Surat Balasan Untuk Kakak Takita : Mulai Sekarang Makan Telur Bulat Ya :)


Paman @bukik, Takita dan Kakak @gurubimbel

Nama kakak adalah Dzulfikar Al-A’la. Kakak adalah seorang pengajar di Sekolah Ehipassiko BSD. Nah sekarang kakak ingin membalas surat dari Takita. Karena kakak sudah janji sama paman @bukik untuk membalas surat Takita.🙂

Ternyata Takita memiliki kesukaan yang sama dengan kakak ya. Kakak suka sekali mendengar cerita. Sampai sekarang pun kakak masih sering membaca buku-buku cerita baik itu di perpustakaan maupun secara online, membaca-baca cerita lewat internet. Sekarang kakak lebih suka membaca cerita-cerita lucu seperti Abunawas, Kabayan dan sebagainya. Cerita lucu bisa membuat kakak segar kembali setelah seharian mengajar.

Bagi kakak cerita itu sangat menyenangkan. Kakak masih ingat betul siapa-siapa guru favorit kakak waktu SD, SMP hingga SMA. Dan kesemuanya adalah guru-guru yang pandai bercerita. Mereka bercerita tentang pengalaman hidup mereka, kisah perjuangan mereka menjadi guru sampai kisah-kisah lucu yang mereka alami sehari-hari. Bahkan beberapa diantaranya menginspirasi kami, murid-muridnya.

Sejak SD kakak mulai suka pelajaran Sejarah. Teman-teman lainnya pun sangat suka pelajaran Sejarah. Karena gurunya menyenangkan. Gurunya selalu bercerita dengan menggunakan gambar-gambar sederhana di papan tulis. Semuanya seakan hidup. Seolah-olah kami ada didalam cerita tersebut.

Cerita-cerita itu masih kakak ingat sampai kini. Karena kakak bersekolah di sebuah pondok pesantren, kebanyakan cerita yang kakak dengar adalah cerita kehidupan Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Dari cerita itulah kakak belajar berbagai macam hal. Misalnya bagaimana kakak harus bersikap terhadap seseorang yang menjengkelkan. Gimana perasaan Takita kalau diganggu orang yang menjengkelkan? Pasti kesal kan.

Rasulullah SAW tidak pernah membalas perbuatan jahat orang lain dengan perbuatan jahat lagi. Tapi beliau membalasnya dengan perbuatan baik sehingga orang-orang yang berbuat jahat mengaku bersalah dan meminta maaf.

Coba bayangkan Takita, mana ada zaman sekarang orang yang dijahati lalu membalasnya dengan perbuatan baik. Jarang kan? Meskipun jarang tapi kakak yakin orang -orang seperti itu pasti masih ada diluar sana.

Oh iya Takita. Cerita itu punya efek luar biasa lho. Kakak pernah mendengar bahwa ada seorang anak yang takut sekali sama hujan. Namun, karena keajaiban cerita, anak tersebut tidak lagi takut hujan dan malah sebaliknya. Kini dia selalu senang menyambut hujan. Semua berkat cerita lho Takita.

Siapa sih yang tidak suka cerita? Pasti semua anak-anak suka kan?

Kakak sekarang mengajar di tingkat SMP dan SMA. Murid-murid kakak juga senang sekali kalau kakak bercerita. Mereka suka sekali diceritakan cerita seram hihihihi. Kalau Takita suka tidak cerita seram? Saat ini mungkin belum ya Takita. Nanti kalau sudah SMP mungkin Takita juga suka cerita-cerita seram. Apalagi kalau diceritakannya saat malam-malam hihihihi.

Tapi murid-murid kakak kalau sudah terlalu senang mendengarkan cerita malah lupa deh belajarnya hehehehe.

Oh iya selain guru-guru kakak yang suka bercerita, orang tua kakak juga suka bercerita lho. Memang sih ceritanya kadang cerita kesusahan hidup pada zaman dulu. Ibu suka bercertia bagaimana hidup zaman dulu itu sangat sulit.

Ibu bilang dulu itu susah sekali untuk sekedar makan telur utuh. Maksudnya benar-benar utuh satu butir telur yang dimakan. Kenapa? Soalnya satu butir telur biasanya harus dibagi-bagi dengan adik-adik ibu yang lain.

Coba Takita bayangkan betapa sulitnya kehidupan zaman dulu. Kadang jika tidak ada telur ibuku dan adik-adiknya hanya makan nasi dan garam saja. Meskipun demikian ibu dan keluarga tetap bersyukur karena masih bisa makan. Waktu itu kakek hanya sebagai penjual terasi yang berjualan menggunakan sepeda onthel di Bandung. Tekadang kakek juga jadi kuli bangunan. Pokoknya apa saja yang bisa dikerjakan kakek agar keluarganya bisa bertahan.

Karena ibu selalu bercerita itu. Sekarang kalau kakak makan, kakak selalu usahakan menghabiskan makanannya tanpa sisa sedekitpun. Jika ada sisa, biasanya kakak simpan untuk dimakan kembali. Kakak selalu mengusahakan untuk tidak membuang-buang makakan. Kalau makanannya sisa dan terbuang namanya mubadzir. Mungkin bagi sebagian orang aneh, tapi bagi kakak itu pelajaran dan pesan penting dari ibu bagaimana menghormati makanan dan mensyukuri rezeki yang ada.

Tuh lihat Takita. Karena cerita seperti itu ternyata efeknya bisa kakak rasakan sampai sekarang lho!

Nah, Takita mulai saat ini kalau makan habiskan yaa. Usahkan untuk tidak membuang-buang makanan. Karena masih banyak lho saudara-saudara kita yang tidak bisa makan. Bahkan mereka harus mengais sampah makanan dari tempat sampah untuk bisa mengganjal perut.

Wah kakak kok jadi sedih yaa kalau inget cerita ibu kakak ini.

Sebelum kakak nangis disini kakak pesan yaaa sama Takita. Mudah-mudahan Takita bisa menyampaikan cerita kakak sama teman-teman Takita agar mereka bisa mengetahui apa yang sudah Takita ketahui. Senang lho rasanya bisa bercerita pada Takita. Takita pasti juga senang lho kalau bisa membaginya bersama teman-teman.

Kakak ucapkan terimakasih yaaa atas suratnya. Surat Takita mengingatkan kembali bahwa cerita itu punya banyak keajaiban. Lain kali Takita main yaa ke Rumah kakak di Pamulang bersama paman @bukik

Sampai jumpa Takita🙂

Salam Hangat @gurubimbel

One thought on “Surat Balasan Untuk Kakak Takita : Mulai Sekarang Makan Telur Bulat Ya :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s