Efek Pujian Memang Dashyat


Jumat lalu (12/10) saya mendapatkan kejutan dari anak-anak. Siswa saya di sekolah Ehipassiko BSD. Kebetulan saya adalah wali kelas untuk kelas delapan SMP.

Pagi itu adalah hari terakhir UTS dengan mata ujian Bahasa Mandarin. Lalu apa kejutan itu? Kejutan itu berupa pujian yang tulus.

Saat itu hanya tinggal dua peserta ujian yang tersisa di kelas. Sisanya sudah meninggalkan kelas karena telah usai mengerjakan soalnya.

Nah, salah satu dari kedua peserta tiba-tiba mengomentari saya. Kebetulan yang berkomentar adalah seorang siswi.

“Bapak pasti turunan Arab ya pak?”

“Kok kamu tau sih” jawab saya sekenanya sambil memeriksa lembar ujian yang telah dikerjakan anak-anak.

“Iya pak soalnya nama bapak aja kan udah Bahasa Arab semua -Dzulfikar Al-A’la- ” gumamnya dengan agak terbata-bata saat melafalkan nama terakhir.

“Oh iya itu nama dari Kakek saya, emangnya kenapa kok jadi ngomongin bapak?”

“Alis mata bapak juga tebal, terus bulu mata bapak juga lentik banget” jawabnya.

Duh anak-anak yang cuma komentar alis dan bulu mata saja sudah bikin saya terbang.

Saya hanya meresponnya dengan mengedip-ngedipkan kelopak mata saya beberapa kali diiringi gelak tawa keduanya karena geli melihat tingkah polah saya yang ke geeran.

Untunglah saat itu bel berbunyi tanda ujian pertama selesai. Kemudian mereka meninggalkan ruang kelas.

Apa yang anak-anak lakukan sebetulnya merupakan teguran. Betapa selama ini saya kurang memberikan pujian pada masing-masing anak.

Lihat buktinya! Hanya dengan di puji beberapa hal yang remeh temeh tapi efeknya sangat luar biasa. Sesorang yang baru saja dipuji langsung merasakan bahwa dunia ini indaahhh sekali.

Tak cukup disitu saat istirahat ternyata ada siswa lain yang berkomentar tentang rambut saya.

“Pak, rambut bapak bergelombang ya”

“Emangnya kenapa?”

“Rambutnya mirip dengan rambut pak Yudi”

“Oh iya itu namanya rambut ikal. Keren kan?” Jawab saya yang sudah kegeeran sambil membetulkan poni depan saya dengan kibasan jari yang sudah diberikan uap alami dari mulut😛

Ah, anak-anak. Ini lah yang membuat bapak merasa bahagia punya murid-murid seperti kalian.

Dari dua peristiwa tersebut saya berjanji akan memberikan pujian-pujian pada anak-anak sekecil apapun kebaikan yang mereka lakukan. Karena saya yakin efeknya lebih bertahan lama dibandingkan pelajaran yang mereka ikuti di kelas.

Salam hangat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s