Ada yang Salah dengan Cara Komunikasi Orang Tua

Posted on Updated on


image

Komunikasi termasuk salah satu yang harus dikuasai orang tua. Bukan hanya dilakukan untuk membuat nyaman relasi bisnis dan rekan kerja tapi juga terlebih anak anak kita. Orang tua cenderung menghakimi dan tidak mendengarkan keluhan anak. Inilah yang perlu di perbaiki. Komunikasi antara orang tua dan anak.

image

Sekitar 100 orang tua wali siswa Ehipassiko School BSD menghadiri diskusi parenting bersama pakar komunikasi anak, Bunda Hana Yasmira M.Si, yang juga merupakan penulis buku ‘Ajarkan Seks kepada Anak Sejak Dini’.

Bunda Hana menyebutkan bahwa untuk memperbaiki komunikasi dengan anak cukup mudah. Misalnya kontak mata dengan anak, cara berbicara, intonasi berbicara hingga memperhatikan hambatan-hambatan penghalang seperti meja ketika orang tua berbicara pada anak. Sentuhan fisik pun perlu dilakukan supaya anak merasa diperhatikan.

Tawuran, narkoba, perpecahan dan kerusuhan merupakan ancaman yang mengerikan. Semua itu bisa dicegah dengan komunikasi yang baik dimulai dari keluarga. Untuk menjadi komunikator yang baik, diawali dengan menjadi pendengar yang baik. Ketika anak mengeluh dan bercerita, stop untuk menyalahkan, tapi dengarkan saja. Kemudian tanya perasaannya. Apakah dia sedih, kesal, dendam atau marah. Itulah yang anak-anak butuhkan.

Anak akan merasa nyaman sehingga emosinya akan terluapkan ketika bercerita. Orang tua kadang mengeluh jika anaknya tertutup pada keluarganya sendiri. Hal tersebut bisa jadi sejak kecil anak tidak memiliki tempat untuk berkeluh kesah, sehingga akhirnya dipendam atau bahkan malah bercerita pada orang lain. Hal ini justru akan merugikan orang tua sendiri.

Menurut Bunda Hana ada lima wilayah dalam kecerdasan emosional;
1. Kemampuan mengenali emosi diri
2. Kemampuan mengelola emosi
3. Kemampuan memotivasi diri
4. Kemampuan mengenali emosi orang lain
5. Kemampuan membina hubungan

Ada tiga tips yang diberikan Bunda Hana untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi orang tua. Yaitu;
1. Berikan Emotional First Aid
2. Menjadi Pendengar Aktif
3. Sikap Empatik, merespon dengan tulus

Salam Hangat
Diskusi bareng saya di twitter @DzulfikarAlala

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s