Mahasiswa dan Polisi Bentrok di Pamulang, Anak TK Trauma!


Kondisi UNPAM sore hari pasca bentrok (dok.pribadi) Kondisi UNPAM sore hari pasca bentrok (dok.pribadi)

Sore (18/10) ini saya dikagetkan dengan kabar mahasiswa dan polisi yang terlibat bentrokan di depan Universitas Pamulang (Unpam). Menurut beberapa media online, bentrokan terjadi karena penolakan mahasiswa terhadap kedatangan Wakapolri Komjen Nanan Sukarna. Nanan datang untuk menghadiri seminar yang diselenggarakan di Unpam.

Alasan penolakan mahasiswa karena mereka beranggapan bahwa polisi sudah tidak lagi berpihak pada rakyat. Polisi dianggap sebagai “pengkhianat” karena cenderung korup dan tidak ikut serta mendukung KPK dalam penyelesaian masalah-masalah korupsi di berbagai institusi termasuk dalam tubuh POLRI.

Apalagi ditambah dengan komentar Wakapolri yang menyatakan dalam lingkungan POLRI memang ada korupsi karena dipicu gaji anggota yang terbilang kecil. Sontak pernyataan Nanan Sukarna banyak mendapatkan cibiran dari rakyat. Apalagi ditengah-tengah meruncingnya hubungan antara Polisi dan KPK. Sementara rakyat melihat bahwa selama ini justru yang menghalang-halangi KPK bekerja salah satunya dalah institusi POLRI yang seharusnya bersinergi dalam memberantas penyakit gawat yang sudah masuk stadium akhir.

Bentrokan antara mahasiswa Unpam dan polisi ini sungguh sangat ironis. Karena posisi “rumah” masing-masing kubu sejatinya adalah bertetangga. Polsek Pamulang terletak persis di seberang Unpam. Jika saja hubungan mahasiswa dan polisi yang bertetangga ini harmonis dan penuh kekeluargaan, tentu bentrokan yang menimbulkan satu korban luka dari pihak mahasiswa dan lima korban luka dari pihak polisi tak perlu terjadi.

Bentrokan yang terjadi pada pukul 10 pagi hari ini tentu saja menimbulkan banyak kerugian. Toko kelontong disekitar kampus banyak yang langsung tutup. Bundaran Pamulang sempat ditutup beberapa saat sehingga polisi mengalihkan kendaraan yang mengarah ke bundaran Pamulang melalui jalur lain.

Sore itu saya memang mampir untuk makan mie ayam persis di seberang Unpam. Saya cukup heran karena ada mobil liputan TVOne dan MetroTV. Penasaran saya itu akhirnya terjawab setelah sang tukang mie ayam bercerita secara singkat.

“Ada apaan sih itu bu? Kok rame-rame gitu!” tanya saya.

“Ih mas serem banget deh tadi pagi itu”

“Emang kenapa sih bu?” tanya saya memburu.

“Ya itu mahasiwa pada berantem dengan polisi di depan sini” sambil menunjuk jalan raya.

Kondisi jalan memang masih terlihat sisa-sisa batu bekas lemparan. Sore itu kondisi jalan memang sepertinya lebih padat dari biasanya. Sore hari biasanya dimulainya perkuliahan untuk mahasiswa kelas malam di Unpam. Dan sudah jadi langganan jika bundaran Pamulang selalu macet karena hilir mudik mahasiswa yang datang dan pulang.

Satu hal yang manjadi sorotan warga adalah demonstrasi yang berujung bentrok tersebut membuat anak-anak TK yang bersekolah di TK Pertiwi mengalami ketakutan yang luar biasa. Kebetulan sepupu saya bersekolah di situ.

Ibunya sudah terjebak macet dan tidak bisa bergerak karena jalan menuju TK yang juga bersebelahan dengan Polsek Pamulang lumpuh total. Hingga akhinrya sepupu saya dijemput oleh bapaknya menggunakan sepeda motor.

Suasana pagi itu memang sangat mencekam. Anak-anak TK hampir semuanya ketakutan dan berdiam diri dikelas. Tidak sedikit pula dari mereka yang menangis ketakutan. Pasalnya dentuman dan letusan tembakan gas air mata jelas terdengar dalam radius yang tidak terlalu jauh dimana anak-anak TK itu bersekolah.

Paman saya mengatakan bahwa sisa-sisa gas air mata masih begitu tajam menyengat mata. Saat dia datang masih membuat matanya terasa pedih. Tentu saja hal tersebut bisa menimbulkan trauma secara langsung pada anak-anak TK.

Bayangkan saja, dalam kondisi demikian bukan hanya anak-anak yang ketakutan. Warga sekitarpun banyak yang lari berhamburan menyelamatkan diri. Belum lagi dikabarkan polisi pun memburu beberapa mahasiswa yang sebetulnya tidak ikut-ikutan demonstrasi. Kontan saja banyak mahasiswa yang lari tunggang langgang ke arah perumahan penduduk untuk menyelamatkan diri dari bekukan polisi.

Yah, demokrasi memang mahal. Menurut rektor Unpam, anak-anak Unpam memang lagi “belajar” berdemokrasi. Jadi pihak kampus tidak akan memberikan sanksi apapun. Sementara kerugian di pihak polisi adalah kerusakan beberapa mobil anggota polisi dan mobil pengawal Wakapolri Nanan Sukarna.

Dalam posisi seperti seharusnya kedua belah pihak dapat menahan diri. Mereka seharusnya sadar disana ada sekolah TK yang jaraknya sangat dekat sekali dengan Polsek dan Unpam. Belum lagi disamping TK ada PUSKESMAS. Bukan hanya anak-anak yang ketakutan melainkan para pasien PUSKESMAS pun merasakan ketakutan yang sama.

Sudah barang tentu trauma pada anak-anak akan sulit dihilangkan. Hal itu bisa menjadi mimpi buruknya di setiap malam.

3 thoughts on “Mahasiswa dan Polisi Bentrok di Pamulang, Anak TK Trauma!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s