Kesetiaan Tukang Gorengan


Gorengan itu ibarat tambahan nyawa menit akhir atau pembuka bagi pekerja di kota metropolis. Gorengan nampaknya sudah menjadi trade mark Indonesia. Gorengan beraneka ragam mulai dari tahu, bakwan, risol hingga kadang sukun dan oncom pun ada.

Ada sebuah kisah sukses yang barangkali menarik untuk saya share. Di daerah Kota Sera, Pamulang, ada seorang tukang gorengan yang sudah berjualan hampir 10 tahun. Tapi ketika saya tanya dia masih ikut sama orang. Artinya dia tetap harus sewa tandu dan membeli bahan baku dari boss-nya. Padahal pelanggan setianya cukup banyak. Satu gorengan dihargai lima ratus rupiah. Rata-rata yang membeli minimal 5000 rupiah. Tiap saya datang membeli biasanya selalu antre.

Bayangkan saja jika membeli harus antre. Baru selesai digoreng dan belum sempat gorengan itu tiris langsung diserbu. Jelas keuntungannya bisa di hitung. Namun dibalik keberhasilannya ada kesetiaan yang luar biasa.

Iseng bertanya “kenapa tidak mandiri?” Ia jawab “wah saya inget boss saya aja bang, waktu susah dia bantu saya untuk usaha, sekarang masa saya sukses ninggalin dia.” Mungkin bagi dia sudah sebuah berkah yang luar biasa bisa berdagang hingga sukses di minati banyak pelanggan. 10 tahun bukan masa yang singkat untuk sebuah kesetiaan seorang tukang gorengan.

Namun suatu saat nanti saya mengingatkannya agar ia mau mandiri. Bagaimanapun lebih baik menjadi seorang entrepreneur sukses yang berorientasi mengembangkan potensi dan membahagiakan orang lain. Powered by Telkomsel BlackBerry®

2 thoughts on “Kesetiaan Tukang Gorengan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s