Pemilukada Tangsel Memprihatinkan


Semalam ada acara yang membuat saya memalingkan perhatian saya dari acara jamuan makan malam menyambut Obama dengan gaya yang kebarat-baratan. Sorry to say kalau saya jadi Presiden SBY akan saya ajak Obama makan bebek goreng H.Slamet atau Bakso Arseto di Pondok Petir Pamulang. Acara itu adalah debat kandidat calon walikota dan calon wakil walikota Tangerang selatan.

Pemilukada Tangerang Selatan yang pertama kalinya ini memang terbilang cukup membuat beberapa calon terlihat lebih bersemangat karena akan dicatat dalam sejarah sebagai walikota yang pertama kali dipilih secara langsung di Kota Tangerang Selatan yang baru saja terbentuk beberapa tahun lalu.

Persoalan yang dihadapi justru semakin kompleks dan sulit mengingat Tangsel tidak memiliki sumber daya alam yang memadai sebagai sumber penghasilan daerah. Kesenjangan terlihat sangat kontras, tengok saja BSD city dengan Pamulang. Ibarat Menteng dan Menteng Dalam meminjam istilah Obama dalam menggambarkan kesenjangan yang nyata. Predikat Daerah terkotor sebelum lepas adalah warisan nyata dari Kabupaten Tangerang yang dipimpin oleh Ismet dan wakilnya Rano Karno tidak ada perubahan signifikan sampai sekarang. Semakin semrawut dan tak keruan.

Malam itu ada empat pasang kandidat yang berdebat. Secara sekilas yang menguasai jalannya perdebatan adalah pasangan nomor urut tiga dan empat. Sedangkan pasangan Independen nomor urut satu tidak memberikan solusi nyata dengan jargon Ikhlasnya. Pasangan nomor urut dua dengan gelar S.Pd sepertinya diragukan banyak pihak apalagi banyak pertanyaan panelis yang dijawab dengan kabur.

Dari semua kandidat tidak ada yang bisa menjawab panelis dengan memuaskan. Semua hanya jawaban-jawaban normatif yang berdasarkan undang-undang semata. Airin yang dikenal master Hukum terlalu banyak mengutip ayat-ayat Hukum tanpa menyentuh substansi yang ditanyakan panelis. Arsyid dan yang lainnya pun demikian.

Yang menarik adalah ketika Andre OVJ memberikan pertanyaan cukup kritis untuk Airin tentang perekrutan atau penempatan staff pemerintahan jika Airin terpilih. Seperti yang kita ketahui Airin adalah adik dari Gubernur Banten Ratu Atut Choisiyah. Serta merta ada anggapan bahwa jika Airin terpilih maka bangku-bangku pemerintahan akan dikuasai Duo Atut dan Airin. Bahkan DPRD Banten pun konon lebih banyak didominasi keluarga Atut Airin. Yah lagi-lagi Airin menjawab akan diserahkan pada mekanisme yang berlaku.

Beberapa kali para calon walikota dan wakil walikota ini terlalu banyak berkelit dan tidak menyentuh inti dari pertanyaan yg dikemukakan panelis. Permasalahan sampah ternyata tidak ada yang bisa memberikan solusi jitu. Sebagai informasi saja Walikota Tangerang sudah yang kedua kalinya menangkap basah truk sampah Tangsel membuang sampah di daerah Tangerang, padahal itu melanggar. Nah PR walikota dan wakil walikota tentunya menumpuk dan sangat berat mengingat banyaknya persoalan yang belum dapat diselesaikan pemerintahan terdahulu. Tangerang Selatan dalam kondisi kritis. Tidak terurus dan sarana infrastruktur tidak terawat dan minim srana umum.

Keperihatinan ini semoga bisa disembuhkan dengan janji janji manis para kandidat kelak.jika tidak maka mereka harus mundur seperti janji mereka di akhir acara bila ternyata gagal memerintah dan memimpin Tangsel.

Ditulisa saat menunggu Obama memesan nasi uduk.🙂
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s