Saatnya Membuat “Kasus” di LDK OSIS


ldk osis – team building

Sepekan yang lalu pada tanggal 19 – 20 Oktober 2012, sekolah mengadakan latihan dasar kepemimpinan siswa bagi calon pengurus OSIS 2012. Program LDK ini adalah program tahunan yang wajib diikuti oleh semua siswa. Karena dengan kegiatan LDK ini diharapkan tumbuh kesadaran dan kemandirian siswa terkait berbagai hal selama menjadi seorang pelajar.

Tidak bisa dipungkiri masih banyak siswa yang selalu bergantung pada orang tuanya mulai dari hal terkecil hingga hal-hal yang sebetulnya bisa dipersiapkan sendiri. Lama-kelamaan ketergantungan ini akan menjadi penyakit yang sulit untuk dihilangkan. Bagi siswa dari kalangan menengah kebawah kemandiriaan adalah hal mutlak. Sedangkan bagi siswa kalangan menengah kemandirian adalah sesuatu hal yang perlu di perjuangan. Karena untuk menjadi mandiri ditengah fasilitas yang serba disediakan adalah perjuangan yang sangat berat.

Saya masih ingat betul orang tua saya mengajarkan kemandirian melalui tugas harian. Mulai dari mencuci piring setelah makan, menyapu halaman setiap pagi hingga mencuci baju. Life skill yang tidak diajarkan disekolah tersebut ternyata sangat bermanfaat terutama setelah saya jauh dari orang tua. Hampir sejak lulus SMP hingga kini saya tidak merasa kesulitan dengan hal-hal kecil tersebut. Karena orang tua sudah membekali life skill sejak masih kecil.

Selepas SMP saya disekolahkan di sebuah asrama. Seperti kita ketahui kehidupan di asrama serba mandiri. Mulai dari mencuci baju, menyetrikanya hingga melipatnya sampai terlihat rapi tersimpan di lemari. Memang tidak semua asrama demikian. Asrama modern saat ini mungkin lebih enak karena sudah ada fasilitas laundry dan sebagainya. Sehingga ada hal yang justru hilang disitu. Bekal life skill tidak didapatkan karena semua masih serba di layani.

ldk osis

Nah, dalam kegiatan LDK ini para panitia bermaksud memberikan shock therapy kepada para siswa. Selain diberikan bekal materi yang paling menarik adalah praktiknya dilapangan. Apakah jiwa kepemimpinannya muncul atau tidak ketika diberikan beberapa kasus kecil. Sehingga setiap kesalahan yang dilakukan oleh para siswa pasti akan selalu di permasalahkan oleh panitia. Hal ini dilakukan tentu saja bukan tanpa alasan. Panitia ingin melihat sejauh mana daya kritis dan cara berpikir siswa ketika berada dalam tekanan. Menjadi seorang pemimpin tentu saja harus tegas, tangkas dan mampu mengambil segala resiko dalam situasi terdesak sekalipun.

ldk osis
team building – ldk osis
rangkaian acara yang padat membuat salah satu siswa tertidur
makan bersama di kegiatan ldk osis
olahraga pagi – ldk osis

Saya sendiri terus terang tidak kuat menahan tawa saat memarahi anak-anak dengan permasalahan-permasalahan yang sebetulnya sepele. Namun, prosedur tetap harus dijalankan. Awalnya saya ditunjuk sebagai guru yang paling bertanggung jawab dilapangan. Dalam arti saya harus menjadi guru yang paling galak. Tapi, sayangnya saya gagal melaksanakan misi tersebut. Saya kadang tidak bisa menahan tawa ketika melihat tingkah polah anak-anak yang sangat polos ketika di marahi.

ldk osis

Barang Bawaan

Sejak awal kedatangan kami sengaja merazia barang-barang bawaan para siswa. Mereka sebelumnya sudah diberikan daftar barang yang wajib dibawa. Jika ada yang lebih atau bahkan berkurang maka akan ada konsekuensi lain yang harus diterima. Hampir semua siswa tidak membawa barang-barang yang seharusnya dibawa secara lengkap berdasarkan item list yang sudah dibagikan. Masih ada beberapa diantaranya yang lupa membawa papan jalan, sikat gigi, gayung bahkan uang saku.

Mereka yang tidak lengkap bawaannya harus menyerahkan barang bawaan yang dibawa sejumlah dengan barang yang tidak terbawa. Jika ada anak yang tidak membawa dua barang yang wajib dibawa artinya dia harus menyerahkan dua bawang yang sudah dibawa. Disinilah  terlihat siswa dengan kecerdasan decision maker tinggi. Ada yang menyerahkan barang yang sebetulnya sangat penting. Salah satu contohnya siswa yang saya razia membawa dua lembar uang. Yang satu lembaran sepuluh ribu rupiah dan seribu rupiah. Karena panik dan merasa bersalah dia malah menyerahkan uang yang sepuluh ribu rupiah. Akhirnya dengan berat hati uang sepuluh ribu rupiahnya saya sita. Meskipun barang-barang mereka disita tapi pada akhir acara semua barang yang disita akan diserahkan kembali.

cuci piring secara mandiri setelah makan malam bersama

Makan Bersama

Sesi makan malam adalah sesi yang paling ditunggu setelah sejak siang hari mendapatkan materi, games dan team building. Nah, disini panitia membuat kasus kembali. Kasusnya adalah panitia sengaja mengurangi jatah ayam goreng. Artinya memang sengaja beberapa peserta tidak akan mendapatkan jatah makanan.

Apa yang terjadi? Sebagian dari mereka yang sudah mulai makan akhirnya di stop di tengah perjalanan makannya. Mereka semua harus bertanggung jawab karena beberapa peserta terakhir tidak mendapatkan lauk ayam goreng. Akhinrya panitia menyerahkan masalah tersebut untuk dipecahkan bersama. Beberap saat para siswa terlihat bingung dan saling memandang. Setelah di berikan teguran akhirnya satu persatu menawarkan lauknya pada temannya yang belum mendapatkan lauk. Tentu saja nilai kebersamaan diuji disini. Menjadi pemimpin harus mendapatkan kesenangan yang paling akhir. Ibarat seorang kapten kapal, jika kapalnya akan tenggelam maka kapten lah orang terakhir yang meninggalkan kapal dan bukan sebaliknya seperti peristiwa kapal Concordia.

Panitia Berdebat Tidak Jelas

Momen ini yang paling lucu karena memang panitia sekongkol untuk membuat drama bahwa acara jurit malam dibatalkan karena kepala sekolah tidak berada di tempat. Sehingga ketua panitia menganggap bahwa jurit malam harus dibatalkan.

Dimulai dengan perdebatan antara panitia didepan anak-anak sehingga masing-masing anak memiliki presepsi masing-masing terhadap perdebatan panitia didepan mereka. Ada yang berusaha menengahi dan ada juga yang hanya diam duduk terpaku tak bergerak sedikitpun. Akhirnya saya datang paling akhir untuk membubarkan acara pada malam itu agar anak-anak langsung tidur.

Hingga pada akhirnya jurit malam tetap dilaksanakan.

penutupan ldk osis

Bergembira Bersama dan Berjoget Bersama

Acara LDK akhinrya ditutup dengan menggelar berbagai games kelompok seperti tadah air dan mandi bola. Selain itu juga para peserta dan panitia joget bersama untuk melepas ketegangan dan kelelahan setelah dua hari mengikuti acara yang cukup padat.

Prosesi penutupan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada dua peserta secara simbolis

Salam Hangat

@gurubimbel

https://dzulfikaralala.wordpress.com

5 thoughts on “Saatnya Membuat “Kasus” di LDK OSIS

  1. Selalu ada perasaan yang beragam ketika bersentuhan dengan kegiatan yang melibatkan siswa di luar jam pelajaran, ya Pak. Ternyata suasana menjadi terasa lebih akrab, sementara kepolosan siswa pun terlihat apa adanya.

    Laporan kegiatan yang disampaikan dengan gaya penulisan santai seperti di atas, ternyata lebih enak dinikmati.

    Salam kenal…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s