Inilah Efeknya Jika Jadwal Belajar Anak Sangat Padat


Salah satu murid saya pada hari Senin (22/10) datang dalam keadaan lesu dan lelah. Murid saya ini memang selalu telat datang ke sekolah. Banyak alasan yang dia kemukakan. Entah itu orang tuanya yang telat bangun atau menunggu adiknya yang bersiap-siap berangkat ke sekolah juga.

Tapi pada hari itu dia sepertinya sudah kehabisan tenaga sehingga tidak keluar alasan-alasan klasik seperti biasanya. Saya kok malah jadi bertanya-tanya, ada apa gerangan sebenarnya. Ketika dihukum untuk berdiri pun sepertinya dia sudah bad mood duluan. Biasanya jika dia dihukum selalu tertawa ceria tanpa ada masalah.

 Setelah itu saya bertanya padanya tentang alasan keterlambatannya.

“Kenapa kamu terlambat?”

“Capek pak, saya les Matematika. Pusing. Ngantuk. Stress!”

Deg! tiba-tiba jatung saya berdegub keras saat mendengar kata terakhirnya. Karena bingung mau bertanya apa lagi akhirnya saya izinkan dia masuk ruangan serba guna untuk bergabung dengan teman-teman yang lainnya.

Kebiasaan di sekolah saya, sebelum pelajaran dimulai. Para siswa berkumpul terlebih dahulu di Ruang Serba Guna untuk diberikan pelatihan motivasi, meditasi, atau membahas hal-hal penting lainnya. Jadi pukul 07.00 WIB para siswa sudah harus berada di Ruang Serba Guna. Nah, pada pukul 7.30 WIB barulah dimulai pelajaran di kelas masing-masing. Sehingga meskipun ada yang terlambat tapi masih bisa mengikuti pelajaran.

Ternyata teman-temannya melapor pada saya saat jam istirahat bahwa anak ini hanya tidur saja di kelas. Memang wajahnya terlihat lelah dan lesu seperti orang yang sudah lari jarak jauh. Sampai akhirnya anak ini dibawa temannya untuk beristirahat di ruang UKS.

Jika anak terlalu di paksa untuk belajar dengan keras di rumah akhirnya efeknya pada kondisi tubuhnya di sekolah. Begitupula sebaliknya. Jika terlalu di forsir di sekolah, mereka akan kesulitan bercengkrama dengan keluarga dan lingkungan sekitar kerena sudah terlalu lelah belajar di sekolah. Pada akhirya mereka akan jenuh belajar dan ujung-ujungnya bisa saja mogok sekolah.

Melihat kenyataan demikian saya cukup prihatin terhadap sikap orang tua yang terlalu memaksakan anaknya untuk belajar setiap hari dari Senin hingga Sabtu. Meskipun ada hak dan tanggung jawab orang tua dalam mendidik anaknya, namun anak juga memiliki hak untuk bermain dan bersosialisasi

Dengan kondisi demikian saya berencana untuk berdiskusi dengan orang tuanya agar anaknya tidak terlalu ditekan untuk belajar di rumah. Porsinya harus proporsional antara belajar dan bermain. Segala hal yang berlebihan tidak ada yang baik meskipun itu adalah hal positif seperti belajar. Karena kadar dan batas kemampuan seseorang pasti berbeda-beda. Semua pasti mebutuhkan kegiatan yang lain untuk menyeimbangkan kebutuhan tubuh dan jiwa.

Salam Hangat

2 thoughts on “Inilah Efeknya Jika Jadwal Belajar Anak Sangat Padat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s