

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s